
"Naga! Itu naga yang beberapa hari lalu menjegal hari berburu kita di hutan markas akademi. Ternyata, dia sangat gagah. Hari itu, kita tidak melihatnya jelas dia sudah keburu kabur melayang ke atas langit," jelas Orion, membuat Luna menoleh kearahnya tak percaya.
Ketika dia mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Benar, ternyata itu benar naga.
"Darimana dia tau tempat persembunyian kita? Apakah di dalam anggota akademi ada mata-mata?" cecar Luna.
"Itulah sedang kami selidiki. Sebentar lagi aku akan menemukan bukti itu dan menyeret sang pelaku ke depan kalian semua!" ujar Orion menatap penuh arti ke arah Luna.
Crraasshhh!
"Haaaa!"
Orion menarik Luna untuk melompat menghindari jilatan api yang di semburkan oleh sang Naga.
"Bersembunyi lah, di balik batu itu. Mahkluk ini sangat kuat dan berbahaya!" titah Orion tegas, seraya mendorong raga Luna kedalam lubang batu.
"Jangan coba-coba melawan dan keluar, apalagi berpikir untuk menyerangnya dengan jarum beracun milikmu! Itu tidak akan mempan!" kecam Orion membuat Luna memasang senyum simpul, kala melihat raut wajahnya yang lucu di saat mengomeli dirinya itu.
"Anak nakal!" Sebelum keluar dari lubang batu, Orion masih sempat mengacak pucuk kepala Luna.
Syyaasss!
Semburan api kembali di keluarkan oleh sang Drake. Untung saja dengan cepat Orion telah mengeluarkan tongkatnya dan mengarahkan kuasa sihir pada kedua lengannya.
Membuat gerakan melingkar sehingga menciptakan sebuah lingkaran cahaya menjadi layaknya sebuah tameng besar yang menangkal semburan api biru.
Orion mengangkat tangannya tinggi ke atas. Seketika suara petir menggelegar diiringi oleh kawanan awan berwarna kelabu.
Zepp!
Sebuah pedang bercahaya kuning keemasan kini berada dalam genggaman Orion. Pedang itu juga berkilau. Memancarkan cahaya dengan jilatan sinar bak sengatan listrik.
Rooaarrrr!
Drake kembali melesat ke arahnya. Seketika Orion mengarahkan pedang cahaya itu depan.
Srraaassshh!
Kraaaaaa!
Terdengar suara lengkingan keras dari naga tersebut. Hewan mitologi yang kemungkinan tingginya sekitar sepuluh meter dengan panjang seratus dua puluh meter, serta bobot dua ratus ton itu terhuyung lalu mengibaskan kepalanya.
Salah satu bagian samping tubuhnya luka, terkena sabetan pedang cahaya. Orion terkesiap, ternyata serangannya barusan hanya melukai sedikit. Naga itu kembali hendak menyemburkan api berwarna ungu ke arahnya.
Orion segera melesat berlari dengan cepat. Melewati pepohonan, batu bahkan gua. Ia sengaja menyelinap kedalam hutan. Mengira tubuh besar naga itu pasti akan membuatnya kesulitan untuk mengejar dirinya.
Ternyata hewan legenda itu terbang ke atas, lalu menyemburkan api dari sana. Karena perbuatannya itu, naga tersebut telah membakar sebagian tanaman hutan.
__ADS_1
Orion pada akhirnya memutuskan untuk berlari ke tempat terbuka, dan kini sampailah ia di sebuah padang rumput yang sebagian telah mengering. Di belakangnya, sang Naga masih terus menyerangnya dengan semburan api.
"Sial! Bahan bakar naga itu kenapa tak habis-habis!" rutuk Orion sambil terus berlari dengan mode zig-zag.
Drake yang kebingungan menjadi semakin kesal. Lantaran gerakan Orion yang sangat cepat, sempat membuat sang Naga kebingungan.
Ternyata tiba-tiba Drake telah berada dekat di belakangnya. Mulut naga itu kembali terbuka lebar hendak menyemburkan kembali api yang berwarna biru ke arah Orion.
Seketika itu pula ketua akademi sihir ini menggoyangkan tongkat sihirnya ke bawah agar dapat melentingkan tubuhnya ke atas sehingga semburan api melewati bawah kakinya.
Orion memutar tubuhnya, hingga kini ia berada di atas dari naga tersebut. Sebab, Orion dengan sengaja mengincar untuk menyerang pada bagian leher naga itu.
Ia pun kembali mengerahkan kekuatannya pada pedang cahaya.
Zzzrrttt!
"Haaaaa!" teriak Orion demi menyalurkan tenaga yang cukup besar ke dalam pedang cahaya.
Sehingga benda tersebut bersinar terang, dan langsung saja Orion melepas serangan dengan cepat serta berkekuatan penuh.
Sraashh!
Graaaaaaa!
Drake melengking kencang. Tatkala sabetan dari pedang , tepat mengenai leher belakangnya. Namun, hewan itu masih sempat menyemburkan api kembali.
Orion segera bertolak untuk dapat melompat ke bawah kembali. Seandainya kurang cepat saja gerakannya, maka tubuhnya akan hangus terbakar.
Hewan mitologi itu mengerang dengan sangat kencang. Masih belum mau menyerah, hewan itu berputar lalu menyabetkan ekornya ke arah Orion.
Srak srak!
Sreeekk!
Dengan cepat dan berkelit bahkan menjatuhkan dirinya dan bergelinding di atas tanah kering. Orion, terus berusaha menghindar.
Dengan cara memantulkan dirinya kembali ketika mendapat serangan kedua dari ekor sang naga.
Mahkluk tersebut ternyata memiliki ekor yang sangat panjang dan berujung bagaikan mata panah.
Drake menggeram lantaran kesal, sebab serangannya tak juga mengenai sang musuh. Orion kembali melayangkan sabetan pedang cahaya ke arah tubuh sang Naga kembali.
Kali ini yang terkena sabetan adalah salah satu dari sayap naga tersebut.
Sreeeessss!
Ctarrr!
__ADS_1
Kraaaaaa!
Drake sang naga legendaris yang berasal dari dimensi lain itu, mengerang dengan sangat kencang.
Ketika serangan dari pedang Orion mengenai salah satu sayapnya hingga terbelah dan putus.
Kedua mata sang Naga berubah menjadi sangat merah. Hewan itu memandang kesal dan amarah yang teramat kepada penyihir yang telah menyerangnya ini.
Sekujur tubuhnya luka-luka disebabkan oleh sabetan pedang cahaya yang begitu dahsyat. Padahal tubuh Drake berkulit sangat tebal dan keras. Apalagi struktur dari tulang sayapnya.
Hewan mitologi itu begitu marah tatkala salah satu sayapnya jatuh ke atas tanah.
Bumm!
Cletaarr!
Drake langsung melepaskan sabetan kencang yang berasal dari ekornya ke atas tanah sehingga menyebabkan getaran yang begitu besar.
Bahkan beberapa bebatuan yang ada di sekitar tempat itu melenting ke atas. Kemudian, Drake memukul batu-batu tersebut menggunakan ekornya.
Orion yang masih berdiri dalam keadaan goyah disebabkan getaran besar di tanah yang ia pijak tadi, seketika merasa kaget yang disebabkan oleh lesatan cepat beberapa bebatuan ke arahnya.
Dengan gerakan cepat yang bertenaga besar Drake kembali melayangkan pedang cahayanya itu untuk menghancurkan batu-batu yang melesat ke arahnya.
Drak Drak!
Buarrr!
Bebatuan itu pun hancur berkeping-keping hingga potongan-potongan kecilnya serta abu berserakan di atas tanah.
Orion mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Sebab hewan di hadapannya ini cukup menguras tenaganya.
Drake ternyata cukup kuat. Terbukti dari beberapa serangan yang dilepaskan oleh Orion, menggunakan pedang cahayanya itu hanya mampu melukai beberapa bagian tubuh sang Naga. Hewan itu nyatanya tidak dapat ditumbangkan dengan mudah.
Orion yang sedang menguasai deru napasnya, agar terkontrol seperti semula. Ternyata ia lengah, hal itu membuatnya telat ketika berkelit. Sehingga, sabetan dari ekor naga mengenai salah satu pahanya.
"Arrgh!"
"Tidak!" teriak Luna.
"Panas sekali, aku merasa jika tubuhku seperti terbakar api. Apa mungkin jika ekornya itu mengandung racun?" monolog Orion bicara seorang diri.
Ternyata Luna sejak tadi mengikuti kemana arah pergi kedua makhluk yang tengah bertempur ini. Gadis manis itu tak bisa diam saja menunggu dan bersembunyi di balik batu besar seperti apa yang Orion perintahkan padanya.
"Orion!"
"Lu–na ..."
__ADS_1
Pandangannya Orion seketika mulai kabur.
...Bersambung ...