System Magic Power

System Magic Power
Bab. 66. Firasat Philip.


__ADS_3

Sepasang suami istri yang menjadi peran utama dalam pertarungan ini pun sama-sama berbaring tak sadarkan diri sekarang.


Orion yang nyatanya kehabisan energi karena telah melawan sang naga dengan menggunakan pedang cahayanya, sambil terus mempertahankan akal sehat.


Maupun, Ana yang berhasil memberikan serangan terakhir kepada monster pembawa bencana yang secara sengaja menyerupai wujudnya semirip mungkin dengan mendiang putra mereka.


Luna telah mengobati mereka semua, dan sekarang sedang istirahat untuk memulihkan tenaganya bersama Felix yang bersikeras untuk menemani.


Saat ini, Beatrice sedang gusar di dalam kamar. Ia menekuk tubuhnya padahal tidak menggigil. Pikirannya kini kacau balau ketika rencananya yang berjalan lancar sebanyak delapan puluh persen langsung jungkir balik dalam sekejap mata.


Wanita itu tidak jadi mati, ia tidak bisa membunuhnya karena Aidyn yang menginterupsi hingga membuat dirinya tak sadarkan diri.


Wanita ini benar-benar tidak terima bahwa


angannya telah dihancurkan begitu saja. Wanita itu merasa kalut, marah, sedih, kecewa dan frustasi secara bersamaan.


Ketukan demi ketukan yang berulang kali terdengar di balik pintu kamarnya pun ia abaikan, mengindahkan, Flyod yang mengkhawatirkan keadaannya setengah mati.


Pria berambut merah itu kurang lebih sudah menangkap situasi yang terjadi. Bagaimanapun juga, Flyod bisa merasakan gelora membunuh yang besar dari cahaya mata Beatrice kepada Ana dan itu lebih terlihat sebagai sesuatu yang pribadi.


Ketika ia ingin mengadukan perkara Orion yang menyembunyikan kandungan istrinya kepada Ace, Beatrice sempat menghalanginya dan mengatakan bahwa pria itu sedang mencari jalan keluarnya sendiri.

__ADS_1


Hal ini sudah cukup menjelaskan bahwa Beatrice tidak ingin para akademisi memutuskan kepercayaan mereka terhadap Orion yang akan mencoreng reputasinya.


Sebisa mungkin, Beatrice berniat untuk melimpahkan kesalahan hanya kepada istrinya saja, dan Flyod nyatanya tidak sebodoh itu untuk tidak menyadari maksud dari motif wanita ini.


Tetapi mau bagaimanapun juga, Flyod tetap bodoh karena terus menggantungkan hati atas seseorang yang sama sekali tidak bisa dimilikinya bahkan terlepas dari segala hal yang telah terjadi.


Perasaannya telah menjadikan pria itu sebagai budak cinta yang tanpa lelah terus mengemis agar kehadirannya bisa dianggap, setidaknya jika bukan sekarang, mungkin suatu hari nanti.


Ketika Orion membuka mata, ia menyadari dirinya berada di ruang kesehatan di bagian gedung sebelah kiri akademi.


Menoleh, di sampingnya terbaring Ana yang kulitnya terlihat pucat dan bibirnya kering. Namun setidaknya, ia bisa melihat bahwa keadaan wanita itu terlihat stabil dan baik-baik saja.


Jika menilik beberapa saat yang lalu sebelum dirinya pingsan, Orion ingat bahwa Djin telah kembali masuk ke dalam cincin dimensinya.


Orion pun meminta kepada petugas kesehatan di akademi untuk menjaga Ana dan langsung mengabari Ace agar segera menghubunginya jika Istrinya itu terbangun.


Ia akan pergi ke kediaman Philip untuk meminta pertanggungjawabannya tentang ramuan Psyche yang bekerja tidak sesuai perjanjian mereka.


Saat dirinya hendak pergi menuju kamar untuk mengambil kembali botol itu, Ace telah menunggunya di depan pintu.


Orion langsung terhenyak, seketika perasaan bersalah dan malu langsung membumbung di atas kedua bahunya. Ia berhenti tepat di depan Ace kemudian menunduk tanpa membuka suara.

__ADS_1


“Bagai—”


“Maafkan aku.”


Ace kembali terdiam begitu ucapannya langsung dipotong oleh permintaan maaf pria si hadapannya ini. Menghela napas sejenak, ia menepuk-nepuk pundak pria yang lebih muda di depannya.


“Bagaimana keadaanmu saat ini?”


Orion seketika mengangkat pandangannya, melihat keadaan Ace yang tidak terlihat lebih baik darinya. Namun orang itu tetap memperhatikan kondisinya dan ini membuatnya semakin terpuruk dalam perasaan bersalah.


“Aku baik-baik saja, jangan khawatir,” jawabnya. “Tuan, maaf jika aku terdengar tidak tahu diri dan tidak tahu malu tapi mohon izinkan aku untuk membereskan satu hal terakhir ini. Setelah itu, aku berjanji akan menjelaskan segalanya kepadamu tanpa melewatkan apapun.”


“Apakah ini masih berhubungan dengan istrimu?” tanyanya. Orion pun mengangguk. “Baiklah, kabari aku jika kau membutuhkan sesuatu.”


Orion menatap Ace yang masih bisa tersenyum, lalu mengangguk. Pria paruh baya itu pun melangkah pergi, tidak sampai lima langkah, ia berhenti sejenak untuk mengatakan sesuatu dengan sangat pelan.


“Jangan memutuskan koneksimu denganku lagi, atau aku tidak akan tahu jika ada sesuatu yang terjadi padamu, Ketua.”


Kemudian dia melangkah pergi meninggalkan Orion yang mematung selama beberapa menit.


Sementara itu, di kediamannya yang mirip kastil, Philip merasa ada sesuatu yang terasa janggal. Sudah beberapa hari berlalu sejak Orion pergi dari tempat tinggalnya dengan membawa Psyche, tapi dia masih bisa merasakan bahwa ramuan itu belum diberikan kepada siapapun.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2