System Magic Power

System Magic Power
Bab#23. Ana Yang Mulai Curiga.


__ADS_3

"Sial sekali! Si tua bangka itu telah membuat seluruh tubuhku lemas tak bertulang. Apa yang terjadi padanya? Bahkan ia hanya memberi ku waktu istirahat sebanyak lima belas menit saja, seharian ini," keluh Ana.


Ada sedikit rasa keinginan tersirat dalam dirinya. Dimana dirinya ingin tahu asal usul tentangnya. Setidaknya ia ingin tau dari ras apa ia berasal. Lama kelamaan Ama merasa jika dirinya tidak mirip Moggart. Ia bahkan lebih hebat dari siapapun di dalam kelompoknya.


Jika ia masuk ke dalam tas iblis pun itu tidak mungkin. Sebab, menurut cerita dari Lucifer Demon kala itu. Wanita dalam bangsa iblis hanya sebagai inang, namun struktur tubuh Ana nyatanya tidak sanggup menampung benih ribuan telur iblis. Itu artinya, Ana juga bukan bagian dari mereka.


Akan tetapi, jika ia membandingkan dirinya dengan ras manusia. Tentu saja dirinya tak kan menemukan kesamaan.


Manusia itu lemah, Napsu mereka juga tidak sebesar dirinya. Mereka bahkan mengkonsumsi makanan matang. Sedangkan, Ana ia akan berburu di laut jika perutnya lapar.  Dan, sahabatnya Boa yang akan mencarikan makan untuknya.


Lalu, di bagian ras mana dirinya. Bahkan, tak ada sedikitpun ingatan yang dapat memberikan informasi pada Ana. Semua pengetahuan untuk bertahan hidup ia cari tau sendiri.


Perlahan, Ana mulai mencurigai Kyuthile.


"Apakah mungkin jika aku berasal dari satu ras tertentu. Namun, profesor telah berhasil menghabisi bangsaku itu? Sehingga yang tersisa hanyalah aku seorang diri. Lalu, profesor juga yang telah mengambil semua ingatanku. Jika itu benar, dia sungguh keterlaluan!" Ana menahan geram dan marah di dadanya.


"Baiklah. Aku akan membaut Drake berada di bawah kuasaku. Aku yang akan mengendalikannya. Aku yang menemukan Drake. Profesor tidak bisa berbuat seenaknya pada naga-ku!" Ana pun kembali mengenakan pakaiannya.


Lalu ia keluar dari kastil dengan cara terbang. Ana kembali ke danau dan menyelam ke dalamnya demi membersihkan diri juga mengisi perutnya yang lapar.


Setelah itu, Ana kembali ke daratan dan berjalan menggunakan kedua kaki jenjang indahnya. Ia berjalan masuk ke dalam gua dan menemui peliharaan kecilnya.


"Hai, Drake. Ini makanan untukmu, ikan-ikan segar. Ku harap kita menjadi teman baik. Aku kan selalu memberikan makanan enak padamu!" janji Ana berusaha menjadikan Drake menurut padanya. 


Hewan itu menjulurkan kepalanya. Untuk meraih setumpuk ikan segar yang di bawa oleh Ana.

__ADS_1


Drake mengerang sambil mengunyah makanannya. Hewan itu begitu cepat berevolusi. Ana yakin, dalam beberapa hati lagi. Drake akan menjadi seekor naga miliknya yang gagah.


"Aku tidak sabar terbang bersama mu Drake," ucap Ana sambil mengelus kepala Drake pelan. Wanita itu tersenyum lebar dengan kedua mata berbinar.


________


Pagi ini, pekan pertama setelah beberapa purnama Orion ada di dalam lingkungan akademisi. Orion latihan berburu di hutan yang tak jauh dari keberadaan markas akademi sihir.


Setelah pertempuran beberapa kali yang menguras tenaga dan juga pikiran. Akhirnya, Ace memutuskan untuk mengajaknya healing ke hutan.


Pada saat menunggang kuda, Orion nampak begitu gagah. Pria itu mampu menguasai hewan tersebut dengan sangat  baik. Padahal baru beberapa kali berlatih dan langsung mahir.


Kuda berkulit hitam legam dengan surai yang panjang itu pun dengan mudah ia taklukkan.


Hewan pun dapat merasakan jika hatimu tulus atau busuk. Orion semakin memacu kudanya membelah hutan belantara yang masih jarang di sentuh oleh tangan manusia biasa.


"Suara apa itu!" menghentikan lari kudanya, kemudian memasang telinganya tajam. Seketika hal itu juga menghentikan pergerakan dari beberapa kawannya di belakang.


Termasuk Luna, Beatrice, Flyod dan juga Ace.


"Kenapa kalian terus  mengikuti ku?"  tanyanya pada dua wanita dengan tenang berada di atas kuda, tepat di sampingnya ini.


Kedua wanita itu hanya diam dan tersenyum saja. Mereka tengah mabuk kepayang dalam kekaguman, terhadap Orion yang laksana ksatria ini.


Orion, pun akhirnya memutuskan untuk mengabaikan keduanya. Ia dengan gerakan cepat telah turun dari tunggangannya. Seekor kuda pacu yang gagah dan mampu berlari secepat angin.

__ADS_1


Rrrrr ...!


"Tenanglah, aku tau bahwa kau menyadari sesuatu. Sama, aku juga. Tapi, aku tidak tau itu apa," gumam Orion berbicara pada si hitam metalik tunggangannya ini.


Kuda hitam itu hanya bisa mendengus dan menurut. Entah bagaimana, hewan yang susah dikendalikan ini begitu jinak pada Orion. Padahal selama ini, Flyod dan Ace begitu sulit menjinakkan hewan gagah ini.


"Ayo, aku tidak akan takut. Kau pun begitu, kan. Kau adalah tunggangan si Orion Nebula. Meskipun di depan kita adalah seekor naga, kau jangan sekali pun gentar, mengerti!" ucap Orion seakan tahu apa yang yang akan mereka temui.


"Pergilah! Jangan menakuti mangsa dan buruanku!" Orion berteriak pada mahkluk yang bersembunyi di balik bebatuan dan semak belukar.


Geraman dari hewan atau monster itu telah mengusir hewan yang hendak  ia buru untuk makan malam nanti di markas.


Si hitam mulai meringkik di susul oleh kuda-kuda yang lain di belakang mereka. Luna dan Beatrice nampak kewalahan kala binatang tunggangan mereka gusar.


Grrrrr!


Keluarlah mahluk yang bersembunyi itu, kemudian membentangkan sayapnya di hadapan para penyihir ini.


"Apakah itu naga? Bukankah hewan itu telah punah?" cecar Beatrice pada Luna yang berada di sebelahnya.


Sementara gadis yang di tanya hanya bisa melongo. Dia sendiri pun bingung. Bahkan, ini kali pertama dirinya melihat hewan legendaris itu.


Orion dan Ace telah menyiapkan tongkat sihir untuk berjaga-jaga , tapi dengan cepat hewan tersebut berkelebat dan langsung terbang ke angkasa.


"Apakah hewan itu sedang main, nyasar, atau memang mengawasi kita?" cecar Flyod.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2