
Hampir saja.
Lesatan dari beberapa jarum mampu Orion hindari. Meskipun benda itu nyaris mengenai wajah serta lengannya.
Gerakan Luna juga sangat cepat bahkan sulit untuk diawasi mata telanjang. Jarum-jarum itu cukup kecil bahkan tak terlihat.
"Kau ini kenapa! Kenapa menyerang ku dengan racun mematikan itu!" seru Orion tak habis pikir. Bahkan napasnya nampak tersengal-sengal.
Dirinya kan hanya mengintip dan sedikit meledek. Masa iya hal sekecil itu bisa membuat Si gadis kucing menjadi semarah ini. Orion sungguh tak habis pikir.
"Hahaha! Ternyata, refleks mu bagus juga!" puji Luna sambil tertawa. Dan, tanpa Orion sadari jika gadis itu kembali memasukkan jarinya ke dalam jubah. Lalu ...
Set. Set. Set ...!
Kembali, jarum-jarum itu pun melesat di saat Orion bahkan belumlah siap.
Akan tetapi, dengan kekuatan Orion yang semakin terkendali. Pria itu memutar tubuhnya dengan gerakan yang sangat cepat.
Orion bahkan berputar hingga beberapa kali di udara. Sehingga serangan jarum beracun yang dilepaskan oleh Luna kembali menyasar pada objek yang salah. Serangan dari senjata rahasia itu melewati bagian bawah tubuh Orion, lalu menancap ke batang pohon.
Sep. Sep. Sep.
"Huh, hampir saja!" desah Orion.
"Sial!" umpat Luna, karena lagi-lagi serangannya meleset. Sepertinya ia harus mengubah rencananya dan juga taktik dalam menyerang pria yang membuat hatinya kesal bukan main ini.
Luna, memasang seringai di wajahnya yang mana hal itu membuat Orion seketika bergidik.
"Sepertinya kau kerasukan! Diamlah di sana Aku akan mengeluarkan setan itu dari tubuhmu! Ku bilang diam, jangan menyerang ku dengan jarum lagi!" ancam Orion memperingati Luna dengan tegas. Ketika gadis itu terlihat hendak memasukkan kembali tangannya kedalam jubah.
"Tau apa! Kau ini seperti dukun saja!" Tiba-tiba Luna terkekeh geli bahkan cukup kencang. Sehingga Orion semakin bergidik dibuatnya.
'Mendekatlah, ayo mendekat!' batin Luna yang semakin mengencangkan tawanya.
__ADS_1
Orion, memutuskan untuk menyalurkan hawa panas pada lengannya hingga ke telapak tangan.
Orion berjalan pelan agar semakin mendekat ke arah Luna. Telapak tangannya telah terbuka dan warna kuning keemasan menyelimutinya. Akan tetapi Luna tidak menyadarinya karena gadis itu hanya fokus ke wajah mempesona Orion saja. .
Ketika Orion sudah mendekat, seketika telapak tangan pria itu yang sudah bercahaya ia letakkan di atas kepala Si gadis kucing.
Sementara itu, Luna yang telah menyiapkan satu jarum di sela jarinya, akhirnya mengurungkan niatnya. Luna kembali menurunkan tangannya yang sudah hampir ia julurkan ke leher Orion.
Ternyata pria penuh pesona dengan rambut hitam agak gondrong itu. Sungguh-sungguh mengkhawatirkan dirinya. Terlihat dari bagaimana raut wajah Orion yang nampak serius, dengan kedua rahangnya yang mengatup.
Luna dapat merasakan energi hangat itu masuk dari ubun-ubunnya. Ia membiarkan saja Orion melakukan apapun pada dirinya. Hatinya cukup senang dan menghangat ketika mengetahui betapa pria di hadapannya ini mengkhawatirkan keadaan dirinya. Sampai-sampai Orion mengeluarkan kuasa dari dalam untuk membantunya.
"Gimana? Setannya udah pergi belum?" tanya Luna bermaksud meledek sebenarnya. Lagipula darimana ada setan? Pemikiran apa pula itu.
"Tidak ada! Sepertinya kelakuan gilamu bukan lantaran kemasukan setan. Tapi, kau memang sudah gila!" sarkas Orion yang sedikit kesal. Susah tau dirinya takut terhadap jarum. Luna justru sengaja mengerjai dirinya.
"Iya sih, memang aku gila. Gila karena kamu," ucap Luna spontan. Sepertinya ia menyesal sebab telah kelepasan bicara.
'Sial kali! Mulutku ini bicara apa!' batinnya menggerutu.
"T–tidak ada." Luna tergagap dan seketika kehilangan keberaniannya. Gadis itu tergagap di saat sosok Orion berada sangat dekat dengan dirinya. Wajah tampan mempesona itu kini berada tepat di depan wajahnya, menatapnya dengan lekat dan sorotan yang dalam.
Luna, kembali teringat momentum di mana pada saat itu Ia hendak mengobati Orion yang terluka parah di ruang pengobatan pada markas.
Bayangan kala mereka berciuman panas hari itu kembali menarik di pelupuk mata Luna. Berharap kejadian itu dapat terulang lagi saat ini.
Ah, apakah dirinya benar-benar susah gila. Pria ini sungguh sudah menguasai otak dan juga hatinya.
Ternyata bukan hanya Luna yang kembali pada momen yang terganggu oleh kehadiran Aidyn kala itu. Orion pun ternyata juga tengah memikirkan kejadian yang hampir membuatnya lupa diri.
"Haih, apa yang ku pikirkan! Pikirkan tugas mu! Bukan wanita!" batin Orion seakan memperingati. Akan tetapi, hati serta raganya berkhianat.
Tatapan liarnya terus menjurus pada sepasang bibir ranum yang penuh dan seksi milik Luna. Ia ingin kembali merasakan sensasi manis dan basah ketika merasakannya.
__ADS_1
Seakan mengerti maksud dari apa yang dipikirkan oleh Orion. Ternyata Luna berinisiatif untuk lebih dulu bergerak maju. Sehingga raga keduanya kini semakin dekat dengan sepasang mata yang saling menatap lekat.
Ternyata gayung bersambut.
Chup!
Kedua bibir itu akhirnya bertemu dan saling memagut.
Emphh!
Orion menekan tengkuk Luna demi memperdalam ciuman mereka. Satu tali dua uang, Luna pun mengalungkan tangannya ke leher Orion . Hingga raga keduanya kini erat menempel tanpa menyisakan jarak satu senti pun.
Tautan yang manis dan hangat itu lama-kelamaan berubah menjadi semakin panas. Perlahan tangan Orion turun untuk mengelus bahu Luna secara lembut dan perlahan. Hingga, raga gadis itu meremang dan bagaikan tersetrum listrik.
Orion bahkan terlihat semakin lihai memainkan ciuman mereka, hingga ia membelit sesuatu yang kenyal dan basah di dalam rongga mulut Luna yang beraroma ceri.
Bagaimana dirinya bisa berhenti jika rasanya semanis ini. Berbeda dengan rasa yang ada pada bibir Beatrice.
Luna berusaha mempertahankan geloranya, ya mencoba untuk tidak mengeluarkan lenguhan maupun desah-an. Akan tetapi pertahanannya runtuh seketika. Di saat Orion menggigit manja bibir bagian bawahnya. Kecupan itu kini beralih ke rahang tirus Luna.
"Sshhh ...!" Hanya sepatah kata itu yang mampu keluar dari bibir Si gadis kucing. Tanpa bisa menolak hanya mampu menikmati apa yang memang ia inginkan terjadi pada dirinya saat ini.
Apalagi saat ini, bibir sensual Orion telah beralih ke ceruk lehernya. Pria itu pun menyesap dengan kuat hingga Luna menggigit bibirnya guna menahan *******.
Sebuah tanda merah kebiruan pasti telah sukses tercetak di sana. Sebuah tanda kepemilikan dari pria yang sangat ia puja sejak awal pertemuan mereka.
Ketika keduanya tengah asik bercumbu.
Tiba-tiba ...
Byaaarrrr!!
Seekor mahluk keluar dari dalam danau dan melesat dengan cepat ke atas. Membuat cipratan besar dari air, mengenai tubuh kedua insan yang sedang di mabuk birahi ini.
__ADS_1
"Ahh! Apa itu!" pekik Luna kaget bukan main. Bahkan dirinya sempat beringsut lari dan menarik Orion juga bersamanya.
...Bersambung ...