
Ace melotot seolah menyadari sesuatu. Ia pun segera pergi terburu-buru, diikuti oleh sang istri yang mengekor.
Beatrice dan Flyod juga mengikuti dari belakang, sehingga pada akhirnya semua mengikuti jejak Ace yang ternyata menuju tempat dimana Ana dikurung.
Ace membuka sensor ruangan itu dengan mudah lalu masuk ke dalam ruangannya diikuti yang lain. Betapa terkejutnya ia mendapati ruangan ternyata kosong melompong.
“Tuan, ada apa disini?” tanya Beatrice sengaja menjadi pemantik dalam tumbukan bara api.
“Ini adalah tempat dimana Orion mengurung istrinya dalam bola cahaya. Dan sekarang, mereka berdua telah menghilang.”
“Apa?” Beatrice berteriak tak percaya.
“Mungkinkah mereka berdua kabur?” kali ini Flyod memainkan kartunya.
“Tidak mungkin, untuk apa Tuan melakukannya, itu tidak seperti Tuan yang melakukan kontak dengan Drake….” racau Luna begitu pelan.
Akan tetapi, karena ruangan itu begitu sunyi, sehingga suaranya terdengar sangat jelas. Semua orang pun kini menatap Luna dengan horor, bahkan wajah Ace tidak dapat lagi dideskripsikan oleh kata-kata.
Gadis kucing itu tidak sadar bahwa ucapannya seperti menyiram air keras ke atas wajah mereka semua, bagaikan belati bermata dua.
Butuh beberapa saat bagi Luna untuk menyadari makna dari tatapan mereka semua.
“Tidak mungkin….”
Felix menahan tubuh belakangnya, gadis itu hampir saja jatuh karena kehilangan keseimbangan apabila pemuda di sampingnya tidak bergerak dengan cepat.
“Jika benar Ketua berkhianat, ini tidak bisa dibiarkan, kita harus membunuh mereka berdua atau seluruh dunia akan berada di dalam bahaya!” seru Flyod.
Apa yang dikatakan pria berambut merah itu sebenarnya masuk akal, karena yang ia tahu dari Beatrice adalah pria yang sangat ia benci kehadirannya itu memang menyembunyikan sesuatu yang sangat berbahaya.
Dirinya tidak tahu akal bulus yang dilakukan oleh wanitanya, dia tidak tahu menahu mengenai jebakan itu.
“Tidak bisakah kita mengkonfirmasinya terlebih dulu sebelum melakukan tindakan ekstrim seperti itu?” saran Felix.
Meskipun dirinya sendiri juga tidak terlalu menyukai sang ketua, namun ia juga tidak percaya begitu saja bahwa Orion sanggup melakukan hal-hal semacam berkhianat seperti ini.
“Akan terlalu lambat untuk itu!” sangkal Flyod tak setuju.
__ADS_1
“Cukup! Kupikir kalian berdua ada benarnya,” Aidyn berusaha menengahi. “Sekarang biarkan suamiku yang mengambil keputusan.”
Yang lain pun setuju dengan saran darinya. Ace memilih untuk duduk di sofa terdekat, berdiam diri sambil memijat kepalanya yang terasa sakit. Ia tidak menyangka semuanya akan menjadi seperti ini.
Apakah keputusannya mengizinkan Orion untuk mempertahankan istrinya itu salah? Apakah itu justru akan menjadi bumerang bagi Akademi sihir dan bencana untuk dunia? Tetapi Ace sendiri sudah mendengar tekad pria itu, dia sudah melihat keseriusan di wajahnya.
Orion mengatakan padanya bahwa ia ingin melindungi keduanya, melindungi istri dan juga dunia. Pria itu tidak ingin menyakiti orang-orang yang tak berdosa.
Itu tidak mungkin hanyalah suatu kebohongan belaka, karena Ace mengenal Orion.
Ace tahu kapan pria itu bersungguh-sungguh.
Lalu, apa yang terjadi saat ini? Kenapa lagi-lagi bahkan telepatinya tidak bisa sampai ke orang itu? Sebenarnya kemana perginya Orion dan juga Ana? Apakah mereka benar-benar melarikan diri setelah menciptakan kekacauan yang besar?
"Aku akan menyerahkan urusan para manusia kepada Felix dan Luna. Istriku nanti akan menemani kalian," ucap Ace.
Aidyn menggeleng tidak terima, “Lalu bagaimana denganmu?”
“Aku akan mencari tahu mengenai cahaya semalam bersama Beatrice dan Flyod. Apakah Blactone sudah kembali ke kantor? Jika sudah, bawa juga dia bersamamu. Kekuatannya pasti akan sangat membantu," ucap Ace lagi.
“Pergilah bersama mereka lalu datang kepadaku setelahnya, aku akan menghubungimu begitu kami telah menemukan benda itu.”
Baru dengan begitu, Aidyn mengangguk.
“Lalu bagaimana dengan Tuan Orion?” tanya Luna lagi.
Mendengar itu, Ace mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.
_______
Sebenarnya, satu sudut di dalam hati kecil Beatrice merasa bersalah mendengar begitu banyak manusia tidak berdosa mengalami kerugian yang tidak sedikit.
Ia tidak menduga bahwa kelahiran seekor anak naga akan menyebabkan kerusakan yang begitu besar seperti ini, bagaimana jika makhluk itu tumbuh besar dan berada dalam kondisi sempurna? Tidak heran jika makhluk itu dikatakan sebagai bencana bagi dunia.
Akan tetapi, apa boleh buat?
Nasi telah menjadi bubur. Untuk menyesal sekarang pun tidak akan ada artinya sama sekali. Hanya tinggal beberapa langkah lagi baginya untuk mencapai hasil seperti yang ia inginkan, ia tidak bisa mundur sekarang.
__ADS_1
Kematian Anastasya sudah berada di depan mata, pertumpahan darah akan terjadi secepatnya.
Sementara itu, Beatrice akan menciptakan suatu kondisi dimana Orion tidak akan menerima hukuman ekstrim melihat dari bagaimana reaksi semua orang yang nampak sangat tidak percaya jika pria itu adalah seorang pengkhianat.
Ia tidak akan membuat Orion mendapat hukuman eksekusi, sementara wanita jadi-jadian itu sejak lama sudah menjadi target yang diwaspadai oleh semua orang.
Sekarang, Orion pun tidak akan mampu menyelamatkannya.
_____
Keesokan harinya, mereka membagi kelompok untuk melakukan misi masing-masing sesuai dengan rencana yang dibicarakan kemarin.
Aidyn yang memimpin Luna, Felix serta Blactone menuju lokasi dimana kekacauan terjadi, serta Ace bersama Beat dan Flyod yang pergi mencari asal-muasal cahaya aneh semalam sekaligus keberadaan Ketua mereka.
Begitu Aidyn bersama dengan yang lain sampai ke tempat evakuasi, yang terlihat di depan mata mereka adalah sekumpulan korban ketakutan.
Banyak anak-anak yang menangisi orang tua mereka yang tidak bisa melihat, tak sedikit dari mereka yang kehilangan harta benda dan tempat tinggal akibat kebakaran yang terjadi.
Tidak sampai disitu saja, hingga saat ini bahkan gemuruh terus menerus terdengar, saling bersahut-sahutan. Seakan-akan dunia sedang berubah menjadi anak kecil yang rewel karena tubuhnya sedang sakit.
Mereka para manusia biasa yang tidak tahu apa-apa hanya bisa meratapi nasib tidak mengerti dengan apa yang terjadi, tapi Aidyn tidak.
Akademisi lainnya juga pasti mengerti dalam diam tanpa mereka perlu berkata keras-keras, bahwa kekacauan yang terjadi saat ini pasti berhubungan dengan keberadaan naga yang selama ini mereka risaukan.
Habitat dimana seharusnya makhluk itu berada bukanlah disini, tempat ini tidak mampu menampung kekuatan sebesar itu sehingga terjadilah pergesekan dimensi yang menyebabkan beberapa fenomena aneh terjadi.
Di tempat lain, Ace meminta Beatrice dan Flyod untuk berpencar sembari menghemat energi mereka.
Keduanya tidak disarankan untuk mengeluarkan kekuatan yang menghabiskan banyak tenaga karena mereka semua tidak tahu akan ada bahaya apa yang menunggu di masa depan, terutama teleportasi kecuali jika berada dalam keadaan genting yang mengharuskan mereka untuk kabur dari tempat kejadian secepat mungkin.
Sebelum itu, ia mengkoneksikan telepati terhadap keduanya agar mereka bertiga bisa terus bertukar kontak dan kabar dalam keadaan apapun.
Sepanjang penelusurannya, Ace tidak berhenti berusaha menghubungi Orion dengan telepati.
"Dimana kau, anak nakal!!"
...Bersambung...
__ADS_1