
Orion tegas memutar tubuhnya demi menghindari serangan, akan tetapi tetap saja bagian wajahnya terkena sabetan lidah yang tajamnya bagaikan pedang itu.
Claassh!
Orion merasakan darah menetes dari pipinya. Untung saja luka itu tidaklah terlalu dalam.
[ GUNAKAN PERANGKAP BOLA CAHAYA UNTUK MELEMAHKAN KEKUATANNYA! ATAU, KAU HARUS MENGHABISINYA SEGERA! ]
Tiba-tiba pesan dari, Ace masuk ke dalam pikiran, Orion.
Tanpa, Ace dan Orion ketahui jika perkawinan Ana dengan Drake juga telah mengacau sel genetik wanita itu.
Ana juga tidak tau jika ada maksud tersembunyi dari sang naga.
Drake, yang ternyata tengah sekarat.
Satu hal yang tidak diceritakan oleh Ana pada,
Orion , ialah ketika dirinya bercinta beberapa kali dengan raja naga yang berasal dari dimensi lain itu.
Pada saat itulah kekuatan yang berasal dalam diri makhluk mitologi itu menyerap perlahan kedalam sel tubuh, Ana.
Bahkan Ana tak tau jika, Drake telah memecah jiwanya.
Sedangkan Ana sendiri pun tidak tau dan menyadari dengan pasti tentang bagaimana perubahan yang saat ini terjadi pada tubuhnya.
Ternyata, doktrin yang ditanam dalam pikirannya begitu kuat. Hasrat dan geloranya untuk menguasai dunia manusia begitu besar.
Ana berniat memanfaatkan perasaan, dari pria yang menurutnya mengaku-ngaku sebagai suaminya di masa lalu. Ana tau akan kehebatan, pria yang saat ia sukai itu.
Ana tau jika Orion tidak akan mampu dan sanggup untuk menghabisi dirinya.
"Kau tidak ingin melawan ku, sebaiknya bekerja sama saja. Kita dapat menjadi pasangan yang sempurna. Dunia ini membutuhkan pemimpin yang hebat seperti kita berdua. Kita dapat mempersatukan seluruh manusia tanpa membedakan ras dan warna kulit mereka. Atau, kita dapat memusnahkan mereka dan menggantinya dengan populasi baru. Di dalam tubuhku, terdapat keturunan hebat dan ketika lahir nanti pasti akan menjadi mahluk terkuat milikku!" ucap Ana dengan senyumnya yang menggoda.
Tentu saja hal yang barusan diucapkan olehnya membuat, Orion seketika terkesiap lantaran kaget.
__ADS_1
"Keturunan? Pasukan? Apa maksudmu mu?" Orion memekik heran dan bingung. Pertama dirinya kaget ketika Ana mengatakan bahwa dirinya tengah mengandung keturunan naga.
Kemudian, Ana juga mengatakan tentang mahkluk miliknya. Apa arti dari kalimat demi kalimat yang dilontarkan dari kedua bibirnya itu.
Sungguh,
Orion di buat bingung akan maksud dari perkataan, Ana. Setau dirinya, mereka baru melakukan penyatuan beberapa kali saja. Itu juga belum lama. Jadi mana mungkin jika hasil perbuatannya yang membawa benih ke dalam rahim, wanita itu.
"Ah, ya aku lupa mengatakannya padamu. Bahwa aku juga pernah bercinta dengan Drake. Dan, sepertinya naga itu telah menjadikanku inang untuk meneruskan keturunannya," jawab Ana enteng.
Padahal, Drake yang sekarat telah memecah jiwanya. Menggunakan rahim Ana sebagai alat bantu agar Drake dapat bereinkarnasi menjadi mahkluk yang lebih hebat dan buas dari sekarang.
Seketika kegamangan Orion bertambah beberapa tingkat. Kebingungan seolah menenggelamkannya dalam palung bumi.
Orion kini benar-benar berada dalam pikiran yang sangat sulit untuk ia ambil langkahnya.
Membiarkan, wanita itu hidup sama saja menghancurkan dunia perlahan-lahan. Apalagi setelah dirinya mengetahui jika di dalam tubuh Anastasya terdapat benih-benih naga.
"Apa yang harus aku lakukan? Kenapa pilihan ini begitu sulit," gumam Orion yang merasa jika saat ini kepalanya laksana mau pecah. Bahkan pria itu memberi remasan kuat dengan kedua tangannya.
"Kau pikir, dapat menjebak aku dengan cara ini? Kau bukan Ana-ku. Kau bukan wanita yang kucintai. Kau bukan istri yang kurindukan," ucap Orion penuh penekanan.
"Akh! Apa yang kau lakukan!" Ana melengking kaget dan berteriak ketika dirinya terlempar.
"Akh! Lepaskan aku! Seharusnya kita ini bersekutu. Suami dan istri itu harus bersatu dalam hal apapun!" teriak Ana yang pada saat ini telah terikat di udara dengan tali berwarna keemasan. Jika saja Orion mau, dirinya bisa saja mengalirkan energi yang kuat pada saat ini ke tubuh Ana.
Aka tetapi hati nuraninya tetap tidak tega untuk melakukan hal seperti itu.
[ IKATANMU BELUMLAH KUAT. IA BISA SAJA MELEPASKAN DIRI. KURUNG DIA, DALAM BOLA CAHAYA MURNI! ]
"ARRGHHH!" Tasya menjerit-jerit sekuat tenaganya. Ketika sihir yang Orion lepaskan dari tongkatnya menciptakan sebuah benda kayaknya bola yang mengurung dirinya di sana.
Ana terus berusaha melepaskan diri. Akan tetapi semua yang ia lakukan sia-sia saja.
"SEBAIKNYA KAU TINGGAL SAJA UNTUK SEMENTARA DI DALAMNYA. RENUNGI SEMUA YANG TELAH KAU LAKUKAN! PERCUMA SAJA KAU MERONTA DAN MEMBERONTAK, SEMUA HANYALAH MEMBUANG WAKTU SERTA TENAGA MU SAJA!"
__ADS_1
Orion pun membawa bola kuasa cahaya itu menuju markas. Seharusnya ia dapat memikirkan hal ini sejak tadi.
"Maaf,"
Orion menunduk kehadapan Ace dan juga Aidyn. Sebelum dirinya melewati mereka berdua.
Orion mendapat titah dari Ace untuk menempatkan Ana di lokasi yang sekiranya aman. Di sebuah ruangan khusus yang telah di siapkan oleh Ace. Tempat ini, hanya mereka berdua yang tau, termasuk Aidyn.
"Kau mungkin akan berada di dalam benda tersebut dalam waktu yang cukup lama. Semesta telah memilihku dan memberi takdir padaku. Mempercayakan kedua tanganku ini untuk mengemban tugas menjaga keseimbangan dunia. Dari apapun dan siapapun termasuk dari makhluk sepertimu. Jadi jangan berpikir jika aku akan bersekutu padamu. Karena hal itu tidak akan mungkin pernah terjadi. Berhentilah melawan jangan memaksaku untuk berbuat hal yang akan menyakitimu."
Setidaknya untuk saat ini Tasya telah aman berada di dalam bola lingkaran cahaya yang Orion ciptakan dari kemampuan sihir tingkat tingginya.
Orion menempatkan bola cahaya yang menjadi penjara sementara untuk Ana, itu agar merapat ke sebuah dinding. Diapit dua lempengan besi yang berbentuk setengah lingkaran.
"Setidaknya, dia tidak akan mengacau dalam beberapa waktu ke depan." Orion bergumam kecil seraya beberapa kali menengok ke belakang sebelum ia melangkahkan kakinya ke depan.
Sebenarnya ini adalah hal yang cukup berat untuk ia lakukan. Bagaimanapun hal itu akan menyiksa raga Ana perlahan-lahan. Sedikit demi sedikit tenaga di dalam tubuhnya akan tersedot oleh bola cahaya tersebut. Namun Orion tidak tahu harus bagaimana lagi hanya inilah jalan satu-satunya melumpuhkan Ana yang terus menggila.
"Aku sebagai ketua dan pemimpin kalian sangat menyesal terhadap kejadian hari ini. Aku juga mohon maaf pada kalian karena, jujur untuk saat ini aku tidak dapat menghabisinya. Aku hanya menuruti nuraniku sebagai manusia dan sebagai orang yang pernah mencintai seseorang di masa lalu. Aku ... Benar-benar minta maaf dan memohon pengertian dari kalian semua." Akhirnya Orion mengungkapkan isi dalam hatinya pada anggota akademisi yang terluka. Termasuk pada Ace , dan Aidyn yang tengah di obati oleh Luna, anak angkat mereka.
Nampak Luna salah tingkah ketika Orion mendekati dirinya yang tengah merawat kedua orang tua angkatnya itu.
"Maafkan aku, seharusnya kala itu aku mendengar kata-kata mu."
Deg!
Luna, seketika merasakan denyut jantungnya berhenti berdetak sepersekian detik. Ia tidak menyangka jika pria ini akan meminta maaf padanya.
Gadis itu pun menoleh dengan raut wajah datar serta tatapan matanya yang dingin.
Deg!
Orion merasa sesuatu tengah menikam dadanya saat ini.
...Bersambung ...
__ADS_1