System Magic Power

System Magic Power
Bab#59. Makanan Pertama Bayi Naga.


__ADS_3

Beberapa kemungkinan yang menyebabkan telepati terputus ialah apabila seseorang di antaranya berada di lokasi yang tidak terjangkau, sekarat atau mati, serta dengan sengaja memutuskan koneksi secara sepihak.


Karenanya Ace hanya bisa berharap agar penyebab bagi terputusnya komunikasi yang ia dimiliki dengan Orion adalah pilihan yang pertama.


Dalam penyelusurannya, Beatrice terlarut dalam pemikirannya sendiri. Sebab di antara semua orang, hanya ia yang mengetahui bahwa semua ini terjadi akibat kelahiran sang Anak Naga.


Ia harus cepat-cepat menemukan mereka semua sebelum akhirnya Orion menghabisi naga itu dengan tangannya sendiri. Karena apabila pria itu berhasil menyembunyikan jejak-jejak kelahirannya, akan tidak mudah untuk membuat kondisi baru dimana Ana harus dieksekusi.


Kelahiran makhluk itu akan menjadi alasan yang cocok untuk melenyapkannya demi menyelamatkan dunia, tapi jika alasan itu sendiri menghilang, bagaimana mungkin semua akan berjalan sesuai dengan keinginannya?


Beatrice tidak akan mau jika harus mengulang semua itu dari titik nol lagi.


Maka dirinya, mengindahkan perintah Ace untuk menghemat tenaga, mengerahkan energinya dua kali lipat untuk mencari keberadaan mereka.


Sebab ia tidak berniat untuk melawan Orion, biar itu jadi urusan yang lain apabila pertempuran memang betul-betul diperlukan.


Beatrice lebih memilih untuk menangani wanita jadi-jadian itu, yang tengah berada dalam kondisi buruk.


Sebisa mungkin, Beatrice hanya akan mencari keuntungan dari peristiwa ini.


Di dalam gubuk tempat tinggal sementara mereka, Orion dan Ana mematung melihat pertumbuhan bayi naga di depannya. Dalam waktu yang kurang dari sehari, bayi itu sudah tumbuh begitu banyak.


"Kenapa dia cepat sekali tumbuh?" heran Ana.


Matanya berwarna biru persis seperti cangkang kristal yang membungkusnya sebelum ia menetas, satu-satunya hal yang membedakan anak ini dengan baby Crux putra mereka.

__ADS_1


Ana, iseng memberikan jarinya untuk digenggam oleh tangan mungil itu, tapi nahas jari tersebut justru digigit sampai berdarah.


“Sssh,” desisnya kesakitan.


Orion buru-buru menjepit hidung anak itu agar mulutnya membuka. “Mungkin anak ini kelaparan.”


"Tetapi, O. Naga tidak meminum asi, mereka adalah makhluk karnivora sejak lahir. Biasanya, induk-induk naga murni akan memberikan anak mereka hewan buruan yang masih kecil," terang Anastasya.


Para induk biasanya akan mengajarkannya untuk berburu perlahan-lahan. Akan tetapi karena bayi ini tidak murni dan memiliki wujud seperti manusia, tidak mungkin bagi keduanya memberi makan hewan mentah.


Orion pun berpikir untuk pergi ke hutan dan memburu beberapa kelinci karena dagingnya yang lembut.


Tidak perlu menunggu waktu lama, pria itu segera melesat setelah membawa berbagai perkakas yang dibutuhkan. Ia pun masuk ke dalam hutan, mencari habitat kelinci yang biasanya tertutup oleh semak-semak.


Voila!


Orion buru-buru mengambilnya lalu membawanya ke sungai terdekat untuk dibersihkan, kemudian kembali ke gubuk untuk memanggangnya di atas bara api yang ia ciptakan.


Anak naga itu mengeluarkan liur begitu Orion masuk membawa dua ekor daging kelinci. Ia menyerahkan salah satunya kepada Ana dan ragu-ragu memberikan si kecil di depannya sepotong paha.


Dengan secepat kilat anak itu merebutnya dari tangan Orion dan segera melahapnya dengan beringas.


Orang normal manapun akan melihat pemandangan ini sambil bergidik ngeri, bagaimana mungkin seorang bayi memakan daging dengan berantakan seperti monster itu?


Sebenarnya, kedua orang dewasa ini juga berpikir demikian, namun apa boleh buat? Emosi telah mengambil alih akal sehat mereka berdua.

__ADS_1


Mereka hanya terpaku dengan wajah tak berdosa dari sosok yang sedang menyantap makanan pertamanya itu.


Wajah yang amat sangat mereka rindukan, lalu ketika anak itu tersenyum, Ana tidak mampu menahan panas di matanya dan ia pun menangis.


Orion sendiri juga nyatanya sudah kehilangan akal, dia tidak lagi peduli bahwa anak di depannya adalah seekor naga yang mampu membawa bencana bagi dunia cepat atau lambat.


Padahal dulu ia pernah berjanji kepada Ace untuk menyelamatkan sang istri dan dunia secara bersamaan, padahal dulu ia bertekad untuk bertanggung jawab sebagai seorang Ketua


Akademi penyihir dan juga seorang suami.


Tetapi yang ia lakukan saat ini justru secara egois malah mengorbankan keamanan dunia demi kebahagiaan keluarga kecilnya semata.


Orion jadi teringat memori beberapa tahun yang lalu, ketika mereka masih hidup dengan damai, ketika mereka masihlah manusia seutuhnya.


Keduanya menanti kehadiran malaikat kecil mereka tiap harinya dengan perasaan berdebar, merasakan tegang tiap kali Ana mengalami kontraksi, dan menangis bahagia ketika putra kecil mereka lahir.


Segalanya berjalan dengan sempurna, hari-hari terasa begitu indah, udara terasa hangat, langit terlihat selalu cerah.


Semua berlalu dengan mulus sampai akhirnya tragedi tak berhenti-hentinya terjadi ke keluarga mereka. Wanitanya menghilang, putranya dibunuh dengan keji, dan ia pun hampir mati.


Dan ketika takdir mempertemukan mereka berdua kembali, baik Orion maupun Ana sudah bukan lagi manusia seutuhnya.


Tidak ada hal baik yang terjadi setelahnya, jadi tidak bisakah Orion menikmati apa yang terjadi sekarang dengan damai? Ia hanya ingin merasakan kembali bagaimana hangat keluarga yang dulu pernah ia rasakan.


Meskipun segalanya terasa semu, ia rela terbelenggu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2