Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA

Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA
Bab.51#####


__ADS_3

"Awalnya tidak, tapi setelah dia mengatakannya aku baru tau,dan aku tidak mau dia pergi dariku sehingga aku mengikatnya, supaya dia tidak lari"


"Lalu setelah kau tau bahwa dia mengetahui pekerjaan hajatmu, kenapa kau tidak berhenti dari pekerjaan itu?"


"Aku terpaksa, karna aku sudah berusaha menjadi pekerjaan tapi semua perusahaan menolak ku dengan alasan aku tidak pantas Bekerja dengan mereka, kalau pun ada yang menerimaku, aku diperlakukan seperti binatang dan pimpinan perusahaan hanya tertawa melihat aku diperlakukan seperti itu, sehingga aku memilih pekerjaan itu"


" Kalau kau diberi pekerjaan apa kau sanggup mengerjakannya dengan benar? mungkin dengan begitu gadis itu akan kembali padamu"


"Sebenarnya dia tidak menuntut kekayaan dariku, dia hanya memintaku bekerja yang lain, tidak masalah gajinya kecil asal jangan pekerjaan itu, itu saja permintaannya"


" Baik, kau akan bebas hari ini dan akan bekerja denganku, tapi ingat aku butuh kejujuran, dan banci penghianat apalagi pembohong kau paham"


" Ia aku paham, trimakasih, dan apakah aku masih bisa menemui kekasihku?"


"Tentu dan beritahu padanya kalau kau bekerja dengan sang pembantai maka aku yakin dia akan mendukungmu"


"Baik nona, aku mengerti"


Setelah itu dia bebas dan langsung menuju rumah kekasihnya, dan menemuinya yang kebetulan duduk dengan tatapan kosong karna mengingat kekasihnya yang menjadi narapidana, tidak terasa air matanya menetes dan pria itu yang melihat kekasihnya menangis langsung memeluknya, dan minta maaf.


"Sayang maaf, aku janji aku akan meninggalkan pekerjaan itu tapi berjanjilah kau tidak akan.menangis lagi hum"


Gadis itu terkejut karna ada yang tiba-tiba memeluknya dan meminta maaf, mendengar suara yang begitu dia kenal dia menatap pria yang sekarang memeluknya, dan benar itu adalah kekasihnya, tapi kenapa dia ada disini.


"Sayang ini aku, aku dibebaskan dan aku diminta bekerja pada orang yang disebut sang pembantai, dan dia juga mengatakan kalau kita masih bisa bertemu"

__ADS_1


"Mendengar sang pembantai gadis itu langsung tersenyum karna dia sangat mengenal siapa sang pembantai itu, walau belum pernah melihat wajahnya tapi dia sering mendengar cerita sang pembantai dari kedua orang tuanya, dan dia bahagia bila kekasihnya menjadi salah satu anak buah sang pembantai itu.


Sementara itu Berlian langsung kembali kekediamannya dan mendapat kabar bahwa Luis dan Lusi tidak jadi ikut Raka karna Raka membawa Rizky pulang bersamanya, mendengar itu, Berlian merasa Raka sama sekali tidak pernah menganggap Luis dan Lusi panting baginya, berlian menemui anak-anak dikamar mereka dan mendapati Luis dan Lusi yang termenung menatap langit malam, melihat itu Berlian semakin tidak mengerti dengan semua orang termasuk Rangga sendiri.


"Sayang kenapa belum pada tidur hum?''


"Mom....apa kami bukan anak-anak Dedy? kenapa Dedy tidak mengajak kami tapi malah lebih mementingkan Anak itu ?''


"Sayang sudah ya jangan memaksakan sesuatu yang tidak mungkin terjadi, kalian cukup berdoa supaya kelak kalian tidak seperti itu hum"


",Ia mom"


"Ya udah sekarang kalian tidur karna besok harus sekolah ok"


Setelah menidurkan anak-anaknya Berlian berjalan menuju kamarnya dan membaringkan tubuhnya, dia tidak bisa tidur mengingat kesedihan anak-anaknya, perlahan air matanya menetes dia merasa begitu sakit melihat perlakuan Raka terhadap anak-anaknya, yang seakan tidak pernah merasakan keberadaan mereka.


Keesokkan harinya seperti biasa anak-anak berangkat sekolah dan tadi pagi kedua kembar itu memutuskan untuk tidak mengharapkan Raka untuk menganggap mereka anak-anaknya, mereka berangkat sekolah dan seperti biasanya sepulang sekolah mereka berjalan jalan dan mereka kembali bertemu dengan Sang Dedy, tapi mereka terus berjalan dan mengobrol ria, tanpa melihat atau peduli dengan sekitar, Raka yang kebetulan selesai miting dia juga melihat Luis dan Lusi.


tapi dia merasa kedua anak itu tidak melihatnya, padahal merek berpapas papasan, David juga merasa kalau Luis dan Lusi berubah tidak seperti dulu kalau bertemu Raka mereka Pati berhenti dan menatap Raka penuh kerinduan tapi kini kedua anak itu abai saja bahkan seakan tidak mengenal mereka.


Raka menatap kedua anak kembar itu yang terlihat sangat senang dengan semua yang mereka lihat, dua jam kemudian Raka masih menunggu kedua kembar itu di parkiran dan akhirnya dia melihat mereka berdua keluar, Raka mengetahui hampiri mereka dan berusaha berbicara pada kedua kembar tersebut.


"Luis kalian lama sekali didalam Dedy menunggu kalian dari tadi"


Luis dan Lusi sama sekali tidak menanggapi pertanyaan Raka, mereka masuk kemobil dan mobil pun melaju meninggalkan parkiran tersebut dan Raka yang terpaku ditempatnya karna melihat, kedua anak kembar itu yang mengabaikannya,Raka pulang kerumahnya yang baru karna rumah yang dulu sudah dia jual, sepanjang jalan Raka memikirkan perubahan kedua anak kembar tersebut,dan dia merasa hatinya sangat sakit karna tidak dianggap oleh kedua kembar itu.

__ADS_1


Tapi Raka sama sekali tidak menyadari bahwa perbuatannya lebih kejam dari pada perbuatan kembar hari ini, dia hanya bisa berpikir dan terus berpikir kenapa Luis dan Lusi jadi bersikap seperti itu padanya.


Hari berganti Minggu dan Minggu berganti bulan, tetapi Luis dan Lusi tidak lagi pernah menguntit atau membahas masalah sang Dedy, mereka seperti sudah ikhlas dengan nasip dan takdir mereka, sementara Berlian yang sudah mendengar alasan anak-anaknya pun tidak mau memaksa atau mengingatkannya lagi, dia juga sudah tidak terlalu memikirkan masalah Raka karna yang sedang mereka pikirkan saat ini adalah masa depan mereka tidak lebih.


Raka sendiri juga seperti tidak peduli lagi dengan sifat Luis dan Lusi, sekarang dia sibuk dengan pekerjaan dan pekerjaan, Rangga sejak kepulangan terakhir dari rumah berlian juga banyak berubah, dia saat ini semakin menekan Raka untuk masalah pekerjaannya, bahkan saat ini diketahui Raka sedang dekat dengan seorang janda yang memiliki anak perempuan, dan dikabarkan mereka akan menikah satu Minggu lagi, Rangga juga meminta tinggal dirumah Raka yang baru.


Rangga saat ini sedang duduk berdua dengan wanita yang adalah calon istrinya itu, dan wanita itu pun mulai pembicaraan seperti biasanya.


"Mas....apa Raka tidak ada minat untuk menikah lagi? kalau ada aku akan mengenalkannya pada keponakan aku"


"Aku juga kurang tau, sudahlah tidak perlu pikirkan itu , yang terpenting adalah masa depan kita hum''


"Ia mas....."


"Tapi coba kamu tanya mas siapa tau dia mau kan?"


"Ya udah nanti mas tanya dulu ya"


Tanpa sepengetahuan Rangga dan wanita itu, ada seseorang yang mendengar percakapan antara mereka berdua, dan orang itu hanya tersenyum devil, karna dia bisa melihat bahwa wanita ini, tidak pernah mencintai Rangga tapiemcintai kekayaannya.


Tapi dia tidak peduli apa pun mengenai Rangga karna bagi dirinya, Rangga dan keluarganya adalah masa lalu.


Trimakasih masih setia dengan cerita kisah berlian dan Raka y.


🙏🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌🤩🤩🤩🤩🤩😍😍😍😍😜😜😜😜💓💓💓🌹🌹🌹🌹🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2