System Level Up+

System Level Up+
Chapter 67 : Perkembangan dan Berita Mengejutkan


__ADS_3

Dian saat ini telah menjadi pemimpin tertinggi kelompok White Boys dari balik bayangan.


Semua aset yang dimiliki White Boys sudah menjadi miliknya, dan hanya dia yang bisa mengatur semua itu. Semuanya saat ini berupa 3 wilayah yang dikuasai dan sejumlah uang hasil pajak dari wilayah itu.


Sedangkan Roy Suryo sendiri, menjadi pemimpin boneka yang menjadi perantara Dian dalam memberi perintah.


Alasan kenapa Dian ingin menjadi pemimpin dari balik layar, adalah karena ia tidak ingin repot dalam mengurusi semua hal. Biarkan Roy Suryo yang mengurus itu semua selagi ia memikirkan yang lain.


Semua anak buah White Boys juga bisa dibilang sudah menjadi miliknya, dengan total 54 anak buah yang dulunya merupakan bawahan Roy, sekarang itu semua sudah menjadi milik Dian.


Orang-orang mungkin tidak akan tahu jika Dian merupakan pemimpin asli dari kelompok itu, namun Dian tidak terlalu memikirkan itu.


Apabila dia harus pergi ke luar dan menunjukkan dirinya dihadapan anak buahnya, ia akan berpura pura menjadi teman dari Roy Suryo. Dan itu akan membuat posisinya sama-sama kuat.


Lalu apakah dia akan selamanya mengatur dari balik layar? Atau mungkin di akan menunjukkan posisi sebenarnya suatu saat?


Tidak ada yang tahu, namun jika seandainya dia ingin memberitahu posisinya, Dian dapat melakukan kapan saja yang ia mau, lagipula ia memiliki kertas yang berisi tanda tangan Roy yang merupakan bukti yang valid.


Saat ini, Dian sedang berada di kediaman yang dulunya adalah milik Roy. Ia sedang disana bersama dengan Beatrice di dalam kamar pribadinya.

__ADS_1


"Um...jadi Tuan, apakah kamu sudah menentukan nama untuk mengganti nama kelompok kita saat ini?" Tanya Beatrice.


Dian saat ini sedang berbaring di kasur empuknya, sambil berpikir tentang apa yang harus dia lakukan setelah ini.


Tujuannya tidak berubah dari awal, yaitu adalah menguasai dunia bawah. Namun langkah yang ia lakukan setelah berhasil menundukkan White Boys sedang ia pikirkan saat ini.


Sebenarnya, tugas Dian akhir-akhir cukup penuh, hal itu membuat dia sedikit kewalahan. Ada tugas dari usaha bisnis peternakannya yang tidak menghilang setiap harinya, ditambah tugasnya sebagai pemimpin dari kelompok jaringan mafianya saat ini.


Menjadikan dirinya sebagai pemimpin di balik layar dan membiarkan Roy mengurus tugas-tugas untuk dirinya di dunia bawah sebenarnya membuatnya sedikit santai walau hanya sedikit.


Mungkin di masa depan, ia juga akan menjadikan Beatrice sebagai asisten resminya, dengan pekerjaan yang terus menambah seiring waktu. Ia memerlukan seseorang untuk membantu di sampingnya.


"E-eh? Aku? Se..sepertinya aku masih belum tahu tentang itu.." Ucap Beatrice bingung.


"Hmmm...apa ya nama yang cocok?" Dian berpikir keras.


Ia memerlukan nama yang bagus dan cocok untuk kelompoknya, dan dia masih belum tahu nama seperti apa yang akan ia ambil.


Ia juga tidak perlu terburu-buru memikirkan itu. Sebab sesuatu yang terburu-buru akan menghasilkan sesuatu yang buruk.

__ADS_1


Selagi memikirkan itu, sebuah ketukan datang dari luar pintu kamarnya.


*Tok tok tok


"Masuk." Jawab Dian.


Setelah mendengar ucapan Dian, Hansel yang berada di luar membuka pintu kamar Dian dan masuk ke dalamnya.


"Bos, perempuan itu...ingin bertemu dengan anda." Jelas Hansel.


"Perempuan itu? Apa yang kamu maksud adalah Maria?" Tanya Dian.


Maria saat ini telah menjadi tahanan rumah di kediaman Dian, dan Dian masih belum tahu apa yang harus ia lakukan padanya.


"Ya, perempuan itu ingin bertemu dengan anda, dan barusan....anu ....dia memberitahu sesuatu yang cukup mengejutkan." Jelas Hansel.


Mendengar Hansel seperti sedikit gugup, Dian bertanya balik padanya. "Sesuatu yang mengejutkan? Apa itu?" Tanya Dian.


Hansel menghembuskan napas sejenak sebelum menjawab. "D-dia, dia mengatakan bahwa dia adalah mata-mata yang berasal dari kepolisian Tanggerang." Jawab Hansel.

__ADS_1


__ADS_2