System Level Up+

System Level Up+
Chapter 71 : Kerusuhan di Kasino


__ADS_3

1 Minggu pun berlalu dengan cepat, Dian saat ini telah resmi membuka bisnis casinonya. Dan untungnya, bisnisnya itu cukup ramai dan diikuti oleh banyak pelanggan setia yang bertaruh di tempatnya.


"Ayo-ayo! naikkan lagi taruhannya dealer!" Ucap pemain 1.


"Maaf Tuan, namun batas taruhannya sudah ditetapkan seperti yang ada di aturan." Balas Dealer 1.


"Yaelah, cuman naik sedikit doang juga.." Pemain 1 mengeluh.


"Mohon maafkan saya tuan." Balas Dealer 1.


Suara denting-denting dari mesin Kasino memenuhi ruangan seluas 10 meter itu, gelapnya ruangan itu diterangi dengan cahaya yang berasal dari mesin slot yang terpasang di setiap area tempat tersebut. Musik-musik disko di setel di sana sehingga tidak banyak suara teriakan orang yang terdengar di situ.


Terdapat total sebanyak 10 permainan yang terdapat di kasino tersebut. Maksimal taruhannya hanya sampai 10 Juta rupiah per game, dan selain menyediakan permainan Casino, di sana juga menjual minum-minuman keras seperti beer dan lain-lainnya.


*Selamat, anda mendapatkan jackpot (Suara mesin Slot)


"Wuhuuuu!!! Gacor coy!!" Teriak pelanggan yang berhasil memenangkan jackpot dari salah satu mesin slot.


Banyak pelanggan yang bermain dengan tatapan serius, saling tertawa, dan bahkan depresi karena telah kehilangan semua uang mereka. Di atas semua itu, Dian saat ini sedang melihat mereka dari sofa yang dikhususkan olehnya.


"Sepertinya bisnis kita cukup berjalan dengan lancar bukan? Beatrice?" Ucap Dian ketika melihat ramainya pelanggan yang bermain di kasinonya.

__ADS_1


Beatrice yang duduk di sampingnya, mengangguk. "Itu betul, saya tidak menyangka akan seramai ini. Sepertinya bisnis kita sangatlah terkenal saat ini." Balas Beatrice.


"Hahahaha, itu semua berkat pemikiranmu yang bagus." Ucap Dian.


"T-tidak, aku tidak.." Beatrice menjadi canggung


"Janganlah seperti itu, tanpamu. Bahkan ide untuk membuat kasino tidak akan pernah kupikirkan seumur hidup." Jelas Dian.


"Be.. begitukah? Meski begitu, saya yakin jika itu Tuan, Tuan akan menemukan cara yang lebih bagus dibandingkan saya." Ucap Beatrice.


"Hmm, menurutku..sepertinya itu tidak akan terjadi." Pikir Dian.


Membuat bisnis illegal di dunia bawah, tidak pernah terpikirkan oleh Dian sejak ia memutuskan untuk menguasai dunia bawah sekalipun.


Itu dikarenakan ia memang awalnya adalah orang yang bersih, sehingga ketika dihadapkan dengan hal-hal yang berbau illegal, dia menjadi ragu ketika melakukannya. Itulah sebabnya ia tidak pernah terpikirkan dengan itu.


"Saya yakin jika seperti ini, Tuan akan meraih keuntungan yang cukup besar." Ucap Beatrice.


"Begitukah? Yah, uangnya juga akan kugunakan untuk hal-hal yang berguna sih..." Balas Dian.


Dian berpikir, kemungkinan ia akan menggunakan uang hasil kasinonya ini untuk membangun bisnis di dunia bawah yang lebih besar lagi. Sehingga penghasilannya akan semakin besar, dan ia akan dapat merekrut anak buah lebih banyak lagi.

__ADS_1


Walau anak buahnya cukup terbilang banyak di first land dengan total 54 anak buah saat ini, Dian masih berpikir itu kurang untuk naik ke dalam Second Land.


Sebab bagaimanapun juga, kelompok yang menguasai second dan Third lebih luas dibandingkan first land, dan juga lebih besar. Jadi untuk naik ke tingkat tersebut, Dian harus menaikkan kekuatan kelompoknya juga.


Progress itu mungkin akan terbilang masih lama dan jauh untuk Dian capai, meskipun begitu. Dian cukup bersabar dan menikmati setiap peningkatan yang ia alami di dunia bawah.


"Hey, ada apa itu?" Tanya Dian kepada Beatrice ketika melihat beberapa kelompok orang berjas hitam masuk ke dalam tempat kasinonya sambil mendorong orang-orang di sekitarnya.


"Eh? Entah, kelompok orang yang ingin bermain judi kelompok mungkin?" Pikir Beatrice.


"Hmm, entah kenapa aku tidak merasa seperti itu..." Gumam Dian.


Saat tengah berpikir di Sofanya, sekelompok orang berjas hitam dengan menggunakan baret hitam tiba-tiba masuk ke dalam Kasino sambil mendorong orang-orang yang ada di depan mereka untuk menyingkir dengan kasar.


Dian sedikit terganggu karena itu, sebab ia sudah membuat aturan yang salah satunya berisi dilarang menggunakan dorongan atau kekerasan kepada pelanggan lain. Sehingga perbuat mereka bisa dianggap sebagai melanggar aturan.


Ia pun berniat untuk melaporkan kepada salah seorang pegawainya, namun saat ia tengah memberitahu pada salah satu asisten kasinonya, Salah satu orang berjas hitam itu mengeluarkan senjata Thompson dari saku hitamnya, dan menembaknya ke langit-langit yang membuat semua pelanggan terkejut.


*Dor


*Dor

__ADS_1


*Dor


"Siapa yang bernama Roy Suryo di sini?!" Teriak salah seorang pria berjas hitam tersebut.


__ADS_2