
Di kediaman Rex saat ini, tawa keras terdengar di rumahnya.
"Pft hahahahaha, jadi kalian berhasil menghancurkan motornya?" Ucap Rex memastikan.
"Betul bos, kami sudah merusaknya sampai tidak terlihat lagi seperti motor. Aku yakin adiknya sedang menangis saat ini." Jawab salah seorang bawahannya.
"Kukuku, kerja bagus kalian semua, nih 500.000 buat kalian masing-masing." Rex memberikan total 5 juta rupiah untuk 10 anak buahnya.
"Hehehe, makasih bos." Ke 10 anak buahnya berterima kasih.
Saat ini, Rex sedang dipuncak kebahagiannya. Itu karena ia sangat puas telah membalaskan dendam pada Dian atas perbuatannya pada bawahannya kemarin.
Semenjak kejadian Dian mengalahkan anak buahnya, rasa benci dan dengki Rex semakin besar terhadap Dian. Bahkan setelah mengantar pacarnya ke hotel ayahnya kemarin malam. Ia terus terpikirkan cara yang tepat untuk membalaskan dendamnya.
Ia bisa saja menyewakan orang yang lebih untuk menghajar habis Dian, namun dilihat dari situasi ketika Dian berhasil mengalahkan 10 orang nya tanpa terluka sama sekali. Rex sedikit ragu dengan keputusan itu.Ia takut ketika ia mengirim orang lagi, hasilnya akan sama seperti terakhir kali.
__ADS_1
Ia bisa menyerang ekonomi keluarganya, namun ia menganggap itu terlalu berlebihan. Ia bisa mengotori rumahnya, namun dia juga menganggap itu berlebihan. Lalu, baru tadi pagi. Ia mendapat telepon dari salah seorang bawahannya yang mengatakan bahwa Dian mempunyai mobil pribadi dan adiknya yang mempunyai motor. Rex lalu terpikirkan ide bagus saat itu.
Rex menyuruh anak buahnya untuk mengikuti adiknya, dan saat mengetahui bahwa adiknya berada di pasar kota. Rex menyuruh ke sepuluh anak buahnya untuk menghancurkan motor adiknya.
Rex sempat berpikir jika dirinya mungkin terlalu berlebihan, namun karena dia tahu bahwa Dian memiliki banyak uang hingga memiliki mobil pribadi, baginya itu tidak masalah karena Dian dapat segera membeli motor yang baru.
Padahal, motor pemberian Dian itu adalah motor pertama Mira dan merupakan salah satu hal yang paling di sayanginya. Mengetahui bahwa di hari pertama ia mencoba sudah rusak hingga tidak berbentuk, membuatnya sangat sedih hingga menangis.
Rex tidak memikirkan soal apa yang akan terjadi pada adik Dian, hal yang ia pikirkan hanyalah memuaskan dendamnya. Dengan membuat Dian jengkel dan bingung siapa yang melakukannya, membuatnya membayangkannya saja sudah membuat hatinya menari-nari kegirangan.
Rex berpikir bahwa ia tidak perlu khawatir, karena baginya pasar yang didatangi oleh Adik Dian adalah pasar kota biasa yang tidak memiliki pengamanan yang ketat. Padahal aslinya di sana terdapat CCTV yang bersiaga 24 jam.
Karena Rex adalah orang kaya, ia tidak pernah ke tempat perkampungan ataupun restoran dibawah bintang 5. Bahkan ketika dia berbelanja pun, minim-minim dia akan berbelanja di supermarket dan bukan pasar.
Hal itu membuat pola pikirnya sedikit meremehkan tempat-tempat yang tidak standar olehnya, ia menganggap tempat-tempat layaknya pasar tidak mempunyai security keamanan seketat supermarket yang ia datangi.
__ADS_1
Tapi rasa khawatirnya itu, entah kenapa semakin menjadi-jadi. Dan hanya untuk memastikan saja, Rex pun bertanya pada bawahannya yang saat ini sedang menikmati uang gaji mereka.
"Oi, saat kalian menghancurkannya, apa kalian sudah mengecek bahwa tidak ada CCTV di sekitar?" Tanya Rex pada bawahannya.
Ketika mendengar pertanyaan Rex, muka bawahannya berubah menjadi pucat seketika. Namun mereka dengan cepat mencari alasannya. "B-bukankah itu hanyalah pasar kota biasa? dan tempat parkirnya berada di belakang pasar loh. Harusnya tidak ada CCTV kan di sana?" Salah seorang bawahannya beralasan.
Memang, tempat belakang pasar adalah salah satu bagian yang jarang diperhatikan oleh pemilik sehingga CCTV terkadang tidak dipasang di sana. Bawahannya mengetahui itu dan memakainya sebagai alasan.
"B-betul juga sih..." Rex mencoba mempercayainya.
Walau mungkin seandainya Rex keliru dan ternyata ada CCTV yang merekam, toh dia dapat membayar petugas di sana untuk menghapus rekamannya jika perlu. Bagaimanapun juga tidak ada yang bisa tidak diubah dengan menggunakan uangnya.
"Kalau begitu sekali lagi aku berterima kasih pada kalian semua, semoga kedepannya kalian dapat menjalankan tugas dengan baik lagi." Ucap Rex dengan tersenyum.
"Siap bos, kapanpun kita siap. Asalkan ada bayarannya kan? Hahahaha" Bawahannya tertawa keras.
__ADS_1
Di tengah-tengah perayaan itu, Rex tidak tahu jika saat ini, ada mobil yang sedang berhenti di depan kediamannya.