
Singkat cerita setelah pengiriman pertama Dian di restoran milik Pak Barto, Dian mendapatkan review yang sangat memuaskan.
Keesokan harinya setelah mengirim, Pak Barto bahkan menelepon Dian lagi untuk mengirim 20kg ayam lagi ke restorannya.
Tentu saja Dian menerimanya, alhasil nama peternakan Dian pun meluas ke seluruh kota. Dian saat ini sudah mempunyai kurang lebih 24 langganan yang setia membeli ayamnya.
Permintaan yang diterima Dian pun bermacam-macam, ada yang menginginkan 30 ekor ayam dalam 2 hari, ada yang menginginkan 10 ekor ayam per harinya, dan seterusnya.
Hal itu membuat Dian harus merestock ayamnya per hari karena kekurangan, Dian sampai bekerja sama dengan peternakan ayam di dekatnya agar tidak habis.
Omset Dian cukup memuaskan juga, walau mungkin belum sebanyak Bu Rina yang menggajinya 1,5 juta/hari. Dian dapat menghasilkan sekitar 600.000-1.000.000+/hari tergantung permintaan pelanggan.
Dian bersyukur dirinya dapat membuat usaha sejauh ini, namun masalah terus berdatangan dengan seiringnya perkembangan peternakannya.
"Besok, tolong kirim 20 ekor ke tempat saya ya." Ucap Pelanggan 1 dalam telpon
"Oke Bu, akan segera saya proses nanti." Balas Dian.
Dian menutup telponnya dan mendesah karena sedikit lelah, akhir-akhir ini dia juga kekurangan istirahat karena terus memikirkan kerjaannya.
__ADS_1
"Stok Ayam mau habis lagi, udah gitu kayaknya pelanggan yang berlangganan terus meningkat...Apa Sebaiknya aku beli satu peternakan lagi ya?" Pikir Dian.
Setelah membeli 1 peternakan seluas 1,5 hektar dan berbagai keperluan lainnya, Dian masih mempunyai sekitar 71 Juta rupiah di rekening banknya.
Itu tidaklah mustahil jika Dian membeli 3 peternakan lagi dan meningkatkan keluwesan usahanya, namun dia sendiri tidak cukup kuat untuk mengurus semua usaha itu sendiri.
"Pertama aku akan membeli 1 peternakan, lalu sisanya.."
Dian memikirkan rencana yang akan dikerjakannya dalam otak. Lalu ketika semuanya sudah ready, Dian langsung menelpon salah satu orang yang menjual peternakan ayam.
"Permisi pak, apakah ini dengan Bapak Sudarto? iya-iya, jadi rencananya hari ini juga saya ingin membeli 1 peternakan ayam seluas 1-2 hektar, baru berniat beli 1 sih..." Dian bernegosiasi dengan Bapak Sudarto di dalam telepon.
[Ding! Kemampuan Negosiasi+1]
[Ding! Kemampuan Negosiasi+1]
Dian pun segera menaiki motornya menuju alamat yang diberikan oleh Bapak Sudarto untuk langsung bertransaksi dengannya.
******
__ADS_1
Singkat cerita, Dian sudah selesai dengan membeli peternakan milik Bapak Sudarto, dan sekarang Dian mempunyai total 2 peternakan yang ia kelola.
"Oke, berarti mengenai permintaan pelanggan seharusnya tidak perlu dikhawatirkan dulu sih. Sekarang yang diperlukan..." Dian membuka kontak teleponnya.
Walau Dian sekarang mempunyai 2 peternakan, bukan berarti masalahnya sudah sepenuhnya selesai.
2 Peternakan berarti pekerjaan yang diterima Dian semakin meningkat, dan dengan pelanggannya yang terus meningkat selama ini, Dian tidak bisa mengurusi semuanya sendiri.
"Halo? Iya ini Dian. Dengan Fendy kan? bisa minta tolong ga sebentar? tenang aja, ini kubayar ko." Ucap Dian dalam telepon.
Orang yang ditelpon Dian saat ini adalah Fendy, dia adalah sahabat SMP nya dan terkenal hebat dalam mengedit atau pun membuat brosur selebaran promosi.
Dian memerlukan kemampuannya dalam rangka untuk mempromosikan peternakannya sekaligus mencari karyawan untuk ia rekrut.
"Iya-iya, bikin aja 100 lembar. Entar ku transfer bayarannya ke rekeningmu ya? kasih tahu aja di WhatsApp." Pinta Dian.
Dian memerlukan karyawan untuk membantunya mengelola usaha peternakannya, Dian tidak bisa terus menerus bekerja secara independen dengan urusannya yang selalu meningkat.
Total karyawan yang Dian perlukan saat Ini adalah sekitar 15 Karyawan, Dian berharap setidaknya dia bisa mendapatkan segitu untuk meringankan pekerjaannya.
__ADS_1
"Oke, masalah karyawan tinggal ditunggu saja, sekarang.."
Mengetahui masalah Karyawan sudah ditunda untuk saat ini, Dian menaiki motornya untuk pergi ke tempat tujuannya selanjutnya.