
Nah ini dia Kakak : HANS kita ya gaes ganteng Cui🤭🤭🤭🤭🤭 pengen bungkus bawa pulkam.
Hans melajukan mobilnya sambil menelpon semua orang bersamaan dan tidak lama kemudian semua mengangkat telpon suara itu.
''Maaf anda siapa? Kami tidak ada perintah dari Tuan besar Diwan Raka untuk menunggu tamu jadi anda tidak boleh masuk tanpa kartu pengenal''
Semua orang mendengar nama yang juga tersemat nama Raka disana, dan semakin meyakinkan kalau pria itu.memang ayah Raka dan anggun.
''Kau benar aku datang tanpa undangan dan kartu tapi aku datang atas nama seseorang yaitu Raka Rangga atau yang lebih kalian kenal dengan Diwan raka, bukankah Diwan Raka adalah Tuan Rangga?''
pengawal yang mendengar nama itu langsung kaget karna yang mereka tau tidak banyak yang mengetahui nama asli sang tuang itu.
Pengawal langsung waspada karna merasa mereka kedatangan musuh.
''Siapa kau?...bagaimana bisa kau tau nama asli tuan besar?''
''Aku adalah kakak ipar tuan muda kalian yaitu Raka jadi izinkan saya masuk''
pengawal tidak langsung mengizinkan salah satu menelpon bos besar dan mengatakan apa yang dikatakan Hans, mendengar nama sang putra Diwan Atau Rangga langsung keluar melihat orang yang baru datang itu.
''Siapa kau?...dan apa yang terjadi dengan anak-anak ku?''
''Aku Hans Kaka dari menantumu saat ini adikku sedang hamil dan dia hamil kembar''
''Mendengar kabar itu Rangga sangat bahagia dia merangkul Hans dan membawanya masuk tapi Hans berdiam diri dan itu membuat Rangga berhenti dan melihat kebelakang.
''Hei ayo masuk kita bicara didalam''
''Kau tidak ingin mengajak putra dan putrimu masuk juga?''
mendengar putra dan putrinya disebut Rangga berlari keluar dan membuka gerbang tanpa bantuan pengawal dia mengedarkan pandangannya ke segala arah tapi dia tidak mendapati siapapun dan semua gerak gerik Rangga tidak luput dari perhatian Raka dan anggun mereka berdua menangis antara sedih dan bahagia.
mereka sedih karna tidak tau apa alasan sang ayah meninggalkan mereka dan mereka bahagia karna bisa bertemu ayah mereka lagi.
''Dimana? aku tidak melihat siapapun diluar?''
''Apa kau mau bertemu mereka? lalu kenapa tidak datang kerumah mereka saja?''
''Aku punya alasan untuk itu''
''Baiklah kalau begitu, Raka anggun kalian dengar itu, dan kalian melihat bagaimana dia kan?''
__ADS_1
Rangga melihat Hans berbicara melalui ponsel, dia langsung merebut ponsel Hans itu dan berbicara .
''Raka, anggun nak...dimana kalian kenapa tidak masuk humm...ayo kemari nak ayah ingin melihat dan memeluk kalian''
Rangga meminta Raka dan anggun datang dengan suara tersendat sendat karna menahan tangis.
Tidak lama kemudian muncullah 4 anak manusia diantaranya ada seseorang yang sangat mirip dengannya dan dia langsung tau kalau itu adalah Raka putra sulungnya, dia memeluknya dengan tangisan kemudian dia melihat anah prempuan yang memang sedikit mirip dengannya dan juga langsung memeluknya mereka bertiga berpelukan dengan tangis bahagia.
Rangga mengajak mereka semua masuk kedalam dan duduk diruang keluarga, dia terus saja memeluk dan mengusap rambut hitam anggun sambil menciuminya dan David yang melihat semua itu kembali kemode cemburu nya dia membuang nafas kasar berkali kali sehingga mengundang perhatian semua orang, dan setelah itu barulah Raka, Rendi dan Hans mengerti dan hanya bisa tertawa cikikikan melihat kecemburuan sang sahabat.
Rangga yang tidak tau permasalahannya pun bertanya.
''Ada apa?..kenapa kalian cikikikan ?''
Raka menunjuk kearah David sambil menutup mulut karna
takut suara tawanya keluar karna merasa David sangat aneh kalau lagi cemburu.
''Rangga melihat David yang menatap anggun seperti kesal tapi anggun .asa bodo dengan suaminya yang sudah mode cembukor.
''Memang kenapa dengan anggun?''
''Begini ayah dari tadi siang sampai sekarang anggun belum menyapanya''.......jawab Raka
Rangga dengan polosnya menjawab dan jawaban itu membuat mulut David menganga sementara yang lain malah cakakakan.
''ko kalian malah tertawa?''
''Ayah dia memang suami anggun yah''...ha...ha...ha
''Oh....jadi kamu menantu laki lakiku?''
David memalingkan wajahnya kearah samping karna pertanyaan sang mertua, yang sudah membuat dirinya dongkol.
''Ya ampun kenapa putriku menikah dengan ceba cebaan?''
omongan sang ayah yang nyeleneh membuat semua orang tertawa terbahak-bahak bahkan anak buahnya pun sampai sakit perut karena baru pertama kali dengan kata ceba cebaan, sungguh.
''Ayah cabe cabean bukan ceba cebaan?''
''Ia kalau yang prempuan lah ini laki laki ya ceba cebaan''
lagi lagi mereka semua tertawa terbahak-bahak karna baru saja mereka mendengar dan melihat pria gagah dan kuat walau sudah tidak muda lagi dapat berbicara humor juga.
__ADS_1
mereka semua asik berbincang bercerita dan tertawa dengan sifat Rangga yang ternyata sangat gaul itu membuat mereka lupa waktu sampai tiba-tiba datang telpon.
derrrt......derrrttt.....derrrt....Hans langsung mengangkatnya karna yang menelpon adalah. sang adik.
''Ia Lian kenapa?''
Rama yang melihat hans mengangkat telpon sang istri melihat ponselnya tapi tidak ada riwayat panggilan lalu kenapa istrinya menelpon Hans bukan dia.
''Kau yakin kabar itu?''
?????????
''Baik aku akan segera lakukan yang terbaik ingat jangan keluar dari sana sebelum kami tiba, ingat kau sedang hamil, kau jangan sembarangan membunuh orang.
Semua orang langsung berdiri mendengar kalau sepertinya telah terjadi sesuatu pada berlian beserta pengisi rumah.
''Ada apa kak? kenapa dengan istriku kenapa kakak'' terlihat cemas? kak...katakan ada apa?''
Raka bertanya dengan nada tinggi karena Hans diam saja sambil berdiri dan melangkahkan pergi.
''Hanssss....apa kau tidak dengar aku bertanya ha...''
''Apa kau memberi waktu aku menjelaskannya?''
Raka diam dan baru sadar kalau semua orang menatap padanya karna mereka juga kesal.
'' Nak tenangkan dirimu, sekarang kita pergi bersama ok''
Siapkan secepatnya karena kita akan berangkat dan kau pimpin pasukan mengerti''
Rangga memerintahkan orang kepercayaannya dan dia langsungikut mobil Hans yang sudah melesat seperti panah, dan anak buah Rangga juga tidak ketinggalan dia melakukan mobilnya dengan kecepatan penuh walau tidak bisa mengimbangi mobil Hans yang memang sudah dirancang untuk bertempur dan balapan.
waktu yang harusnya mereka tempuh 2 jam, sekarang mereka tempuh dalam waktu setengah jam saja dan sekarang mereka sampai didepan rumah ayah Herman yang sudah hancur lebur dan pertempuran masih berlanjut.
Semua orang tidak percaya melihat kehancuran ini, dan sekarang mereka sedang mencari dimana berlian dan yang lainnya.
''Raka lihat disana''
Rendi menunjuk kearah dimana Ayah Herman sedang bertarung dibantu Samuel dan juga seorang wanita yang entah siapa.
tapi saat mereka mendekat mereka kaget karna ternyata wanita itu adalah ibu mertua Raka sendiri dan mereka semua menganga melihat kecepatan sang ibu dalam melawanmusuh musuhnya.
seru seru....seru.. ...pertempuran terus tapi sabar masih banyak rahasia lainnya serta kekocakan lainnya menanti ok
__ADS_1
jadi tetap setiaemberi dukungannya y, komentar juga favorit karna dengan komentar kalian juga saya bisa termotivasi dan itu mengeluarkan Ilham untuk berhalu🤭🤭🤭🤭😜😜😜😜😜🙏🙏🙏🙏🙏🤣🤣🤣🤣🤣💓💓🌹🌹🌹