System Magic Power

System Magic Power
Bab#35. Kenapa Kau Begitu Mirip Istriku?


__ADS_3

Sementara itu, Orion nampak terus mengejar sosok wanita yang benar-benar mirip istrinya itu, hingga masuk ke salah satu gedung pertokoan.


Wanita cantik yang kejam dan bengis ini sengaja mencari tempat umum. Ana dengan sengaja bermaksud berhadapan langsung dan face to face dengan pria yang menarik perhatiannya ini.


"Apa yang kau inginkan sehingga membawaku ketengah kota? Jika ingin bertarung, maka ayolah. Jangan melibatkan. Para manusia yang tidak tau apa-apa!" seru Orion, yang mana seruannya itu menghentikan gerak langkah dari kaki cantik Ana seketika.


Wanita itu yang posisinya membelakangi Orion, terlihat menyeringai penuh arti.


Dalam sekejap mata ia berbalik dan ... melesatkan kuku panjangnya yang tajam dan beracun.


Orion menangkis serangan Ana itu dengan tongkat sihirnya. Sebuah cahaya mengibas kuku yang panjang itu. Hingga, Ana terhempas.


"Mahluk apa kau sebenarnya!" hardik Orion.


Pria itu kini telah berada di atas sebuah meja sambil berjongkok memandangi Ana dari atas. Menurutnya, wanita cantik yang baru saja menyerangnya ini nampak seperti manusia biasa.


Wajahnya nampak polos dengan senyumnya yang memikat. Orion semakin yakin, akan tetapi ia segera menepis beberapa jalan pikiran yang berkeliaran dalam otaknya.


Ana memasang senyum manis yang mengalahkan gula biang seraya memiringkan kepalanya dengan kedua mata besarnya yang berkedip manja.


Mengarahkan jari telunjuk ke arah bibir ranumnya yang penuh merekah, lalu menggigit ujung telunjuknya itu sensual.


"Sepertinya aku menyukaimu! Entah kenapa aroma yang terdapat pada tubuhmu begitu ku kenal!" Orion yang kaget kenapa cara wanita itu menatap dirinya menjadi berbeda dari sebelumnya.


Ana tak perduli, jika Orion ini jelas musuhnya. Wanita itu mendekat untuk mengendus dan mengendus suatu aroma yang hanya dirinyalah yang mampu menciumnya.


"Aku seperti mengenal aroma ini. Mungkinkah, kita pernah memiliki hubungan atau saling mengenal sebelumnya? Ahh ... Bahkan libidoku tiba-tiba saja mengajak untuk bercinta," ucap Ana begitu sensual membuat bulu kuduk Orion berdiri seketika lantaran merinding.


Ana, wanita yang Orion anggap mirip bahkan sangat menyerupai istrinya itu, semakin melangkah perlahan maju berniat untuk mendekatinya.


Orion hanya diam tak bergerak, memantau pergerakan selanjutnya dari wanita cantik yang nampak aneh ini.


Entah kenapa, setiap kali Orion memandang wajah musuh dibhadapannya ini, ia kembali teringat pada istrinya itu. Lalu, angannya seketika traveling ke masa lalu.

__ADS_1


[Aku masih bau, An. Biarkan aku mandi dulu ya," ucap Orion kala itu seraya mendorong pelan wajah sang istri yang ingin menciumnya. Akan tetapi, wanita itu malah melingkarkan kedua tangannya di pinggang suami yang seharian ia rindukan. Mereka memang hidup berdua saja membesarkan buah hati mereka di sebuah rumah mungil sederhana.]


Orion pun tersentak dengan ingatan yang tiba-tiba muncul itu, kala ia sadar bahwa wajah cantik yang sedikit berbeda karena begitu terawat dan sedikit lebih muda ini, telah berada di depan wajahnya.


Bahkan, Ana dengan rambut panjang tergerai yang berwarna keunguan ini terjulur hingga ke depan bahunya.


Membuat Orion kembali dejavu. Mengingat kebiasaannya yang suka menguncir rambut panjang Ana hingga menggulungnya tinggi. Tanpa sadar, Orion pun mengulurkan tangannya kedepan. Meraih rambut itu, lalu tanpa di perintah Ana memutar tubuhnya hingga membelakangi Orion.


Sekali lagi, tanpa sadar, Orion terlihat menggelung rambut keunguan itu ke atas secara asal. Hingga ia kembali melihat penampakan sesuatu yang ia sukai dari bagian tubuh Ana.


Cup!


Orion, masih dalam keadaan tak sadar atas apa yang baru saja ia lakukan. Ia pun mengulanginya lagi.


Orion, ! mendaratkan bibir sensualnya yang hangat pada tengkuk Ana. Hingga, wanita itu menggeliat seraya mengeluarkan suara.


Mendengar suara desah yang sepertinya ia hapal, sebab, suara manja itu adalah simfoni yang kerap di keluarkan dengan merdu dari kedua bibir, Ana, Istrinya.


"Sshhh ... apa yang kau lakukan? Kenapa aku menyukainya? Seperti pernah kurasakan dan ku alami sebelumnya?" racun Ana penuh tanya.


"Hei, pria tampan ... apa kita pernah saling mengenal sebelumnya? Apakah kau mengetahui masa lalu atau asal-usul ku?" tanya


Ana seraya berbalik dengan cepat.


Hingga pada saat ini, mereka berdua manjadi berdiri berhadapan.


Orion tak dapat berkelit ataupun menghindar. Bahkan, tatapan keduanya terkunci pada wajah yang ia rindukan seumur hidupnya ini.


"Ana...," bisik Orion lirih, memanggil dengan suara setengah bergetar.


"Kau, bahkan juga tau namaku?" heran Ana. Wanita yang di jadikan sebagai manusia setengah moggart dan Animagus ini, bingung.


Ia memasang ekspresi penuh tanya. Mencari jawaban setiap kali merasa aneh pada hati dan juga perutnya acap kali melihat pria di hadapannya ini. Pria macho dengan aroma maskulin yang ia hafal.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari Ana, membuat Orion seketika kembali kesadarannya. "Hei! Kenapa kau ada di depanku!" Orion yang kaget refleks mendorong Ana yang berada tepat di hadapannya.


Dengan gerakan cepat, Orion menarik lengan Ana hingga saat wanita itu tak jadi jatuh. Lalu ia juga menggendong Ana, hingga mendudukkannya di atas meja yang  kosong.


Ana yang kini tengah tenggelam dalam berjuta tanya pun juga tengah merasa bingung.


Seakan lupa pada niatnya yang ingin menghabisi sang ketua akademi sihir ini. Ia justru terkesima tehadap apa pun yang Orion lakukan padanya.


'Sial! Apa aku jauh cinta pada pria ini? Lalu bagaimana dengan janjiku pada Drake. Janji, bahwa dialah pelabuhan terakhir. Tak ada  mahluk manapun yang akan diajaknya bercinta.


Tetapi, Ana kembali mengendus aroma testosteron milik Orion. Ia bahkan yakin, jika pria menawan yang gagal ia jadikan target musuh ini sudah lama tidak bermain cinta. Tercium dari aromanya yang berbeda.


Orion yang kini berjarak sangat dekat dengan Ana pun merasa aneh di dalam hati dan juga jiwanya. Hasratnya kembali menggebu-gebu. 'Sial! Dia begitu mirip dengan Ana-ku. Bahkan, semakin aku memperhatikan dia, maka semakin jelas kutemukan kesamaan mereka.' batin Orion.


Orion pun kembali membawa raga Ana. Kali ini ke sudut dinding. Sebagai menekan Ana agar wanita itu tak bisa berkutik di sudut toko.


Orion akan tetap waspada terhadap senjata maupun kekuatan yang nanti akan di keluarkan oleh Ana.


Tanpa Orion ketahui, jika saat ini sang penunggang naga, telah berubah haluan dari memeranginya menjadi menaklukkannya.


"Kenapa? Jika ada yang ingin kau katakan, bilang saja. Aku tidak akan marah. Justru, sejujurnya aku ingin dapat mengenal mu lebih dekat lagi."


"Perintahkan pada nagamu, untuk menghentikan aksinya. Maka kami akan melupakan kesalahannya, juga bersikap baik pada kalian berdua," jelas Orion pada sosok yang pada saat ini tengah asik menikmati wajah tampannya.


"Apa keuntungannya buatku? Jika aku harus menghentikan keonaran yang sedang dibuat oleh nagaku?" cecar Ana. Ia berharap Orion akan memberikan jawaban yang sesuai dengan kemauan dirinya.


Maka dengan senang hati, ia mengesampingkan niat utama dari rencananya yang ingin menguasai dunia manusia. Ia lebih tertarik pada masa lalunya yang berhubungan dengan pria yang begitu sangat membuat hati dan juga hasratnya penasaran.


Seluruh kulitnya terasa meremang dan seketika panas. Padahal, Orion baru menatapnya saja. Meski jemari besar pria itu saat ini tengah bermain di sebelah pipinya.


Orion laksana terbius, ia pun tak dapat menolak keinginan hatinya. Rasa kerinduannya begitu besar pada Ana. Istrinya itu pergi tanpa mengatakan apapun padanya. Membuatnya ia hampir hilang kewarasan diri.


"Kenapa ... kau begitu mirip dengannya?" lirih Orion yang semakin mendekatkan wajahnya pada Ana.

__ADS_1


"Dengannya? Siapa maksudmu?"


Bersambung


__ADS_2