System Level Up+

System Level Up+
Chapter 36 : Senyuman Puas Hakiki


__ADS_3

[Ding! Kemampuan Menghindar+1]


[Ding! Kekuatan Kaki+1]


[Ding! Kemampuan Mendendang+1]


Keenam preman lainnya yang melihat salah satu teman mereka berhasil dilumpuhkan dengan mudahnya oleh Dian, merasa terheran-heran sejenak.


"Oi, jangan takut. Itu hanyalah kebetulan belaka, sepertinya teman kita yang satu ini suka bermain-main dulu sebelum serius. Ayo kita serang dia secara bersamaan." Ajak Preman 1.


"O-oke bos!" Jawab kelima Preman.


Sudut bibir Dian terangkat mendengar percakapan orang-orang di depannya. Mereka tidak tahu jika Dian mempunyai kemampuan sistem yang membantunya, lihatlah betapa santainya Dian melihat ke arah mereka.


Keenam orang di depannya mendekat dan menyerang Dian secara bersamaan. Mereka hanya menganggap hindaran dan tendangan Dian tadi hanyalah kebetulan belaka. Tidak mungkin dia bisa menghindari serangan dari mereka berenam.


Namun seketika, pemikiran mereka kembali salah setelah melihat respon cepat yang diberikan oleh Dian terhadap serangan-serangan mereka berenam.


Sebuah pukulan tendangan berhasil Dian hindari dengan mudahnya hanya dengan menggeser tubuhnya ke samping sedikit, lalu pukulan asal-asalan yang dilancarkan oleh mereka berhasil Dian hindari dengan menangkis sekaligus mendorong mereka ke belakang.


[Ding! Kemampuan Menghindar+1]


[Ding! Kelincahan+1]


Orang-orang yang jatuh ke belakang, dengan cepat bangkit dan menyerang Dian lagi, namun lagi-lagi Dian berhasil menghindarinya dan membalas mereka dengan tendangan dan pukulan mautnya.

__ADS_1


[Ding! Kemampuan Memukul+1]


[Ding! Kemampuan Menendang+1]


Kini beberapa orang sudah berbaring kesakitan setelah menerima pukulan Dian, Sisa empat orang. Dan mereka semua sedikit ketakutan setelah melihat respon mengerikan dari Dian.


"Hey-hey, apakah kalian hanya bercakap besar di awal? kukira aku akan terluka, namun apa ini? sepertinya bos kalian mempunyai mata yang buruk dalam menjadikan kalian anak buahnya." Ledek Dian.


Bagi para preman di depannya, seringai yang diberikan Dian kepada mereka adalah hinaan terbesar yang mereka dapatkan seumur hidup mereka. Itu karena mereka tidak bisa menghadapi Dian seorang diri, udah gitu mereka dicaci maki olehnya.


Sedari tadi mereka sudah melancarkan serangan terbaik mereka ke arahnya, namun seolah-olah mereka hanya menyerang hantu, serangan mereka tidak ada satupun yang dapat mengenainya. Bahkan tadi ada yang sempat ingin menyerang Dian dari belakang setelah terjatuh, namun tetap saja mereka tidak dapat menangkapnya.


"Bu-bukankah kamu itu cuman cecunguk yang bisa diem saat dirundung?" Ucap Preman 1.


Dian tersenyum sinis ke arah preman 1 di depannya yang wajahnya terlihat seperti diteror. "Oh iya kah? sepertinya kalian salah orang. Mungkin saja itu kalian sendiri yang bahkan tidak bisa menyerang orang dalam 1 lawan 6." Ledek Dian.


"B-bang...serius nih?" Tanya orang disebelahnya ketika melihat Preman 1 mengeluarkan sebilah pisau runcing dari jaketnya.


"Diam! jangan kira aku akan diam saja ketika diledek oleh cecunguk miskin busuk ini." Teriak Preman 1.


"T-tapi bang, Bos Rex bilang.."


"Aku tidak peduli, selama aku bisa membuat cacing di depanku ini memohon ampun. Aku akan melakukan segala cara. Bahkan jika aku harus masuk penjara." Balas Preman 1.


Dian yang melihat Preman 1 mengeluarkan pisau dari balik jaketnya, awalnya sedikit terkejut. Namun kembali meledek lagi ke arahnya. "Menggunakan pisau untuk hanya melawan 1 orang saja? ahahahaha, kalian ini banci ya?" Ledek Dian.

__ADS_1


Preman 1 yang mendengarnya, tidak tahan lagi. Terbawa emosinya dan langsung berlari ke arah Dian sambil menghunus kan pisau nya ke depan dadanya sambil mendekat.


"Diam kau BODOHHHHH!!!" Teriak Preman 1.


Dian yang melihat orang didepannya seolah-olah bergerak sangat lambat, bukannya menjauh, ia mendekat dan menepis tangan preman di depannya ke atas hingga membuat pisaunya terlempar, dan mendorong dadanya menggunakan siku tangan kanannya.


"K-kau!" Preman 1 panik setelah melihat pisau yang ia bawa terlempar oleh Dian.


Setelah berhasil mendorong preman 1 hingga tersungkur di tanah, Dian lalu menduduki perutnya. Dan melancarkan pukulan bertubi-tubi ke wajahnya hingga mengeluarkan banyak darah. "Ayo-ayo, masa udah bawa pisau masih aja kalah?" Ledek Dian sambil terus memukuli wajah orang dibawahnya.


[Ding! Kemampuan Memukul+1]


[Ding! Kemampuan Memukul +1]


[Ding! Kemampuan Memukul +1]


Preman-preman lainnya baik yang berada di depannya dan dibelakangnya yang melihat Dian menghajar dengan brutal salah satu teman mereka, langsung berniat untuk kabur meninggalkannya. "K-kabur!"


Namun Dian, membiarkan preman di belakangnya lari karena tidak bisa mengejarnya. Mengambil salah satu batu berukuran setelapak tangannya di tanah, dan melemparkannya ke arah 3 preman di depannya yang berniat kabur melalui gang di depannya.


*Wush


*Dak!


Salah satu preman yang berniat kabur, terkena lemparan batu itu tepat di lutut nya dan membuatnya tersungkur di tanah kesakitan. "AGGGHHH!!! kakiku!!" Teriaknya.

__ADS_1


[Ding! Kemampuan Melempar+1]


Dian dengan senyuman sinisnya yang belum memudar, mendekat ke arah preman di depannya yang sedang merintih kesakitan. Preman itupun langsung ketakutan dan mencoba kabur namun tidak bisa karena lututnya benar-benar biru bengkak setelah terkena lemparan Dian.


__ADS_2