
"Sudah ditentukan! Babak ke 2 dimenangkan oleh peserta nomer 4!" Ucap Host Acara!
*(Suara tepuk tangan)
*(Suara tepuk tangan)
*(Suara tepuk tangan)
Dian tersenyum lebar mendengar dirinya sampai ke babak final "Yes!!" Ucapnya dalam hati.
Dirinya hanya perlu untuk memenangkan 1 babak lagi, dengan itu, dia akan dapat memperoleh 1 juta rupiah nantinya.
Dian menunggu arahan selanjutnya dari host acara, piring bekas spaghetti yang ia buat tadi terlihat kosong bersih di mejanya.
Itu dikarenakan para juri sangat menyukai hidangannya sampai-sampai mereka berebut suapan untuk hidangan Dian, mereka mengatakan jika masakan Dian adalah masakan langka yang mungkin setara dengan chef di restoran terkenal.
Bahkan mereka sempat mengingi-ingini Dian untuk bekerja bersama mereka, namun karena Dian tidak bisa seenaknya memutuskan, dia hanya tersenyum menanggapinya.
"Baiklah, kalau begitu. Mari kita langsung menuju babak final!" Ucap Host Acara.
Pemuda berumur 19 tahun yang menjadi lawan Dian sebelumnya turun dari panggung dengan muka kecewa, Dian sebenarnya merasa tidak enak dengannya. Namun karena ini lomba, mau tidak mau dia harus menerimanya.
Seorang panitia panggung berbondong-bondong menuju ke dapur kecil Dian dan bekas lawannya tadi untuk membersihkannya dengan cepat.
Setelah itu, mereka mengatakan bahwa Dian hanya perlu berdiri diam di atas panggung, dan menunggu sampai arahan selanjutnya dari Host.
"Baiklah-baiklah, karena dapur sudah dirapikan, mari kita panggil peserta yang memenangkan babak pertama sebelumnya, peserta nomer 2. Silahkan naik ke atas panggung!" Panggil Host acara.
Di sisi lain dapur kecil Dian yang digunakan oleh lawannya sebelumnya, seorang perempuan berambut hitam yang ia liat di babak awal berjalan menaiki panggung dan menempatinya.
Perempuan itu memiliki paras yang cantik, tubuhnya langsing dan terawat, serta kulitnya memiliki warna sehalus susu.
Dian memang tidak terlalu memperhatikan sebelumnya. Namun ketika dia melihat wanita itu berhadapan dengannya, Dian merasa terpesona.
"Oke, langsung saja, tema makanan Barat untuk para peserta final adalah..."
Dian kembali disadarkan dengan suara Host acara yang keras, dia pun langsung menepuk pipinya beberapa kali sebelum mengarahkan pandangannya ke arah Host acara dengan fokus. "Aku harus fokus sekarang." Pikirnya dalam hati.
"Pancake!!" Lanjut Host Acara
Mendengar bahwa hidangan yang akan ia buat adalah pancake, Dian sedikit menghela napas. Itu karena dia kira dia akan disuruh untuk memasak hidangan steak selanjutnya.
Walau dia tahu ada sistem yang bisa membantunya, tetap saja dia merasa bersyukur bahwa itu adalah hidangan yang ia kenal.
"Panitia acara silahkan berikan bahan-bahannya!" Panggil Host Acara.
Panitia acara datang dari kedua sisi gedung dan membagikan bahan-bahan kepada kedua peserta.
__ADS_1
Setelah selesai, Host Acara kembali menyalakan mic-nya dan berkata. "Kalau begitu mari kita mulai! Karena ini babak final, batas waktu akan dikurangi 5 menit menjadi total 10 menit! Para peserta harus menyelesaikan hidangan mereka sebelum melewatinya, jadi tanpa basa basi lagi. Ayo kita mulai babak finalnya!"
*(Suara tepuk tangan)
*(Suara tepuk tangan)
*(Suara tepuk tangan)
Dian pun langsung memulai dengan melihat ke arah bahan-bahannya, setelah beberapa saat. Sebuah gambaran masakan pancake yang akan ia buat muncul di benaknya.
"Oke, mari kita mulai!" Ucap Dian dengan bersemangat.
Dian pun memulai dengan mengambil tepung gandum, butter milk, dan 4 butir telur. Ia lalu mencampurkan semua bahan itu dalam satu wadah dan mengaduknya hingga merata.
Sesudah itu, dia menambahkan bubuk kayu manis, jahe bubuk, dan ekstra vanila, lalu mengaduknya lagi hingga merata.
Dia tidak lupa juga untuk menambahkan baking soda dan baking powder, karena itu yang membuat adonan pancake menjadi lembut.
[Ding! Kemampuan memasak+1]
[Ding! Kemampuan memasak+1]
[Ding! Kemampuan memasak +1]
"Yosh setelah ini.." Dian mengambil panci dan menaruhnya di atas kompor.
Dian lalu menyalakan api sedang dibawahnya, dan menaruh mentega diatasnya untuk melelehkannya.
Ia lalu menunggu hingga ada gelembung-gelembung kecil di atas adonan yang menandakan bahwa itu sudah matang. Selagi menunggu, Dian menuangkan bubuk milo dan potongan stroberi sebagai toping di dalamnya.
Ia lalu membalikan adonannya agar matang merata setelah terlibat gelembung kecil itu, dan mematikan panci setelahnya agar adonan pancake tidak rusak. Karena adonan pancake tergolong cukup sensitif terhadap suhu yang panas.
Setelah itu, Dian mengulangi prosesnya selama 5 kali untuk membuat 5 pancake, dan menaruhnya di 3 piring yang berbeda untuk memulai menaruh toping dan menghiasinya.
Dian hanya menambahkan selai coklat dan taburan Milo ke atas pancakenya sebagai toping, ia lalu juga sedikit menuangkannya sedikit di sela-sela piring agar terlihat elegan.
Setelah melakukan itu ke 3 piringnya, waktu pun habis. Dian bersyukur bahwa dia tidak kekurangan waktu.
Aroma wangi adonan panggang pancake memenuhi sekitar panggung bahkan mengundang penonton di luar acara untuk ikut menonton karena penasaran. Penonton kali ini sudah lebih rame dari sebelumnya.
Dian melirik ke meja lawan di sebelahnya, dan wanita yang menjadi lawannya hanya duduk terdiam sambil melihat ke arah adonan pancakenya dengan wajah serius.
Host pun tidak lama kemudian langsung menyalakan mic untuk mengumumkan segera dilakukannya penjurian. "Waktu sudah habis! Kalau begitu mari kita lakukan penjurian akhir untuk menentukan siapa yang akan memenangkan 1 juta rupiah!"
Para penonton bertepuk tangan menanggapi ucapan host, ketiga juri yang menjadi juri di babak sebelumnya pun naik ke atas dari sisi kanan panggung dengan senyuman di wajah mereka.
"Kalau begitu para juri, darimana kalian akan memulai menilai?" Tanya Host Acara.
__ADS_1
Setelah 3 juri berdiskusi selama beberapa saat, mereka memutuskan untuk menilai nomer 4 duluan.
"Kami rasa kami akan menilai nomer 4 duluan, karena dari tadi kami sudah tertarik dengan baunya." Ucap Juri 1 (laki-laki)
"Ya, hidangan spaghetti yang ia buat sebelumnya juga sangatlah luar biasa hingga membuatku merasa jatuh cinta dengan masakannya." Ucap Juri 2 (perempuan)
"Woahhh, peserta nomer 4 mempunyai tanda-tanda emas akan menjadi pemenangnya! Namun siapa tahu? Proses penjurian baru akan dimulai!" Ucap Host Acara.
Juri 1,2,3 pun datang menuju meja Dian dan melihat ke ketiga piring berisi 2 lapisan pancake yang telah Dian buat sebelumnya.
Mereka masih terpesona dengan cara penataan hidangan Dian yang menakjubkan, mereka pun mulai dengan mengambil sendok kecil dan memotong adonan pancake kecil ke mulut mereka.
Reaksi mereka pun sama berlebihannya dengan sebelumnya, mereka sangatlah senang karena telah mencoba hidangan Dian kali ini.
"Enak sekali! luar biasa!" Ucap juri 1 (laki-laki)
"Hummm...aku sangat bersyukur karena aku dipilih sebagai juri di lomba ini!" Ucap juri 2 (Perempuan)
"Nak, kamu mempunyai potensi menjadi chef terkenal, tidak. Kamu pasti akan menjadi chef yang terkenal!" Ucap juri 3 (Laki-laki)
Mendengar semua tanggal juri padanya positif, Dian dengan sopan menundukkan kepalanya. "Terima kasih." Ucapnya.
Dia berteriak sangat kencang di dalam hatinya karena bergembira. Para juri pun menghabiskan semua adonan pancake yang ia buat dan langsung berjalan menuju meja selanjutnya untuk melanjutkan penilaian.
"Kalau begitu mari kita lihat bagaimana reaksi juri di meja peserta 3!" Ucap Host Acara.
Ketiga juri melihat ke arah adonan pancake yang dibuat peserta nomer 3. Mereka pun langsung mengambil sendok kecil dan menyuapkan adonan kecil pancake ke dalam mulut mereka.
"Uhmh! Ini!" Juri 1 terkejut.
"Rasanya, enak!" Ucap Juri 2
"Hmm-hmm...lumayan, ini dapat dikatakan sebagai buatan chef pro." Ucap Juri 3.
Peserta nomer 3 menundukkan kepalanya mendengar ketiga juri melontarkan komentar positif kepadanya. "Terima kasih banyak."
"Woahhh, peserta nomer 3 juga tidak kalah mendapatkan komentar positif dari para juri! siapakah yang akan memenangkan pertandingan kali ini dan membawa pulang 1 juta rupiah?!" Ucap Host Acara.
Suasana diantara para panggung dan penonton pun menengang, mereka penasaran dengan siapa pemenangnya di lomba kali ini.
Dian pun mau tidak mau juga merasa khawatir, itu karena tanggapan yang diberikan juri sama-sama positif untuk kedua peserta.
"Kalau begitu, mari kita dengar keputusan akhir dari para juri! Juri, siapakah yang menurut anda pantas memenangkan lomba ini?" Tanya Host Acara.
Para juri berdiskusi sementara waktu, dan setelah 3 menit, mereka mengambil mic dari host acara dan berkata.
"Kami sudah berdiskusi, dan menurut kami keduanya sangatlah bagus baik dalam segi teknik maupun rasa. Ini adalah keputusan yang sulit untuk dipilih namun..."
__ADS_1
Setelah beberapa saat, juri 1 kembali melanjutkan omongannya.
"Kami menanggap bahwa peserta nomer 4 lah yang memenangkan pertandingan ini!"