
Beatrice pada akhirnya melakukan penyelidikan secara mandiri, dan menarik kesimpulan akhir bahwa Orion benar-benar pergi untuk mendapatkan sebotol Psyche bagi Anastasya.
Yang harus ia cari tahu saat ini adalah makhluk apa yang tinggal di dalam tubuh wanita jadi-jadian itu sehingga pria itu betul-betul turun sendiri untuk mengurusnya, bahkan sampai merahasiakannya dari orang lain. Artinya, makhluk ini benar-benar akan menimbulkan kekacauan besar apabila dibiarkan begitu saja.
Sebab itulah yang Beatrice inginkan.
Ia akan mengacaukan rencana Orion dalam memberikan ramuan tersebut dan menukarnya sebelum Ana sempat meminumnya. Maka dari itu, Beatrice sekarang tengah bersama dengan seseorang yang mengaku bisa membuat ramuan yang berkebalikan dengan Psyche.
Jika ramuan yang diincar Orion bertujuan untuk memusnahkan, maka ramuan ini bertujuan untuk menyuburkan serta memberi kekuatan kepada sang parasit yang bersemayam di dalam tubuh inangnya.
Kedengkian wanita ini terhadap Ana benar-benar sudah berada dalam tahap yang ekstrim sehingga dirinya sanggup melakukan hal ini, yang mana memiliki resiko sangat besar dan berbahaya bagi orang lain.
Tetapi Beatrice sungguh tidak peduli, ia hanya ingin Ana mati terlebih dahulu dan mengurus kekacauannya setelah itu. Karena apabila wanita itu sudah tidak ada lagi di dunia ini, bukanlah hal sulit untuknya membawa kembali Orion —pujaan hatinya— ke dalam pelukannya.
Orion Nebula.
Hanya itulah yang ia pikirkan.
Perasaan yang ia pikir cinta kini telah berubah menjadi obsesi yang tidak sehat dan mengakar di hatinya. Tanpa ia sadari, akar yang merupakan racun itu terus tumbuh dan berkembang hingga bahkan tidak akan kembali bersih jika ditebang sekalipun.
Apapun akan Beatrice lakukan untuk merebut kembali Orion. Segalanya kini telah membutakan, sebab Beatrice tidak dapat melihat sekelilingnya sama sekali.
Wanita itu tidak tahu dan tidak mau tahu bahwa sebenarnya sudah ada seorang pria yang dengan tulus mencintainya, terus melindunginya, menginginkannya.
Beatrice telah dibutakan oleh obsesinya.
Terlihat Flyod kalang kabut mencari keberadaan Beatrice yang entah dimana, sudah beberapa hari semenjak terakhir kali dia melihatnya. Kecurigaan kembali mendominasinya, fakta bahwa Orion dan Beatrice yang menghilang secara bersamaan hampir membuatnya jadi gila.
Pria itu tidak pernah berhasil untuk tidak berpikir bahwa dirinya inferior sehingga kerap kali menyakiti diri sendiri dengan segala asumsinya yang berkecamuk.
i
Namun tiba-tiba saja wanita yang tengah ia pikirkan itu muncul di hadapannya.
__ADS_1
“Bee!” serunya, memegangi bahu wanita itu dan mengecek kondisinya. “Dari mana saja kamu? Apa yang membuatmu pergi sedemikian lama? Tidak bisakah kamu mengabariku?”
Beatrice melepaskan tangan pria itu dari pundaknya. “Aku hanya memiliki urusan pribadi dan itu tidak ada hubungannya denganmu, jadi buat apa aku melapor?”
“Tapi aku khawatir kau kenapa-kenapa.”
“Fly, walaupun aku seorang wanita aku bukanlah wanita biasa. Tidak perlu kekhawatiran yang berlebihan itu.”
Flyod hanya bisa menghela napasnya, mengalah. Sebab yang terpenting adalah wanitanya baik-baik saja.
“Apakah ketua masih belum kembali ke kantor pusat?” tanya Beatrice padanya.
“Tidak. Kupikir kau pergi bersamanya.”
Beatrice tertawa. “Mana mungkin aku pergi bersamanya dan meninggalkanmu?” Lagi-lagi wanita itu berpikir untuk memanipulasi pria malang di hadapannya ini.
“Benarkah?”
“Ya.” Kedua tangan Beatrice perlahan merambat ke atas, dikalungkan ke leher Flyod. Kemudian ia bawa sepasang ranum merahnya itu mendekati telinga pria itu untuk berbisik, “Aku merindukanmu.”
“Aku … aku juga merindukanmu, Bee.” Wanita itu menyeringai tipis sambil membalas pelukan Flyod. Membelai punggungnya selama beberapa saat dan hampir saja melepas tawanya ketika merasakan sesuatu mengeras di perutnya.
“Ingin melanjutkannya di tempatku?” buainya sekali lagi, membuat sekujur tubuh Flyod merinding.
Kemudian kedua orang itu pergi ke tempat Beatrice lalu, melakukan percintaan panas sarat akan napsu dan dahaga yang menggebu-gebu. Ini adalah kali kedua bagi Beatrice untuk memanipulasi Flyod dengan tubuhnya. Sebab sekali lagi, wanita itu mampu melakukan apapun demi mencapai tujuan yang dia inginkan.
Keesokan harinya, kedua orang ini menjalankan rencana mereka. Ketika Flyod diberikan perintah oleh Ace, ia meletakkan kumbang penyadap suara.
Dari sanalah Flyod mendapatkan informasi mengenai ruangan yang ditempati oleh Ana, sebuah ruangan luas yang berada di bawah tanah.
Tak hanya itu, Flyod pun membagikan informasi tersebut kepada Beatrice dan menyadari bahwa ruangan itu terkunci dengan sebuah sensor khusus yang melarang siapapun selain Orion untuk bisa masuk menggunakan kekuatan teleportasi.
Keduanya mencari cara setengah mati sampai mengumpulkan data tentang bentuk keseluruhan bangunan lalu menemukan satu lubang kecil di atap yang hanya bisa dimasuki oleh satu orang. Flyod tidak bisa masuk karena ototnya yang cukup besar, maka Beatrice adalah satu-satunya orang yang bisa menyelinap saat ini.
__ADS_1
Setelah susah payah menyusup, wanita itu bisa menemukan bola cahaya sihir yang mengurung Anastasya. Mata Beatrice langsung berkobar dengan emosi, tapi ia menahannya agar rencananya tidak rusak. Ia pun berusaha untuk membangkitkan Ana dari tidurnya.
“Siapa kau?” Aja sama sekali tidak mengenali Beatrice, wanita itu benar-benar tidak sedang berada dalam pikiran yang sehat.
“Menyedihkan sekali," celetuk heatr tiba-tiba.
“Haa?”
“Kondisimu benar-benar menyedihkan. Bukankah beberapa saat yang lalu kau mengamuk karena berpikir dirimu hebat? Lihatlah apa yang terjadi dengan dirimu sekarang ini. Kau tak berdaya, seperti tikus yang terperangkap dalam sangkar kecil.”
Beatrice sengaja memancing emosi
Ana yang pikirannya sedang tidak baik, berharap wanita itu tanpa sengaja membeberkan apa yang ingin ia dengar.
“Berisik! Kalian semua akan mati, aku akan membunuh kalian semua. Kalian tidak pantas hidup, dasar makhluk rendahan. Lihat saja tidak lama lagi aku dan anakku akan mengambil alih dunia ini dan menjadikan kalian semua budak! Manusia menjijikkan!”
Red tercengang. “A-anak?”
Tawa Ana pun terdengar melengking. “Kenapa? Apa kau terkejut? Aku akan melahirkan anak naga tidak lama lagi, lalu kami akan menghancurkan dunia ini dan membuat dunia baru tanpa perlu diisi oleh makhluk lemah seperti kalian. Terutama kau, kau—”
Ucapan wanita itu tidak lagi terdengar oleh Beatrice.
Ia terlanjur syok dengan fakta bahwa Ana saat ini tidak sedang dirasuki oleh makhluk apapun, melainkan hamil! Terlebih lagi, yang dikandung adalah anak naga. Monster yang menakutkan itu? Yang benar saja. Ini benar-benar akan menjadi bencana.
Wanita ini benar-benar harus dimusnahkan sekarang juga jika tidak ingin dunia jungkir balik dan berada dalam bahaya.
Eh, bukankah ini sesuai dengan perkiraannya?
Bukankah ini justru lebih baik lagi?
Wanita dan janin yang berada di dalam perutnya kini merupakan suatu ancaman bagi dunia.
Bila dibiarkan dan monster-monster itu lahir, maka tidak ada lagi alasan bagi Orion maupun penyihir lainnya untuk melindungi wanita monster itu.
__ADS_1
Sedikit kekacauan mungkin akan menjadi bumbu yang mencipratkan beberapa tetes darah orang-orang yajg tidak berdosa, tapi Beatrice tidak terlalu peduli akan hal itu. Hal itu tidak ada hubungannya dengannya.
...Bersambung...