System Level Up+

System Level Up+
Chapter 54 : Melunasi Hutang, Beatrice Bergabung Dalam Tim


__ADS_3

Beatrice menganggap Dian bercanda. "Hahahahaha! ya-ya, itu sangatlah lucu. Tetapi katakanlah saja jika kamu berhasil melunasinya. Maka aku akan menjadi anak buahmu, bercanda-bercanda!"


Dian mengambil segelas bir lagi, sebelum menjawab respon Beatrice. "Baiklah, kalau begitu aku akan melunasinya sekarang juga, dimana APMK mu? serahkan padaku." Pinta Dian.


"Dian, aku tahu kamu baik. Namun ini 1 miliar, bukan jumlah uang yang bisa didapatkan dengan meminta di jalanan." Balas Beatrice.


"Ya, aku tahu itu. Namun katakanlah aku benar-benar memilikinya di rekening bank ku sekarang." Jelas Dian.


Beatrice mendekatkan wajahnya ke Dian sambil tersenyum, ia lalu memasang wajah serius dengan tatapan seolah-olah mengatakan padanya untuk "tidak bercanda".


"Bocah, jangan bercanda seperti itu, apakah kamu benar-benar memiliki uang tabungan 1 miliar di rekening bank mu?" Tanya Beatrice serius.


"Ya, aku memilikinya." Jawab Dian yakin sambil melihat kedua mata Beatrice di depannya.


"Jika kamu berhasil membeli klub ini, katakanlah aku akan melakukan apapun yang kamu mau. Termasuk membuatmu merasa nikmat di hotel." Tawar Beatrice.


"Tidak, kamu tidak perlu sampai seperti itu." Dian mengambil seteguk bir lagi.


"Tidak aku serius. Anggap saja klub ini adalah seluruh hidupku, itu artinya kamu sedang membeli hidupku saat ini. Kamu bisa memegang kata-kataku." Ucap Beatrice.


"Baiklah-baiklah, itu terserah kamu saja jika kamu ingin seperti itu tapi...aku punya beberapa syarat." Beritahu Dian.

__ADS_1


"Aku akan melakukan semuanya tanpa bertanya. Jika kamu memang memilikinya, tolong gunakanlah untuk menyelamatkan klub ini." Pinta Beatrice.


Beatrice benar-benar memohon pada Dian, dari tatapan seriusnya Dian tahu betapa berharganya club ini baginya.


Ia tidak tahu apa yang berharga dari klub itu namun, setiap orang mempunyai hal yang berharga bagi diri mereka masing-masing.


"Baiklah, cepat bawakan APMK nya ke sini, aku akan mentransfernya sekarang juga."


*******


{Ting! selamat pembayaran telah berhasil!}


Saat suara dentingan dari APMK di bawahnya berbunyi, mata Beatrice melebar, utang senilai 1 miliar itu hilang sekejap dari beban pikirannya seperti bukan apa-apa.


Dunia ini kejam, itulah yang selalu dipikirkan Beatrice dalam pikirannya. Dia tidak menduga jika ada yang rela menyerahkan 1 miliar kepada orang asing seperti Dian seolah bukan apa-apa.


"Dian! kau tidak bercan...Tidak! ini tidak bercan...." Beatrice kehabisan kata-kata.


"Dian menghembuskan napas mengetahui transferannya berhasil. "Oh, baguslah. Teryata sudah mas--"


Sesaat sebelum Dian menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja Beatrice memeluknya.

__ADS_1


"Dian! terimasih banyak!. Kau baru saja menyelamatkan hidupku! Terimakasih....terimakasih....terimakasih. Kau pahlawanku!" Ucap Beatrice Ceria.


"Nona Beatrice....aku...tidak bisa bernapas..." Keluh Dian.


Beatrice memeluknya begitu erat, membuat Dian sulit bernapas. Itu karena tenaga Beatrice yang begitu besar hingga meremukkan tubuhnya.


"Oh! maaf...maaf!"


Beatrice menjauh dari Dian sedikit ketika mengetahui dirinya sedikit kegirangan. Mukanya malu melihat ke arah Dian.


"Tidak apa-apa jangan dipikirkan, selain itu...sebaiknya kamu menyelesaikan urusanmu dulu bukan?" Pastikan Dian.


"Oh iya! tolong tunggu sebentar oke?...Dian, kamu bisa menambah seluruh bir yang ada di klub ini sesukamu hari ini!" Jelas Beatrice.


Dian meninggalkan Beatrice yang tampak sedang menghubungi seseorang. Sementara itu, dia membuka hpnya untuk melanjutkan plan rencananya.


Ada alasan juga kenapa Dian rela membantu Beatrice, salah satunya adalah untuk membantunya menuntaskan masalah barunya yang terletak di Tangerang.


"Aku sudah selesai Di...maksudku Tuan Dian?" Beatrice menjadi malu memanggil nama Dian secara langsung, melihat bagaimana santainya Dian melunasi utangnya. Sikap Beatrice tanpa sadar berubah menjadi hormat.


"Nona Beatrice, tidak perlu terlalu formal juga tidak apa-apa, selain itu...aku perlu bantuanmu." Beritahu Dian.

__ADS_1


Mendengar orang yang baru saja menyelematkannya memerlukan bantuan darinya, Beatrice menjawab dengan semangat. "Tentu saja! masalah apapun itu...akan ku usahakan semampuku! dengan hidupku!" Teriak Beatrice.


Dian sedikit tersenyum melihat nona di depannya begitu bersemangat, walau mungkin sedikit berlebihan. "Kalau begitu, tolong ikut denganku ke Tanggerang sekarang.." Ucap Dian.


__ADS_2