System Magic Power

System Magic Power
Bab#31. Merasa Di Lecehkan.


__ADS_3

"Dia, sudah dua hari tidak sadarkan diri. Apakah, Orion akan baik-baik saja?" tanya Beatrice pada Luna yang tengah membersihkan tubuh atas pria yang tergeletak lemah itu, dengan menggunakan waslap dan air hangat.


"Aku telah memeriksa, seluruh alat vitalnya normal. Racun yang berada di dalam tubuhnya sudah keluar. Kau lihatlah. Bahkan, lukanya tak berbekas. Ketua kita, tengah masa pemulihan tenaganya."


"Dia semakin mempesona dengan warna rambut barunya," puji Beatrice seraya tersenyum sambil membelai rambut Orion yang telah berubah menjadi perak. Dan hal itu pun sontak membuat Luna berdecak.


"Sini, biar aku yang menggantikan mu!" Tiba-tiba, Beatrice meminta waslap yang ada di tangan Luna.


"Buat apa! Aku kan yang bertugas merawatnya. Kau diam dan lihat saja!" tolak Luna tegas. Enak saja, ia tidak akan melepaskan kesempatan sekali seumur hidup ini kepada saingannya.


"Aku ingin membantumu. Kenapa kau menolak? Bagian bawahnya saja bahkan belum kau bersihkan bukan?" tegur Beatrice, seraya tersenyum penuh arti.


"N–nanti, juga akan ku bersihkan! Kau keluar saja sana ! Jangan menggangguku!" usir Luna pada Beatrice, seraya mendorong bahunya.


"Enak saja mau mengusirku! Wanita polos sepertimu, tidak akan sanggup melakukannya," tukas Beatrice tetap bersikeras dengan keinginannya.


"Cepat berikan waslap itu! Biar aku saja yang membersihkan nya! Lagipula, aku kan sudah pernah melihatnya jadi pasti semua akan berjalan lancar tanpa hambatan karena ... aku tidak akan grogi apalagi sampai gemetar," desak Beatrice, yang mana hal itu membuat Luna semakin geram.


Lantaran dirinya secara tidak sengaja tengah pamer bahwa mereka pernah tidur bersama sedangkan Luna tidak.


"Aku tidak perduli! Sebaiknya kau pergi dan jangan menggangu tugasku untuk merawat pasien spesialku ini!" usir Luna lagi, dan kali ini nada suaranya semakin tinggi.


Pertanda ia serius dan benar-benar jengah atas pembicaraan liar barusan.


"Kau mengusirku! Sombong sekali! Aku berhak ada di sisinya. Karena dia pasanganku, kau faham!" hardik Beatrice, tak tahan ia pun mengeluarkan emosinya.


Wanita itu telah menyimpan kesal sejak dua hari yang lalu. Dimana hari-harinya tak tenang lantaran memikirkan ketika Orion dan Luna di ruangan ini hanya berdua saja.


Bagaimana, jika Luna sudah berbuat macam-macam tanpa sepengetahuannya. Bisa saja kan? Seketika pikiran liar menguasai kepala Beatrice.

__ADS_1


"Pasangan apa? Sembarang saja kau mengklaim Orion sebagai milikmu! Kau tidak tau saja. Sebelum kedatangan naga sialan itu, kami berdua tengah, eemm ... di–di pinggir sungai," ungkap Luna dengan wajah memerah, lantaran ia kembali mengingat ciuman panasnya bersama Orion sebelum naga itu menyerang mereka.


"Ck, apa yang kalian lakukan belum tentu seperti apa yang aku dan dia lakukan semalaman kala itu. Mungkin saja, jika saat ini benih penyihir hebat telah berubah menjadi cikal bakal keturunan penyihir luar biasa selanjutnya," terang Beatrice, dengan tatapan mata yang tak dapat di mengerti oleh Luna.


"A–apa maksudmu? Mana mungkin! Kalian kan baru melakukannya sekali!" tampik Luna menolak apa yang kini berseliweran dalam otaknya.


"Apa yang tengah kau pikirkan dalam otakmu saat ini, gadis kucing! Memang kau tau jika kami hanya melakukannya sekali. Kami itu berpelukan sampai pagi. Sebab ... kau tau, Orion begitu ketagihan dengan permainanku. Kau jangan membayangkan ya, nanti otak polos mu bisa rusak," ledek Beatrice yang tertawa sambil menyibak rambut panjang Luna yang hitam legam.


"Itu tidak mungkin!" Luna menggeleng cepat, mengusir segala hal buruk yang mampir di pikirannya saat ini.


"Makanya, sini! Berikan waslap itu padaku! Serahkan tugas ini kepada yang berhak!" tukas Beatrice lagi, sehingga membuat wajah Luna semakin merah padam.


Ia melempar waslap itu, tapi tak pergi. Luna tetap berdiri melihat dan mengawasi setiap hal yang dilakukan oleh saingannya ini.


Ya, Luna telah memberikan predikat itu kepada wanita yang menyebalkan. Dimana dirinya tengah berada di hadapannya saat ini.


Beatrice, begitu berlagak semenjak ia pernah tidur dengan Orion. Tapi, Luna berusaha tidak meyakini jika hubungan semalam itu akan membuahkan cikal bakal bayi mereka.


"Stop! Apa yang mau kau lakukan!" pekik Luna yang mana hampir copot jantungnya. Sebab, pada saat ini Beatrice sudah setengah jalan ketika membuka celana panjang Orion.


Hingga, Luna dapat dengan jelas melihat sesuatu yang menyembul dan lumayan besar di balik segitiga hitam itu.


" Kalau kau tidak akan kuat, keluar saja sana!" usir Beatrice santai, kepada Luna. Dirinya yakin, gadis kucing yang polos itu tidak akan sanggup menyaksikan keindahan dari tubuh Orion.


Apalagi bagian kejantanannya yang mampu membuat siapapun sesak. Bahkan, Beatrice saja sudah payah menguasai dirinya pada saat ini.


Wanita seksi berambut merah ini kembali teringat kejadian pada malam itu. Tidak sia-sia dirinya memasukkan vitamin penambah libido dan vitalitas untuk pria.


Ternyata, suplemen itu berefek sesuai keinginannya. Meskipun dia tau, dirinya tidak akan mungkin bisa hamil. Sebab, rahimnya telah diangkat semenjak kecelakaan yang juga menewaskan kedua orangtuanya.

__ADS_1


Tentu saja, Beatrice menyembunyikan kekurangannya itu dari semua orang. Termasuk pada si gadis kucing. Biarlah dia berpikiran seperti apa yang diinginkan olehnya.


Dengan begitu mungkin Luna secara perlahan akan mundur. Kemudian dirinya akan memiliki Orion seutuhnya, sepenuhnya.


"Tidak! Aku tidak akan pergi kemanapun sampai kau selesai. Setalah ini, aku akan membuka peredaran darahnya. Lalu--"


"Lalu apa? Kau hanya akan memandangi wajahnya seharian. Dasar maniak!" celetuk Beatrice penuh emosi. Ia tau dan sangat tahu jika Si gadis kucing ini sangat tergila-gila kepada Orion.


Ya, dirinya pun tidak menyangkal, jika hal yang sama juga terjadi padanya. Wanita mana sih yang tidak akan terpesona dan tergoda dengan sosok Orion yang begitu menawan.


"Heh, ternyata selama ini kau mengintip kami ya? Hemm ... siapa yang maniak sebenarnya?" balas Luna puas hati. Apalagi ketika ia melihat wajah Beatrice, sudah memerah menahan kesal padanya.


"Diamlah! Kau berisik sekali dasar kucing!" omel Beatrice yang tak mampu lagi membalas kata-kata sindiran dari Luna.


Lantaran kesal, tanpa sadar Beatrice pun menarik celana Orion kelewat kencang, hingga ...


"Hei! Apa yang ingin  kau lakukan padaku, Beatrice!" teriak Orion yang baru saja siuman, dengan kedua mata terbelalak.


Orion melotot melihat ke bagian bawah tubuhnya yang sudah menonjol keluar. Apa-apaan ini! Ketika sadar justru mendapati dirinya yang hendak di perkosa wanita cantik nan seksi. Pikirnya.


"Orion kau sudah bangun!" pekik Luna senang. Tanpa sadar gadis kucing itu membuka telapak tangan tangan yang sejak tadi menutupi kedua matanya dari pemandangan horor itu.


"Aahh!" Sejak kapan kau juga ada di sini!" teriak Orion kaget, hingga pria itu buru-buru bangun dan turun dari atas brangkar.


Orion segera menaikkan celananya dengan cepat.


Jangan lupakan keadaan Beatrice yang masih mematung lantaran kaget campur malu setengah mati.


" Apa yang kalian berdua lakukan sebenarnya, hah!" hardik Orion yang merasa di lecehkan dua orang wanita.

__ADS_1


Haih, memalukan.


...Bersambung....


__ADS_2