System Magic Power

System Magic Power
Bab. 67. Keparat Itu Harus Dibasmi!


__ADS_3

"Apakah ada sesuatu yang terjadi pada pria itu dalam perjalanan pulangnya? Atau apakah dia sudah mati sehingga belum sempat memberikan ramuan itu kepada istrinya?" gumam Philip.


Berbagai macam pertanyaan memenuhi isi kepalanya yang kecil. Memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi, baik atapun buruk.


Ketika Philip sudah terlanjur larut dalam macam-macam prasangkanya sendiri, pintu bangunan mirip kastil miliknya itu digebrak-gebrak dengan begitu kencang. Pemuda itu bahkan sampai terperanjat kaget dan buru-buru membukanya.


“Kau datang lagi—eh eh, tunggu, lepaskan aku Brengsek!” Philip memekik ketika Orion berlaku kasar padanya.


Orion menarik kerah bajunya dengan kedua tangan lalu mendorong pemuda itu ke atas sofa.


“Apa kau seorang Barbarian? Bertamu ke rumah orang lalu melakukan kekerasan, meskipun aku penyihir aku tetap bisa mati tahu!” kesal philip seraya menatap tajam ke arah pria tinggi menjulang di hadapannya.


Orion ternyata sama sekali tak memperdulikan ocehannya dan balas bertanya, “Jelaskan padaku apa yang terjadi!" bentak Orion dengan amarah yang sudah di ubun-ubun.


Philip bangkit dan bertolak pinggang. “Jelaskan apa! Kau yang harusnya menjelaskan sesuatu kepadaku, kenapa marah begini? Bagaimana dengan Psyche—”


BRAK!


Philip melompat saat pria itu menendang kursinya sampai terbalik.


“Itulah yang ingin aku tanyakan! Ada apa dengan ramuanmu itu?! Apa kau menipuku? Kau bukan pencipta Psyche dan kau tidak memberikan ramuan yang benar kepadaku!" hardik Orion.


“Apa yang kau bicarakan?! Apa yang sebenarnya terjadi?" Pemuda berwajah manis ini justru bingung dan bertanya-tanya.

__ADS_1


“Kau tahu aku bisa membunuhmu kapan saja.”Pemuda Alchemist itu otomatis mundur beberapa langkah, menjauh dari sang penyihir terhebat yang terlihat begitu marah padanya.


“Tenanglah. Tenangkan dulu dirimu. Aku juga punya pertanyaan untukmu mengenai ramuan itu.” Philip mencoba meredakan amukan Orion.


Hal itu mampu membuat pria di hadapan mengusap wajah dengan kasar dan menggeram, lalu memilih untuk duduk karena merasa begitu lelah.


Ia memberikan botol kaca berbentuk tengkorak itu kepada Philip dengan tatapan yang begitu tajam seperti pedang.


“Ramuan ini, tidak membunuh naga yang berada di kandungan istriku justru menyuburkannya hanya dalam waktu semalam. Aku membuat istriku meminumnya, lalu saat kami bangun di keesokan hari, perutnya justru membesar dan dia langsung melahirkan telur itu." Orion menjelaskan semuanya dengan napas yang memburu.


Philip, sang Alchemist pencipta ramuan kematian bernama Psyche yang terkenal itu kaget bukan main mendengar testimoni yang dilontarkan oleh Orion. Ia memang merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres tengah terjadi tapi tidak sampai berekspektasi akan separah ini.


“Brengsek! Aku sudah tahu bahwa ada sesuatu yang terjadi.” Philip memutar botol kaca itu dan berkata, “Ini bukan Psyche.”


“Hey, Tuan, kubilang tenanglah dulu!” Philip memilih untuk mundur selangkah demi selangkah sambil bergidik ngeri.


“Ramuan yang berada di botol ini bukan lagi Psyche, ini sudah ditukar!” jelasnya. Pemuda itu kemudian mengeluarkan sihir yang memunculkan gulungan kertas, memperlihatkannya kepada Orion.


“Ini adalah gulungan sihir yang merupakan perjanjianku bersamamu. Kau bisa lihat disini tertulis bahwa Psyche masih utuh, belum digunakan sama sekali. Jika aku menipumu, atau kau saat ini sedang berpura-pura karena hendak mencari keuntungan denganku, sesuatu yang buruk pasti sudah terjadi dengan tubuh kita berdua. Itulah, gunanya kita meminum ramuan perjanjian kala itu," jelas Philip.


Karena perjanjian itu mengandung sebuah kutukan yang apabila salah satu di antara orang yang terikat perjanjian mengingkarinya, kutukan itu akan aktif menggerogoti tubuh mereka. Tapi tidak ada sesuatu yang terjadi pada kita berdua, 'kan?” kata Philip lagi.


Nyatanya ketenangan pemuda itu membuat Orion berpikir.

__ADS_1


“Jadi maksudmu—”


“Seseorang telah menukar ramuan itu dan mengantongi Psyche untuk dirinya sendiri.”


“Bagaimana mungkin!” Orion mengumpat dari dalam hati sambil terus memutar otak. Berusaha mengingat-ingat kapan botol itu lepas dari pengawasannya hingga seseorang bisa menukarnya dengan ramuan yang jauh bertolak belakang.


Kemudian, ia ingat bahwa saat dirinya hendak pergi menemui Ana, Ace memanggil seluruh anggota inti penyihir akademi untuk melakukan sebuah pertemuan singkat.


Bodohnya, dirinya memang meninggalkan botol itu di laci ruangannya. Tetapi, siapa yang berani-beraninya melakukan hal itu? Maksudnya masuk kedalam kamarnya. Memangnya siapa yang tau perihal ini selain dirinya dan Philip.


Melihat perubahan demi perubahan di ekspresi pria itu, sang pencipta ramuan hanya bisa menghela napas.


Dia tidak percaya bahwa ada seseorang yang mencuri ramuannya dari Orion, terlebih lagi menukarnya dengan ramuan yang memang bertujuan untuk memperkuat spirit dari dalam tubuh seseorang yang dirasuki.


Seolah-olah, hal ini memang sudah direncanakan dengan matang.


“Aku harus mencari pelakunya sekarang juga.” Orion berkata dengan rahang yang mengetat. Telapak tangannya mengepal hingga buku jarinya memutih.


Melihat Orion yang hampir menyelonong pergi, pemuda itu pun gegas menghentikannya. Ahli Alchemist itu menahan pundak Orion dan meremasnya dengan kuat tanpa sadar.


“Biar aku ikut. Ini bukan lagi urusanmu seorang diri karena berhubungan dengan Psyche. Terlebih lagi…,” ekspresi wajah pemuda itu pun mengeras hingga terlihat menyeramkan. “Keparat itu harus dibasmi."


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2