
Setelah mendengar bahwa ada masalah di peternakannya, Dian langsung pergi menuju peternakan yang ditempati oleh karyawan yang baru saja meneleponnya.
Peternakan itu adalah peternakan 3, yang letaknya kurang lebih 2 km dari peternakan 1. Dian mempunyai total 11 peternakan dan masing-masing dari mereka berjarak kurang lebih 2-3 km dari peternakan sebelumnya.
Dian bingung tentang masalah apa yang terjadi di peternakannya, namun menurut salah satu karyawannya di telepon, ada seorang perempuan yang sedaritadi sedang marah-marah di situ.
Baru kali ini, sejak peternakannya dibuka sampai beberapa bulan lalu. Ada pelanggan yang emosi terhadap peternakannya. Itu karena service yang ditawarkan supplier Sunbright biasanya selalu cepat dan on time.
Apakah mungkin ada sesuatu di peternakannya yang mulai membuat pelanggan kurang puas? atau karena service nya mulai melambat? dari berbagai kemungkinan itu. Dian sedang menebak di mobilnya saat ini.
Setelah mengendari mobilnya selama 20 menit, Dian pun sampai di peternakannya dimana ada beberapa mobil yang saat ini sudah terparkir di parkiran peternakannya.
Dian langsung memakirkan mobilnya, dan turun untuk segera menuju guesthouse yang di mana saat ini tamu yang ia akan temui sedang menunggu.
Tepat setelah Dian membuka pintu guesthousenya, suara protes mulai terdengar.
"Dimana Ownernya? saya ingin membicarakan kenapa stock ayamnya sampai saat ini belum terkirim-kirim ke restoran saya!" Ucap tamu 1
"Iya itu betul! saya juga belum mendapatkannya sejak memesan 2 hari lalu! biasanya selalu on time, kenapa sekarang jadi begini? yang ruginya jadi saya tahu!" Protes Tamu 2.
"Apakah para pekerja di sini sudah mulai malas? panggil owner kalian sekarang juga!" Teriak tamu 3.
Teriakan dari ketidakpuasan tamu tersebut memekakkan telinga Dian dan membuat karyawan yang sedari tadi berusaha untuk menenangkan mereka kewalahan. "S-sabar dulu bu, sabar.." Ucap karyawan 1.
__ADS_1
Dian yang sudah masuk, langsung segera menghampiri mereka untuk menengangi mereka. "Saya Dian bu, Owner dari Sunbright Supplier, mohon tenang dulu bu. Jika boleh, bisakah ceritakan saya kendala yang anda maksud?" Tanya Dian dengan halus.
Para Ibu-Ibu yang sedari tadi emosi, menghentikan teriakan mereka sejenak setelah melihat bahwa Dian sudah datang. Namun mereka mulai memprotes lagi beberapa saat kemudian..
"Akhirnya kamu datang juga...dengar, kenapa dari kemarin ayam saya--"
Karena Dian tidak bisa memahami situasinya jika ke tiga tamunya tersebut terus mencerocos tanpa henti, Dian menyuruh mereka untuk berbicara satu persatu. "Sebelum itu bu, daripada saya nanti bingung. Tolong berbicaranya satu-satu ya.." Pinta Dian.
Para tamu di depannya awalnya masih kesal dengan kepentingan mereka masing-masing, namun karena Dian berbicara mereka dengan halus dan sopan. Perasaan mereka yang tidak enak pun akhirnya membuat mereka juga mulai berbicara menggunakan etika. "B-baiklah, maafkan kami...kami akan berbicara dengan pelan agar jelas." Ucap tamu 1.
Dian menghela napas mengetahui bahwa tamunya mengerti, dia pun mulai menanyakan ke satu persatu tamu nya tentang kendala yang mereka alami. "Kalau begitu bu, mulai dari Ibu yang ada di sebelah sini." Tunjuk Dian ke tamu 1.
Tamu-tamu yang berada di depan Dian saat ini, semuanya merupakan pemilik restoran yang menjalin perjanjian bisnis dengan usahanya. Beberapa dari mereka sudah langganan dengan Sunbright supplier sejak lama semenjak usaha supplynya berdiri.
Mereka puas dengan servive dari peternakannya, dan senang dengan itu. Namun akhir-akhir ini, masalah yang biasanya tidak muncul dari peternakan Dian membuat mereka menjadi kesal dan jengkel. Itu karena tidak biasanya mereka mendapat masalah dari peternakan Dian.
Hampir semua masalahnya sama, yaitu tentang keterlambatan pengiriman ayam potong ke restoran mereka. Untungnya tidak ada masalah mengenai kualitas ayamnya selain pengirimannya saja.
Biasanya, pengiriman ayam potong yang Dian lakukan dari peternakannya dikirim sehari lebih cepat dari waktu pengiriman asli agar dijamin sampai on time ke restoran pelanggannya menggunakan truk. Truk itupun sudah diperintahkan untuk menggunakan jalan pintas agar lebih cepat sampai menuju restoran tujuan.
Jadi restoran di sana akan mendapatkan stock ayam sehari lebih cepat dari waktu yang dijanjikan atau bahkan lebih gasik. Hal tersebut sudah berjalan berbulan-bulan tanpa masalah selama ini.
Namun baru-baru ini, dihitung dari jangka waktu pengiriman yang dikatakan ketiga tamunya, stock ayamnya sudah beberapa hari ini tidak sampai-sampai ke restoran mereka.
__ADS_1
Padahal tidak ada telepon dari karyawannya yang datang akhir-akhir ini ke ponsel Dian, dia mengira semuanya baik-baik saja selama ini.
"Sebentar ya bu, saya coba menelepon dulu karyawan saya." Ucap Dian kepada ketiga tamunya.
Untuk memastikan pun, Dian mengambil buku catatan jadwal yang ditulis rutin oleh karyawan di setiap peternakannya, dan menelepon ke karyawan yang saat ini sedang betugas mengantar ayam ke restoran pelanggannya.
Deringan telepon berlangsung lama tanpa dijawab, dan setelah beberapa saat, telepon itu dijawab. "Halo apakah ini Anto?" Tanya Dian dalam telepon.
Pertama tidak ada jawaban yang masuk, namun suara karyawannya terdengar beberapa saat kemudian. "H-halo? maaf, ini siapa ya?" Tanya Anto karyawannya.
"Ini owner dari Sunbright Supplier, Dian. Anto, bisakah kamu beritahu dimana kamu saat ini?" Tanya Dian pada karyawannya.
"B-bos?! m-maaf karena berbicara kurang sopan sebelumnya." Balas Anto karyawannya.
Dian bersyukur mengetahui bahwa karyawannya baik-baik saja dan tidak mengalami kecelakaan, ia kira mungkin saja alasan kenapa stock ayamnya bisa datang terlambat diakibatkan oleh karyawannya yang mengalami kecelakaan.
Hal yang Dian perlu tanyakan saat ini sekarang hanyalah alasan kenapa stock ayamnya datang terlambat. Dian pun bertanya kepada Anto karyawannya. "Anto, saat ini saya sedang di guesthouse peternakan 3 dan didapati banyak protes dari pelanggan restoran karena terlambatnya stock ayam yang datang ke restoran mereka, bisakah kamu beritahu kenapa itu bisa terjadi?" Tanya Dian pada Anto karyawannya.
Anto tidak langsung menjawab pertanyaan bosnya, terdengar suara resah dari balik teleponnya. "I-itu.."
Dian tidak memaksa untuk Anto langsung menjawab, mungkin aja ada situasi kenapa ia kurang luwes dalam berbicara..
"B-bos mengenai itu...sebenarnya beberapa hari lalu, saya sedang mengirim tanpa masalah menuju restoran sesuai jadwal. Namun saat saya hampir sampai ke kota tujuan..." Anto menghentikan kalimatnya sejenak.
__ADS_1
"Saat hampir sampai? apa yang terjadi?" Tanya Dian lagi.
"I-itu...s-sebenarnya, ada beberapa mafia yang menghalangi saya dan menyuruh saya mengambil jalan memutar..." Jelas Anto dalam telepon.