System Level Up+

System Level Up+
Chapter 40 : Jamuan


__ADS_3

"Gimana? Apa kalian sudah menghajar cecunguk itu dan membuatnya menangis?" Tanya Rex.


Di depan pintu rumah Rex, 5 anak buahnya saat ini sedang berdiri di sana untuk melaporkan tentang apa yang sebelumnya terjadi ketika mereka menyergap Dian.


5 anak buah itu berhasil kabur ketika Dian berniat menghajar habis mereka. Dan karena mereka tahu mereka tidak bisa menyembunyikan kejadian yang sebenarnya terjadi, mereka memutuskan untuk datang ke rumah Rex dan memberitahukannya langsung.


"B-bos...kami.." Salah satu anak buahnya kesusahan untuk menjelaskan.


Rex sedikit terheran melihat perilaku anak buahnya. Itu karena tidak biasanya mereka bersikap canggung seperti ini. "Ada apa? apa ada masalah?" Rex mencoba menebak.


Anak buahnya menatap satu sama lain dengan canggung, setelah itu mereka menganggukkan kepala mereka sebagai pernyataan setuju terhadap pertanyaan Rex. "Oi, jangan bilang kalau kalian..."


Anak buahnya yang mendengar bosnya sudah menebak tentang apa yang terjadi, langsung angkat suara. "Bos, anak itu...maafkan kami tetapi, kami benar-benar telah dikalahkan habis olehnya."


"Apa?!" Rex teriak tidak percaya.


Dian, orang lemah yang ia sering bully sejak kelas 10 dan tidak pernah sedikitpun melawan, berhasil melawan 10 anak buahnya yang menyergapnya di gang.


Tentu saja ia susah untuk mempercayainya itu, selama ini anak buahnya tidak pernah kalah dalam menghajar seseorang, apalagi hanya satu orang seperti Dian. "B-berarti, 5 anak lainnya...."


"5 dari kami sekarang sedang tersungkur di gang, mereka benar-benar dihajar habis olehnya." Salah satu anak buahnya menjelaskan.


"M-mustahil, bagaimana bisa..." Rex tidak bisa berkata-kata.


Ia awalnya tidak merasa ragu sedikitpun, jika anak buahnya akan datang kerumahnya dan membawakan kabar bahwa mereka sudah selesai membuat Dian babak belur di gang.


Namun apa yang sebenarnya terjadi adalah kebalikannya, 5 anak buahnya saat ini telah terpapar di gang karena babak belur. Ia tidak menyangka jika Dian bisa melakukan itu.


"Apakah kalian mengeroyoknya? secara bersamaan?" Tanya Rex Panik.

__ADS_1


"I-iya, kami mengeroyoknya dan menjepitnya agar tidak bisa kabur. Namun seolah-olah sedang memukul hantu, pukulan dari kami sama sekali tidak ada yang mengenai orang itu.." Jelas salah seorang anak buahnya.


"B-bagaimana bisa?! Bukankah dia hanyalah cecunguk yang bahkan hanya diam ketika di bully?!" Rex menjadi kesal.


Rex memukul tembok rumahnya karena kesal, ia lalu mulai memikirkan tentang apa yang harus dia lakukan. "Anak itu...sial! jadi ternyata dia menyembunyikan kemampuan aslinya.." Gumam Rex.


Rex lalu memutar otaknya untuk membalas dendam, ia tidak terima kenyataan bahwa anak buahnya berhasil dikalahkan. Itu sama saja mengatakan bahwa bosnya juga ikut dikalahkan, dan Rex paling tidak suka dianggap kalah.


"Setelah ini, aku ingin meminta kalian untuk--"


{Suara Hp berdering}


Mendengar Hpnya berdering, Rex menunda perkataannya sejenak dan mengambil hp yang ada di kantongnya. "Halo? Ah, sayang. Iya-iya, tentu saja aku tidak lupa dengan janjiku." Ucap Rex dalam teleponnya.


Yang menelepon Rex saat ini adalah pacarnya, dan sepertinya ia sedang meminta kepada Rex tentang sesuatu.


"Iya-iya, hari ini bukan? Ya, sesuai yang kujanjikan sebelumnya. Kita akan ke hotel ayahku hari ini dan dinner disana. Tentu saja aku akan mengantarmu menggunakan mobil mercy ku oke? Iya-iya, i love u sayang." Ucap Rex dalam telepon.


"S-siap bos!" Jawab kelima anak buahnya.


Mendengar jawaban anak buahnya, Rex pun menutup pintu rumahnya untuk segera mengganti baju dan pergi menjemput pacarnya.


...----------------...


Setelah menjalin hubungan Permanent Partnership, Dian diundang oleh Bapak Pilos untuk dinner bersamanya di salah satu hotel yang dimilikinya. Dan itu bukanlah hotel biasa, itu adalah hotel deluxe bintang 5 yang sangat terkenal di kotanya.


"Permisi, saya ada janji bertemu dengan Bapak Pilos..." Ucap Dian kepada Security guard di depannya.


"Janji bertemu? tunggu sebentar, apakah anda adalah Tuan Dian?" Tanya Security Hotel.

__ADS_1


"Itu betul, nama saya adalah Dian." Jawab Dian.


Bapak Security hotel ketika mengetahui bahwa pria di depannya bernama Dian, langsung menaikkan pembatas jalan dan membiarkan Dian masuk. "Maafkan saya, silahkan masuk tuan, Bos sedang menunggumu di lantai 10." Persilahkan Security Guard.


"Baik, terima kasih." Ucap Dian.


Dian pun memasukkan mobilnya ke dalam basement hotel, dan Security guard yang berbicara dengannya tadi mengantarnya menuju parkiran VIP. "Silahkan parkir di sini tuan." Arahkan Security.


Dian mengikuti arahan Security dan memarkirkannya di wilayah VIP, itu adalah ruangan luas yang kosong dan mempunyai pagar pembatas yang mempunyai sensor apabila ada orang yang berniat menerobos.


"Apakah tidak apa-apa saya parkir di sini?" Tanya Dian.


"Tidak apa-apa, sebab bos sendiri yang menyuruhku untuk mengantarmu ke parkiran VIP tadinya." Jelas Security Hotel.


"Begitu ya, kalau begitu terima kasih." Ucap Dian.


Di basement VIP, terdapat lift yang menghubungkan langsung ke dalam lobby hotel, Dian pun diminta untuk menggunakannya, Dian jadi tidak perlu repot-repot berjalan jauh dari Basement menuju lobby hotel. Dian langsung menggunakannya dan sampai dengan cepat.


{Ting!}


Lift pun sampai di lobby hotel, Ketika Dian keluar dari dalam lift, kedua pegawai hotel wanita masing-masing menundukkan kepala mereka di depan Dian. "Selamat datang Tuan Dian, kami sudah menunggu anda." Salam Mereka.


Dian terkejut karena sambutan yang ia terima sangatlah teratur, ia tidak menyangka jika dia akan diperlakukan sebagai tamu spesial. Awalnya ia menyangka ia hanya akan dijamu seperti orang biasa. "Anu, saya ingin bertemu dengan Bapak Pilos..."


"Silahkan ikuti kami, kami akan mengantar anda menuju lift khusus." Ucap pegawai 1.


Dian pun diarahkan lagi menuju lift khusus yang terletak persis disebelah lift umum. Orang-orang yang ada di sekitar lobby mulai melihatnya karena jarang ada orang yang menggunakan itu kecuali pemilik hotel sendiri.


Setelah menaiki Lift, Dian pun sampai di lantai 10 dengan cepat. Dian lalu diantarkan ke dalam restoran dan melihat dekorasi mewah dipenuhi berbagai hiasan mahal di sekitarnya.

__ADS_1


Terdapat karpet merah yang menyelimuti seisi restoran itu, lalu sebuah musik Jazz klasik instrumental, dan setiap meja yang berada di restoran itu terbuat dari kaca dan ditutupi oleh taplak merah yang di atasnya terdapat set piring, gelas, sendok, garpu dan sebuah vas bunga ditengah-tengah.


Kondisi restoran itupun cukup sepi, mungkin karena biayanya yang sangat mahal. Di ujung restoran itu. Terdapat Bapak Pilos yang sudah menunggu Dian. "Oh, Dian. Kamu sudah datang ya." Ucap Bapak Pilos.


__ADS_2