System Magic Power

System Magic Power
Bab#49. Menemukan Sang Alchemist.


__ADS_3

Beatrice tertawa. “Luar biasa, kau benar-benar luar biasa. Teruslah berhalusinasi, karena apa yang kau pikirkan itu tidak akan terjadi di masa depan. Kau dan anak-anakmu akan mati, dan kami akan tetap memimpin dunia ini.”


Wanita itu kemudian pergi setelah menanamkan racun kebencian kepada Anastasya atau entah siapapun itu, dia tidak lagi peduli. Informasi ini benar-benar di luar dugaan, tapi membuatnya merasa sangat puas.


Flyod yang menunggu kehadirannya pun bertanya-tanya, “Bagaimana, apa kau mendapatkan sesuatu dari sana?” tanyanya.


Beatrice mengangguk. “Wanita itu tengah mengandung seorang monster. Tepatnya seekor naga.”


Wajah pria kekar berambut merah ini langsung berubah horror. “Kau serius? Kenapa Ketua menyembunyikan hal ini? Aku harus mengabarkan hal ini kepada Tuan Ace.”


Beatrice ingin sekali menendang ************ pria itu, dasar bodoh. Apakah dia sengaja ingin mengacaukan rencananya?!


“Tidak perlu. Kupikir kepergian Orion adalah untuk mencari solusi tentang hal ini. Sebenarnya, aku pernah melihatnya mengumpulkan laporan tentang Alchemist. Mungkin dia sedang mencari ramuan untuk mencegah bencana ini lahir.”


Beatrice berpikir akan lebih bagus untuknya membeberkan hal ini kepada pria itu. Flyod kan sudah memiliki perasaan buruk terhadap Orion, maka akan sangat mudah untuk memprovokasinya bila keadaan tiba-tiba berbalik dari apa yang diharapkan.


Beatrice akan membuat keadaan dimana Orion. justru bekerja sama dengan a untuk menghancurkan dunia, karena dia sendiri sudah mengantongi ramuan yang sangat tepat untuk melawan Psyche itu.


Segalanya akan menjadi sangat seru, pikir wanita itu. Ia tidak sabar untuk menyaksikan pertumpahan darah yang akan terjadi sebentar lagi.


Sementara itu, Orion masih berusaha untuk mendapatkan ramuan.


Hingga ia terdampar di bangunan estetik yang berada pada pinggir hutan.


“Apa kau tinggal sendiri? Dimana tabib pribadi yang kau katakan itu?" tanya Orion.


Pemuda itu hanya menyeringai lalu pergi masuk ke dalam sambil membawa barang-barangnya, kemudian kembali setelah beberapa saat dengan membawa botol kaca kecil berisi cairan bening.


Ia lalu duduk di atas sofa tanpa memperdulikan tamunya yang masih setia berdiri, lalu menyiram cairan itu ke lehernya.

__ADS_1


“Itu aku."


Orion terkejut. Cairan bening itu ternyata adalah potion atau ramuan penyembuh. Sial, apakah dia membeli benda itu dari seorang Alchemist atau dia justru adalah seorang Alchemist itu sendiri?


“Duduklah Tuan Orion, ekspresi wajahmu tercetak dengan begitu jelas menandakan bahwa kau memiliki banyak hal untuk ditanyakan. Karena kau sudah membantuku lepas dari para bandit murahan itu, aku akan dengan senang hati menjawab beberapa,” tukas pemuda itu sembari mengisyaratkan sang tamu untuk duduk.


Orion pun berdeham untuk menghilangkan keterkejutannya, sebelum mendaratkan bokongnya di sebuah kursi tunggal yang tidak jauh dari sofa tempat pemuda itu duduk.


Pria itu berpikir, dari semua kemungkinan yang ada, jawaban yang paling masuk akal adalah pemuda ini merupakan seorang Alchemist.


Ia tinggal di sebuah manor tersembunyi, dan hanya seorang diri.


“Apakah kau seorang Alchemist?” tembaknya tanpa tedeng aling-aling.


“Tepat sekali.”


Orion pun langsung menahan napasnya. “Lalu apakah kau kenal dengan seorang Alchemist yang mampu menciptakan Psyche?”


“Ada urusan apa kau mencarinya?” tanyanya sekali lagi.


“Aku memiliki kepentingan bersamanya, kau tidak perlu tahu itu.”


Mendengar jawaban congkak dari pria dewasa di hadapannya, ekspresi pemuda itu semakin tidak enak saja dilihat.


Seolah-olah, tampang idiot yang ia pasang sejak saat Orion menyelamatkannya dari para bandit itu sudah hilang entah kemana.


“Kenapa harus orang itu? Ada cukup banyak Alchemist di dunia ini. Bahkan seseorang di hadapanmu juga salah satu di antaranya, kenapa kau mencari orang yang merepotkan itu?”


Oh? Pemuda ini mungkin cukup mengenal orang yang Orion cari-cari.

__ADS_1


“Tidak. Aku membutuhkan dia. Lebih tepatnya, aku membutuhkan ramuan yang bernama Psyche itu," ujar Orion terus terang.


Pemuda itu mengeluarkan suara seperti, “Heh!” yang terdengar begitu meremehkan. Mendapat perlakuan seperti ini, Orion menahan emosinya. Ia tidak dapat dengan gegabah mengedepankan egonya untuk saat ini, karena sang Alchemist di depannya ini mungkin saja bisa menjadi salah satu batu pijakan yang menuntunnya menuju Alchemist yang ia cari.


“Apakah kau menyembunyikan seorang monster di akademi sihir itu, Tuan Ketua?” tanyanya tepat sasaran.


Wajah itu, Orion ingin sekali meninjunya. Tetapi satu hal yang pemuda itu sadari selama beberapa waktu mengenal pemuda ini adalah, dia memiliki intuisi yang begitu tajam. Benar-benar cocok bagi seorang Alchemist.


“Jika kau tidak bisa membantuku untuk bertemu dengannya, kurasa aku tidak perlu memberitahumu tentang hal itu.”


Orion gegas bangkit dari kursi setelah mengucapkannya, dan berpikir untuk pergi. Sementara wajah santai nan konyol dari pemuda Alchemist itu kembali lagi tanpa ia sadari.


“Bagaimana jika aku berkata bahwa aku adalah Alchemist yang tengah kau cari itu?”


Orion yang baru saja hendak berbalik pun menghentikan langkahnya.


“Apa maksudmu?”


“Aku adalah Alchemist yang mampu membuat Psyche. Kau tidak percaya? Tidak apa-apa, lagipula aku tidak akan rugi apapun. Pergilah, cari orang itu sampai ke ujung dunia. Semoga beruntung, Tuan Ketua!" ledek pemuda itu.


Sialan.


Orion pun merasa dirinya dibuat mati kutu. Jika ia pergi sekarang, kemungkinan untuknya bertemu lagi dengan seorang Alchemist sangat kecil.


Ia bahkan tidak tahu bagaimana caranya untuk mengidentifikasikan mereka, kenyataan bahwa pemuda berwajah polos ini sebagai seorang Alchemist saja sudah cukup mengejutkan.


Bagaimana dengan Alchemist lainnya? Apakah mereka mungkin berpenampilan seperti anak kecil? Orang tua ringkih? Wanita tua? Atau bahkan justru seorang pengemis?


“Apa kau benar-benar orang itu?”

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2