System Level Up+

System Level Up+
Chapter 42 : Senyuman Licik


__ADS_3

Setelah merasakan hidangan yang amat mewah kemarin, Dian kembali ke kehidupan seperti biasanya. Hari ini adalah hari pertama semenjak pembentukan Permanent Partnership dengan Bapak Pilos.


"Bu, Dian pergi dulu ya." Salim Dian pada ibunya


"Iya nak. Hati-hati di jalan ya." Balas Ibunya.


Dian keluar dari rumah dan membuka kunci mobilnya, sekarang sudah jam 8 pagi dan Dian berniat untuk pergi ke peternakannya.


"Pagi kak." Ucap Mira Adiknya.


"Eh? Mira? tumben kamu bangun pagi, mau pergi ke mana?" Tanya Dian


Biasanya ketika libur, adiknya biasa bangun sekitar jam 10 pagi. Jadi merupakan pemandangan langka melihat adiknya sudah bangun sekarang.


"Hehehe, aku mau ke pasar buat beli sayuran.." Jawab Mira.


"Eh? Bukannya harusnya ibu--"


"Ssstt, aku mau bantu ibu sekali-kali. Sekalian nyoba motor yang kakak kasih kemarin." Jelas Mira Ceria.


"Ohhh, begitu toh." Balas Dian.


Sepertinya Mira sangatlah senang menerima motor pemberian dari Dian. Walaupun itu bekas milik kakaknya sebelumnya, ia tidak mempermasalahkan itu dan menerimanya dengan senang hati.

__ADS_1


"Kalau begitu kakak pergi duluan ya Mir, dahhh.." Dian melambaikan tangannya pada Mira.


"Iya ka, hati-hati di jalan ya." Balas Mira.


Setelah melihat kakaknya sudah pergi, Mira dengan ceria langsung menyalakan motornya dan memakai helm yang aslinya merupakan milik ibunya. "Hehehe, akhirnya punya motor pribadi juga.." Ucap Mira senang.


Mira pun memundurkan motornya dari garasi, dan langsung menancapkan gas menuju pasar kota.


"Hooh, jadi begitu ya..." Gumam Seorang lelaki.


Dibelakang gang dekat rumah Dian, terdapat bayang-bayang yang bersembunyi dari balik tembok, orang itu sedari tadi melihat Dian dan Mira sampai mereka pergi.


Tidak lama setelah Orang itu melihat Dian dan Mira sudah pergi, orang itu mengambil hp yang berada di sakunya dan menelepon seseorang yang ia anggap bos.


...----------------...


"Hah?! cecunguk itu mempunyai mobil dan adiknya mempunyai motor?! Bagaimana bisa?!" Rex terkejut mendengar kabar dari salah seorang bawahannya dalam telepon.


"Itu benar bos, tadi saya ke sana buat mengintip sedikit, dan tidak disangka-sangka ternyata orang itu mempunyai mobil bos." Ucap Bawahan 1.


"Ck, kapan mereka mempunyai uang untuk membeli itu?! Emang apa kerjaan mereka?!" Teriak Rex kesal.


"Maaf bos, tetapi saya tidak mengikutinya sampai sejauh itu." Balas Bawahannya.

__ADS_1


Dian yang Rex tahu adalah seseorang yang miskin dan bahkan tidak mempunyai sepeda motor sendiri untuk berangkat ke sekolah.


Bahkan tas sekolah yang ia gunakan merupakan bekas dari SMP, dan sekarang mengetahui bahwa Dian mempunyai mobil dan adiknya bahkan mempunyai motor, membuatnya terkejut.


"Anak itu...sebenarnya darimana dia bisa mendapat uang untuk membeli mobil?" Pikir Rex kesal.


Rex kesal dengan kenyataan bahwa ia hanya mempunyai informasi sedikit tentang Dian. awalnya dia berpikir jika dia cukup mengetahui banyak tentang Dian, namun ternyata tidak.


Orang yang dia awal hanya diam ketika dibully, berubah menjadi agresif, dan orang yang ia kira miskin, tiba-tiba mempunyai mobil pribadi sekarang. Rex tidak benar-benar mengerti tentang itu saat ini.


Mungkin ada lebih banyak hal lagi yang bisa membuat Rex terkejut tentang Dian, namun daripada memikirkan itu. Rex lebih memikirkan cara untuk membalas dendam pada Dian.


"Tunggu, kalau begitu.." Rex terpikirkan sesuatu dari otaknya.


Ketika sedang kesal dengan kenyataan yang ia tidak sangka-sangka sebelumnya. Rex tiba-tiba terpikirkan suatu ide, dan ide itu adalah ide yang bagus untuk membalas dendam atas apa yang Dian lakukan pada bawahannya kemarin.


"Oi dengar, kumpulkan semua anak-anak di depan rumahku, aku ingin memberi tugas pada mereka.." Ucap Rex dalam telepon.


"Siap bos!" Balas Bawahannya.


Setelah mendengar jawaban dari bawahannya, Rex pun menutup telepon. Ia lalu tersenyum licik sambil membayangkan reaksi Dian ketika rencana nya berhasil.


"Kukuku, mempunyai mobil ya? Itu artinya dia mempunyai uang yang banyak kan? Seharusnya jika aku melakukan itu, tidak akan ada masalah kan?..." Pikir Rex dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2