System Magic Power

System Magic Power
Bab. 63. Djin Sang Penolong.


__ADS_3

Burung Phoenix membuka sayapnya lebar-lebar, menciptakan angin yang begitu kencang. Aura di sekelilingnya berwarna keemasan.


Berbeda dengan Drake yang merupakan api, milik Burung Phoenix lebih mirip dengan cahaya. Kalau dilihat dengan penampilan seperti ini, Orion jadi ingat kembali bahwa makhluk ini adalah monster kelas A ke atas.


Kemudian burung itu terbang ke atas langit, mendekati lokasi dimana para penyihir melawan sang monster yang baru bangkit.


Mencari titik yang tepat, lalu mengepakkan sayapnya kuat-kuat dan membuat angin ribut. Seluruh perhatian pun kini beralih kepadanya, bahkan juga sang naga yang terkejut dengan kehadiran Burung Phoenix—musuh bebuyutannya.


“Sial, apa dia membawa temannya?” tanya


Aidyn heran kepada Ace .


Ace menggeleng. Ia merasa itu tidak benar jika dilihat dari wajah Drake yang menganga tak percaya.


Para penyihir melompat mundur beberapa puluh meter menghindari angin ribut yang berubah menjadi tornado.


Gulungan angin itu mengacaukan Drake seketika. Hingga, mahluk itu pun terbakar oleh apinya sendiri. Murka, sang Naga menciptakan ledakan api yang cukup besar.


“DJIN!!!!!!!”


“DRAKE!!!!!”

__ADS_1


Orion terkejut bukan main ketika ukuran Burung Phoenix itu bertambah 3x lipat, menjadi raksasa.


“DRAKE KAU PAYAH. LARI KE DUNIA MANUSIA UNTUK APA? APA KAU SUDAH BENAR-BENAR BERUBAH JADI PENGECUT SEHINGGA MENCARI MANGSA YANG LEMAH SEKARANG, HUH?”


“INI BUKAN URUSANMU, DJIN. PERGILAH!”


Burung Phoenix, yang diketahui namanya sebagai Djin, tertawa melengking. Kedua sayapnya membentang semakin lebar, semakin besar.


Arus-arus listrik mengalir di sepanjang bulunya. Warnanya berubah-ubah, dari biru menjadi merah, merah menjadi oranye, oranye menjadi kuning emas, dan kuning emas menjadi putih.


“JANGAN HARAP! AKU SUDAH MENUNGGU SAAT-SAAT INI. AKAN KUBALASKAN DENDAM ANAK ISTRIKU, DAN JUGA ANAK ISTRI TEMANKU!”


Orion yang mendengar itu pun kaget. Berdasarkan kalimat barusan, Djin nampaknya memiliki dendam kesumat kepada Drake.


Tetapi hanya ada burung itu yang tinggal di dalamnya. Tidak heran mengapa pada saat ini Djin ingin membantu Orion untuk melawan naga tersebut.


Sehingga Djin bahkan menganggap dirinya sebagai teman, sebab ternyata mereka berbagi duka yang sama.


Pada saat inilah Orion telah dapat menyelesaikan misi dari sistem yang terberat. Yaitu, bersahabat dengan burung Phoenix.


[ Anda akan memiliki kekuatan itu, tuan. Bijaklah menggunakan. ]

__ADS_1


Djin menghunuskan serangannya dengan telak mengenai Drake, menimbulkan ledakan besar yang menghancurkan begitu banyak pepohonan di hutan.


Pada titik ini, Ace meminta semuanya untuk meminimalisir kerusakan yang ada agar tidak berdampak pada manusia. Mereka membuat barrier atau perisai yang membatasi kekuatan itu agar tidak menyebar


Sementara Orion yang melihat serangan


Djin tadi hanya bisa menutup matanya sambil melindungi Anastasya, dadanya terasa sakit melihat wujud Drake yang tengah terluka itu.


Jika saja Drake kini merubah wujudnya menjadi naga, ia tidak akan mungkin menjadi sepengecut ini dan tentu akan pergi maju membantu Phoenix itu di sana.


Djin terus menerus menyerang Drake dalam keadaan itu, mendorongnya ke ujung sehingga naga tersebut murka dan merubah wujudnya menjadi naga.


Setelah itu, ia menatap Orion seolah berkata bahwa, “Bukankah ini yang kau inginkan!"


Djin sengaja menyerang Drake begitu karena tahu Orion tidak akan sanggup melawannya dengan wujud yang masih menyerupai anak kecil.


Orion mengucapkan terima kasih di dalam hatinya kepada Djin, kali ini dengan yakin menyimpan tongkatnya lalu mengeluarkan pedang cahaya melalui dadanya dan berteriak marah.


Drake, bagaimanapun juga, baru saja lahir. Wujud bayi yang digunakannya tadi memberikan keuntungan baginya, itu menghemat banyak energi dan memberikan tekanan mental pada lawan-lawannya.


Mudah baginya untuk menang kali ini sebelum tiba-tiba Djin datang dengan keinginan membunuh yang sangat besar.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2