Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA

Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA
Bab.12#####


__ADS_3

*masih suasana hotel*


''Kau.''.....


ayah,papa David,Rendi, Samuel dan raka mereka sama-sama berteriak, karna tidak percaya akan apa yang dilakukan pria itu.



ya dia adalah Rudol yang sangat ingin membumi hanguskan keturunan papa Max.


'' ups...maaf tadi bukan wanita bodoh itu yang menjadi target peluruku, tapi dia''..........menunjuk kearah Raka.


''Tapi sejak tadi dia membuatku kesal karna setiap sasaran sudah pas dia pasti lewat, dan itu bukan cuma sekali tapi bolak balik, jadi ya udah aku lepaskan saja peluruku dan dorr....eh benar dia kena''...... hahaha


Rudol tertawa seakan apa yang dia perbuat bukanlah apa-apa.


''hei... kenapa kalian melihat ku seperti itu? apa kalian begitu merindukan ku? baiklah... baiklah, aku senang karena kalian sangat merindukan ku jadi bagaimana jika kita bermain untuk merayakan pertemuan kita ini hum?''


Rudol benar-benar membuat semua orang jengah dan marah besar karna sifat Rudol yang tak pernah berubah sejak dulu, justru malah semakin menjadi, dan semua orang seakan ingin mencincang habis tubuh pria itu, tapi Rudol pria dengan sejuta ambisi dan kejahatannya sama sekali tidak terganggu dengan pandangan mata semua orang, bahkan tidak ada yang menyadari perubahan wajah


Berlian, mereka semua hanya memikirkan cara membunhkam Rudol tapi tidak ada yang tau bahwa akan ada sesuatu yang membuat mereka semua diam karna kemarahan seseorang yang dipaksa menunjukkan apa itu kematian yang mengerikan bahkan mereka semua akan memilih bersikap waspada pada perilaku dan perkataan sebelum ajal yang mengerikan itu menghampiri mereka.


''Apa kau sudah selesai mengoceh pak tua''?......

__ADS_1


berlian berdiri dan berbalik menatap pria yang sejak tadi mengoceh di belakangnya.


''Wah..apa kau ingin memohon padaku untuk tidak melukai swamimu?''. ....


Rudol malah semakin mencari kematian yang lebih cepat sepertinya, dengan memprofokasi kemarahan Berlian.


''Aku bertanya apa kau sudah selesai mengoceh pak tua?''....... untuk yang kedua kalinya Berlian bertanya, sehingga hal itu menimbulkan pemikiran masing-masing, dan menatap kearah berlian dan ya mereka baru menyadari bahwa Berlian seperti berubah menjadi orang lain, dan tempat itu tiba-tiba menjadi sangat mencekam


seperti tempat yang begitu angker, tapi Rudol sama sekali belum menyadari hal itu sehingga dia semakin ngelantur kemana mana tanpa tau apa yang terjadi di sekelilingnya, bahkan semua anak buah Rudol,Raka, dan juga anak buah Berlian sendiri benar-benar sudah tidak tahan lagi berada disana tapi mau lari pun juga tidak berani, jadi mereka hanya bisa diam dan menguatkan kedua kaki mereka untuk menopang tubuh mereka masing-masing, dan Raka dia hanya diam melihat perubahan diri dari istrinya yang baru beberapa jam lalu dia nikahi, dia bahkan tidak tau mau berkata-kata karna pada kenyataannya selama ini dia hanya mengenal berlian yang konyol, bar-bar dan juga baik ramah pada semua orang tanpa pandang bulu.


Tapi kali ini dia beru melihat hal yang sangat menakutkan ada dalam diri istrinya.


''kau bertanya apa ada yang mau bermain-main denganmu untuk merayakan kepulanganmu ini kan? kalo begitu bagaimana kalo aku yang menemanimu bermain pak tua?''.......


''baiklah kemarilah dan bermain bersamaku!''


Berlian meminta Rudol untuk mendekat sambil dia berjalan kearah belakang tubuh Raka yang besar dan tinggi dan tiba-tiba raakkkk......'


suara robekan baju, ya berlian merobek kaum pengantinnya dan Raka langsung berbalik dan melihat perbuatan istrinya itu.


''Sayang apa yang kau lakukan?''


Raka bertanya dengan berteriak karna dia tidak menyangka kalo istrinya itu akan melakukan hal bodoh seperti sekarang ini.

__ADS_1


Tapi Berlian seakan tuli dia langsung melepaskan jas milik Raka dan memakaikannya ditubuhnya, dia hanya memakai jas sebagai penutup tubuh atasnya sedangkan tubuh bawahnya dia memang memakai lejing, jadi tidak akan mengespos tubuhnya, Walau pun bentuk tubuhnya yang begitu indah harus terlihat jelas karna lejingyang dia pakai


benar-benar pas body.


''gluk''


....Rudol menelan ludahnya kasar dan susah bahkan sekarang dia benar-benar susah bernafas karna melihat bentuk tubuh Berlian yang sangat hot.


''Kau sudah siap pak tua?..kalo sudah mari kita mulai!''


Berlian tanpa basa-basi dan dia langsung melompat dan menerjang tubuh tegap rudol, tidak cukup hanya dengan tendangan dia memegang Kudus belah tangan Rudol dan memutarnya sehingga dia terlihat begitu mudah mengangkat dan melempar tubuh tegap rudol ke sebuah dinding yang kira-kira jauhnya dari tempat dia berdiri sekitar 50 mt, tapi Berlian seakan hanya sedang melemparkan batu sebesar kepalan tangannya sendiri karna tubuh Rudol yang terlempar sampai membuat retakan besar dan bercabang didingding tersebut.


Berlian melompat keatas seperti dia sedang menginjak beberapa tangga saja karna dia terlihat seperti menapakkan kakinya di udara dan brukkk.....lututnya menghantam dagu Rudol sehingga keluarlah darah segar dan agag banyak dari mulut rudol.


berlian benar-benar tidak memberi kesempatan kepada Rudol untuk membalas setiap serangannya, dia terus membabi buta menghajar Rudol, melihat sang tuan kewalahan sang tangan kanan memerintahkan anak buahnya untuk membantu tapi tidak semudah itu karna Raka dan teman-temannya sudah langsung pada posisinya masing-masing,papa dan ayah membawa para wanita agar menjauhi tempat pertarungan dan seorang anak buah berlian langsung memberi hormat pada ayah dan mengatakan akan menangani ibu dan juga menyarankan mereka untuk tidak keluar ruangan, karna akan sangat berbahaya diluar.


Melihat keraguan para orang tua anak buah berlian langsung menjelaskan siapa dia sehingga papa dan ayah lega dan menuruti kata-kata dari anak buah Berlian tersebut dan memang bukan tidak mungkin musuh yang lain tidak menggunakan kesempatan untuk mencari untung dalam pertempuran tersebut.


Sehingga mereka hanya bisa melihat pertempuran itu dari jarak kira-kira 100m, dan mereka juga langsung dikawal semua anak buah berlian, dan juga ibu langsung ditangani dokter pribadi kelompok berlian dengan membuat beberapa kain yang tebal sebagai pembatas untuk mengelilingi pengoperasian untuk mengeluarkan peluru dari tubuh ibu.


Meraka juga meminta ayah untuk masuk kedalam tirai pembatas untuk menemani ibu dalam operasi kecil itu sampai selesai, setelah itu mereka tinggal menyaksikan pertarungan yang masih berlangsung dan juga ada yang janggal karna sekarang berlian bukan lagi melawan Rudol tapi, melawan seorang wanita dan sepertinya wanita itu juga memiliki kekuatan lebih karna mereka terlihat imbang walau pada kenyataannya wanita itu sudah berkali-kali memuntahkan darah, sementara berlian dia bahkan tidak tergores sedikit pun, Walau dalam pertempuran itu baik dari kelompok Raka dan Rudol sudah sama-sama terluka tapi tidak membuat mereka menyerah apalagi Raka melihat istrinya baik-baik saja itu menjadi penyemangat untunya bertarung walau dia sudah mendapatkan banyak luka.


terimakasih πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ lanjut di bab berikutnya ok, karna itu tetap setembai dan ulurkan jempol untuk πŸ‘& πŸ’“ supaya author tambah semangat lagiπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œ

__ADS_1


__ADS_2