
Ace memang mengetahui bahwa Orion dulunya pernah memiliki seorang putra, sebelum dirinya bertransformasi menjadi penyihir hebat. Bahkan saat itu Orion hampir mati terbunuh.
Tetapi dia tidak tahu seperti apa wajah anak itu, dan teriakan Orion barusan seperti pedang yang berhasil menghunus hatinya.
Ia bisa merasakan kebingungan yang selama ini pria itu rasakan, namun apapun alasannya, anak itu tetap harus dibunuh sebelum dunia jungkir balik dan benar-benar binasa.
“Apa kau sudah gila?” cemooh Flyod terhadap pria di tangannya.
“Sadarlah, O. Dia bukan anakmu! Anakmu sudah mati!” tegas Ace sekali lagi.
“Berisik! Aku tahu dia sudah mati, tapi saat ini dia sudah hidup lagi!" tolak Orion.
PLAK!
Aidyn menampar Orion dengan begitu keras. Matanya terasa panas, wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu menarik wajah Orion menuju makhluk kecil yang sedang asik bermain ekornya sendiri.
“Lihat wajah ini baik-baik, lihatlah!” seru Aidyn. “Apakah dia benar-benar mirip dengan putramu? Lihat dan amatilah dengan cermat! Apakah dia benar-benar putramu yang kau rindukan itu? Wajahnya, benarkah wajahnya mirip seperti anakmu? Senyumnya, tawanya, pernahkah anakmu tertawa seperti itu? Matanya, lihat matanya! Apakah bola mata anakmu seperti itu? Tanduk dan ekornya, lihatlah itu semua! Apakah putramu bertanduk dan berekor? APAKAH PUTRAMU TERLIHAT SEPERTI MONSTER, ATAU MONSTER YANG SEKARANG SEDANG BERUSAHA MENYERUPAI PUTRAMU???”
Aidyn tidak melepaskan kepala Orion sampai ia selesai dengan ucapannya.
Wanita itu terengah-engah, akhirnya air mata yang ia tahan selama ini meluncur juga.
__ADS_1
Ace pun meremas bahu yang tak lagi tegap seperti biasanya itu. “Sadarlah, O. Kembalikan akal sehatmu, jangan biarkan makhluk itu memperdaya dirimu dengan mudah.”
Orion tak berkedip. Kalimat demi kalimat yang Aidyn serukan tepat di samping telinganya seakan-akan telah menghipnotisnya untuk melakukan hal yang persis seperti itu.
Orion pun mengamati dengan serius setiap garis di wajah makhluk kecil ini. Irasnya memang sangat mirip dengan baby Crux, tapi kedua matanya sangat berbeda.
Baby Crux bahkan tidak memiliki mata seperti itu, putranya juga tidak memiliki tanduk dan ekor. Baby Crux juga tidak memiliki taring dan senyuman yang mengerikan.
“KHIKHIKHIKHIKHI~”
Putra mungilnya tidak pernah mengeluarkan tawa memekik seperti itu.
Semua orang otomatis bergerak menjauh begitu sang bayi mengeluarkan suaranya, termasuk Orion yang memundurkan kakinya sebanyak dua langkah.
“Kalian memang selalu merepotkan. Tidak bisakah kalian membiarkanku bermain sebentar?” ucap bayi tersebut dengan suara berat.
“Dia … apakah dia Drake?!” Beatrice yang ada di ujung sana, menutup mulutnya tak percaya.
“Padahal aku sangat menikmati kasih sayang yang sedang diberikan oleh dua orang menyedihkan ini.” Anak itu mendesah lelah secara dramatis, memasang wajah sedih lalu menangis terlentang sambil menggerak-gerakkan kedua kaki dan tangannya.
Tangisannya benar-benar persis seperti bayi, siapapun yang melihat wajah menangis itu tidak akan tega untuk menyakitinya kecuali mereka adalah seorang psikopat.
__ADS_1
Tiba-tiba….
SRET
Bayi itu kembali bangkit dan duduk dengan secepat kilat, lalu lompat ke pelukan Ana dan menyeringai sambil menatap ke arah Orion.
“Bagaimana, bukankah aku terlihat begitu mirip dengan putramu?” tanya Bayi naga itu.
Orion merasa hatinya dihancurkan hingga berkeping-keping, dan kepingan yang telah hancur itu pun diinjak hingga tersisa debu yang mudah terbawa angin.
“KETERLALUAN!!!” Orion berteriak marah.
Ana yang masih mematung akhirnya sadar begitu Orion menerjang bayi di dalam pelukannya dan mencekiknya.
Ia menatap nanar pria itu tidak percaya, berusaha melepaskan cekikan di leher bayinya.
“Apa kau gila? Kau mencekik putramu sendiri!”
Drake lagi-lagi melakukan sandiwara dan berpura-pura menjadi seorang bayi tak berdaya. Dia meronta-ronta dan menangis kesakitan, membuat Orion secara spontan melepas tangannya.
Kepala Orion terasa sangat sakit, wajah itu membuatnya berpikir bahwa yang baru saja dicekiknya adalah baby Crux.
__ADS_1
Perang antara akal sehat dan mental yang tengah terjadi ini nyatanya mengikis energi Orion sehingga tubuhnya lemas dan membuatnya jatuh berlutut.
Bersambung