System Magic Power

System Magic Power
Bab#52. Misi Sistem Yang Gila.


__ADS_3

“Sebuah pekerjaan yang tepat untukmu, 'kan?” ujar pemuda itu, tertawa melihat ekspresi melongo dari Orion.


“Apakah bahan-bahan ini benar-benar bisa menciptakan Psyche dan mampu untuk membinasakan anak naga di dalam kandungan istriku?” Orion berdecak penuh dengan kebingungan. Apa benar ada makhluk-makhluk seperti yang di tuliskan ini?


Ah, Orion mau bilang aneh dan tak mungkin tapi nyatanya dia sudah pernah melawan naga yang berusia ribuan tahun.


Lagipula, semenjak mendapat sistem Magic Power, bukankah keanehan terus menyertai langkahnya.


Phillip bertolak pinggang, kepalanya menengadah ke atas melihat ke arah langit yang warnanya kemerah-merahan, jauh berbeda dengan langit di dimensi mereka.


“Tentu saja ini hanyalah sebagian kecil, bahan-bahan lainnya akan aku ciptakan sendiri dan tidak mungkin kan aku harus membocorkan semua rahasiaku padamu?” sinis pemuda itu.


“Terserahlah,” ucap Orion sambil melempar gulungan kertas itu acuh tak acuh.


Phillip yang merasa kesal mencari-cari batu untuk dilemparkan ke kepala pria itu namun belum sempat ia menemukannya, bayangan pria itu bahkan sudah tak terlihat di depan mata.


“Dasar bajingan ambisius,” monolog Philip tersenyum.


Orion melesat terbang dengan lempengan cahaya yang ia buat barusan. Sambil mengedarkan pandangannya dan bersiap siaga dengan tongkat sakti di tangannya.


Pertama-tama, pria ini akan mencari habitat ular derik dan bayi Griffin yang sama-sama tinggal di tanah kering, atau bisa disebut gurun. Matanya fokus menyusuri hutan dan menemukan bahwa ada empat bagian yang membatasi habitat para monster di antaranya adalah; perairan atau rawa, hutan yang di dalamnya banyak bebatuan, tanah tandus yang menyerupai gurun, dan tanah lapang dengan ilalang seperti savannah.


[ Temukan Monster terkuat dan bersahabat lah. Kelak dia akan menolong di saat sulit. Ini Misi untukmu! ]


Tiba-tiba, sistem bersuara, sehingga memecah konsentrasi Orion.


Bahkan, pria itu kaget mendengar misinya.


"Kau, yang benar saja!" protes Orion.

__ADS_1


Philip memerintahkan untuk membunuh dan mengambil bagian tubuh yang di butuhkan. Lalu kenapa sistem justru menginginkannya agar bersahabat. Hal gila apalagi ini!


[ Gunakan ini! ]


Sistem mendatangkan sebuah cincin yang melayang di hadapan Orion. Pria itu pun mengenakannya.


[ Simpan dia di dalam cincin dimensi itu. ]


Titah sistem lagi.


Setidaknya kini Orion tak lagi bingung dimana ia akan menyimpan barang-barang aneh itu nanti.


Untuk menghemat waktu, Orion akan menempatkan Phoenix dan monster sebagai lawan terakhirnya dan memilih untuk mencari telur Ular Derik terlebih dahulu, berhubung lokasinya paling dekat dengan keberadaannya sekarang.


Tidak butuh waktu lama baginya mencuri satu telur, memasukkannya ke dalam cincin dimensi dan kembali terbang sebelum induknya datang dan menyadari keberadaannya.


Satu bahan sudah dikantongi, sekarang ia akan mencari bayi Griffin yang tengah tertidur lalu menyetrumnya dengan kekuatan cahaya. Griffin adalah makhluk bersayap dengan kepala elang dan badan yang menyerupai singa. Maka akan merepotkan baginya jika menemukan induk Griffin dan harus bertempur di atas langit.


Jika Griffin termasuk monster kelas A, Orion akan dengan sekaligus membunuh induknya lalu mengumpulkan sumber kekuatan!! yang keluar dari bangkainya.


Sialnya, makhluk sehebat itu hanya dikategorikan sebagai monster kelas C. Maka ia hanya akan mencari seekor bayi yang sedang ditinggal induknya dan mencopot satu kukunya kemudian pergi dengan tenang untuk mencari bahan yang lain.


Ah, bukankah kau agak sedikit jahat Orion?


Bayi Griffin itu menangis kencang namun Orion sudah kembali melesat.


Sekarang dua bahan sudah masuk ke dalam cincin dimensi, yaitu telur dan juga sepotong kuku.


Orion tidak tahu sudah berapa banyak waktu yang dilalui karena langit sama sekali tidak mengalami perubahan warna. Ditambah lagi, dirinya tidak pernah mengetahui dimana sesungguhnya tempat tinggal Burung Phoenix karena makhluk itu menyembunyikan tempat tinggalnya dari ancaman dunia luar.

__ADS_1


Phoenix adalah makhluk yang sangat individualis, berbeda dengan dua makhluk sebelumnya yang memiliki habitat berdekatan, Phoenix tinggal sendiri-sendiri. Oleh sebab itu populasi ini tidak sebanyak monster lainnya, perkawinan mereka bahkan bisa terjadi puluhan tahun sekali. Tetapi hebatnya, makhluk ini bisa berusia ratusan tahun dan cukup makan sekali dalam satu minggu atau satu bulan, tergantung seberapa besar ukuran mangsa yang masuk ke dalam perut mereka.


Sejauh yang Orion ketahui, makhluk ini sangat pendiam dan tenang. Akan sangat sulit baginya mendeteksi keberadaan mereka, tapi jika dipikir seperti itu, habitat yang paling cocok untuknya pasti di sekitar gua bebatuan.


Tempat yang sunyi dan terkucilkan, tapi tahan dari segala macam perubahan cuaca juga. Jadi, haruskah pria itu mengecek satu-satu gua yang ada di tempat ini?


Hahaha ... gila ... gila dan gila.


Brrrr … Brrrr


Tiba-tiba tanah bergetar, Orion membawa tubuhnya melayang untuk melihat situasi dan menemukan segerombolan serigala datang.


Makhluk teritorial ini sepertinya merasa terancam dengan keberadaan Orion yang baunya sangat asing. Mudah baginya untuk menghindar tapi dirinya mesti menyusuri tempat ini dan menemukan tempat tinggal tersembunyi Burung Phoenix.


Serigala-serigala itu bergerombol dengan sangat banyak, tubuh mereka sangat besar jika dibandingkan dengan hewan biasa. Sekitar tiga kali lipat, para monster itu juga memiliki mata yang merah menyala dengan liur yang berceceran.


Sebenarnya, Orion tidak ingin menyakiti mereka, karena tidak ada keuntungan juga yang akan dicapainya tapi karena mereka sendiri yang datang, ia terpaksa untuk melakukan ini.


Orion mengumpulkan kuasa cahaya dengan tongkat sihirnya hingga membentuk bola yang besar, lalu menembakkannya ke arah segerombolan serigala hingga terdengar bunyi ledakan yang kuat.


Serangan itu berhasil melumpuhkan setengah pasukan tapi sayangnya menimbulkan kerusakan yang cukup besar, Orion agak khawatir rencananya jadi berantakan karena hal ini.


Sekali lagi, pria itu terbang maju lebih mendekat dan mengurung monster yang tersisa ke dalam sebuah bola untuk kemudian mentransfer kekuatan cahaya untuk menyetrum hingga langit terdengar bergemuruh dan bumi kembali bergetar sekali lagi.


Segerombolan serigala yang haus darah itu sudah mati, Orion pun mendaratkan dirinya kembali ke tanah dan menemukan sebuah gua batu yang lubangnya dari luar tertutup sarang laba-laba.


Dari semua gua yang telah dia telusuri, hanya gua ini yang tertutupi. Kamuflase monster yang terhitung pintar ini menandakan Burung Phoenix memiliki kecerdasan di atas rata-rata, hal ini membuktikan bahwa Burung Phoenix merupakan monster kelas tinggi.


Mungkin tingkatannya adalah B atau A, maka dari itu Orion memutuskan untuk sekalian membunuhnya saja. Siapa tahu dia bisa mengumpulkan tambahan kuasa dari monster itu setelahnya.

__ADS_1


Sarang laba-laba itu dibersihkannya agar ia bisa masuk, kemudian Orion melangkah dengan bola cahaya kecil di ujung tongkatnya. Sangat kecil, lebih seperti senter dengan daya rendah nan remang-remang karena Orion memang tidak ingin memberi makhluk apapun yang ada, di dalam kesiagaan bahkan sebelum bertemu dengannya.


Bersambung


__ADS_2