Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA

Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA
Bab.62#####


__ADS_3

Setelah Rudi dan Yo keluar Luis mendekati ranjang pesakitan itu, entah dari mana datangnya semua itu hingga bisa mampir di o.....k dan pikiran Luis,sehingga dia datang dan ingin berbicara dengan gadis tersebut.


"Aku tau kau sudah bangun,jadi aku hanya ingin minta maaf atas kejadian hari ini,dan semoga cepat sembuh,oh ia aku boleh minta no ponselmu?"


Wajah Luis tiba-tiba panas dan memerah saat dia meminta no ponsel gadis itu,dan gadis itu,berbalik dan menatap mata luis, dia melihat Luis yang sepertinya berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah,dan itu membuat jantung gadis itu berdegup kencang, dia merasa ada yang aneh, dengan dirinya.


"Apa dia jatuh cinta padaku,dan no ponsel,apa dia mau meneleponku dan berbicara seperti sepasang kekasih,oh ana apa kau begitu beruntung mendapatkan pria tampan ini" suara hati gadis itu.


"Ini, tapi buat apa no ponselku,apa kau mau menerimaku?"


"Ia aku akan menerormu dengan ini, cup..."


"Luis yang tidak sadar mengecup bibir gadis itupun langsung berdiri, tapi gadis itu, terpaku sambil memegang bibirnya,Luis yang melihat itu pun bertanya"


"Kenapa kau pegang bibirmu hum?"


"Kau baru saja menciumku lagi, kenapa kau suka sekali mencium bibirku"


Wajah Luis lagi-lagi memerah mendengar ucapan gadis itu,dia benar-benar tidak sadar melakukan itu, Sementara di balik pintu yang terbuka sedikit,Rudi sang sahabat lagi-lagi tertawa sambil menutup mulutnya dengan tangannya, karena melihat Luis yang begitu konyol,dan polos soal asmara.


Berbeda dengan Rudi, Yo justru merasa takut putrinya jatuh cinta pada pemuda terkaya seantero itu,karna walaupun dia kaya, tapi dibanding Luis yang keturunan seorang miliader dan juga pengusaha terkaya no dua didunia,dia merasa hanyalah butiran debu,dan tak sebanding dengan Luis.


"Aku akan pergi, jaga dirimu baik-baik,dan aku mau bilang mulai saat ini kau milikku,jadi jangan coba-coba menerima pria lain lagi selain aku mengerti"


"Kau sedang mengungkapkan perasaanmu atau kau sedang mengancam ku"


"Aku akan mengungkapkannya dengan romantis tapi tidak sekarang karna aku ada urusan penting ok"

__ADS_1


"hum...."


Gadis itu juga Tampa sadar mengangguk patuh dia menatap mata luis yang begitu indah menurutnya, Luis juga menatap mata gadis itu, perlahan lahan dia meninggikan kepalanya, dan orang yang mengintip sedari tadi pun menutup pintu pelan pelan takut ketahuan, Yo hanya bisa diam membisu seribu bahasa dalam pikirannya.


Sementara didalam ruangan entah sadar atau karna terbawa suasana Luis dan gadis itu berciuman,dan ciuman keduanya sama sama kaku awalnya karna sama sama ciuman pertama mereka,tapi Luis sebagai seorang lelaki dewasa langsung mengikuti insting yang hadir begitu saja, mereka begitu menikmati ciuman mereka dengan cinta bukan nafsu.


Setelah beberapa saat Luis mengakhiri ciumannya dengan menempelkan kening mereka berdua, entah kenapa Luis meneteskan air mata, yang membuat gadis itu bingung,bukan kah seharusnya dia yang menangis karna sudah kehilangan ciuman pertamanya, tapi ko malah luis.


"Kenapa kok menangis? apa kakakmenyesal menciumku karna mengkhianati pacar kakak?"


"Tidak, aku belum pernah pacaran sejak aku remaja sampai hari ini,ini yang pertama kali buatku"


Luis menjawab dengan suara kecil seperti berbisik.


"Lalu kenapa kakak menangis?"


"Aku hanya bahagia bisa bertemu gadis sepertimu, kau begitu mirip dengan momiku, dan kau harus berjanji padaku,jangan menduakan aku,karna aku tidak akan memaafkanmu kau dengar"


"Tidak,tak pernah malu, baiklah aku pergi dulu ok"


Lius mengambil ponselnya dan menelpon orang yang bisa dia andalkan untuk menjaga kekasih hatinya yang baru ketemu itu, setelah itu dia mencium kening gadis itu dan pamit.


"Ok aku pergi,dan ya no ku ada disitu ok, kalau ada apa apa telpon aku,dan aku sudah meminta beberapa orang untuk menjagamu dari jarak yang tidak terlalu jauh hum"


setelahnya dia keluar dan izin pada Yo,


Setelah Luis dan Rudi pergi,sang ayah masuk dan melihat putrinya yang diam saja seperti sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Ada apa nak,apa dia menindas mu?"


"Tidak yah, hanya saja dia menyuruh orang untuk menjaga kita, menjaga ayah saat kerja juga menjagaku saat sekolah dan dia bilang akan menjaga kita dua puluh empat jam gitu yah"


"Nak,apa kau menyukainya?"


"Kenapa ayah bertanya begitu"


"Nak, dia itu orang terkaya no satu sedunia,juga ibu,ayahnya dan seluruh keluarganya seorang mafia,apa kau tidak merasa dia mempermainkanmu?"


"Aku ngerasa tidak yah,dia sepertinya orang baik,dan juga tadi dia nangis setelah menciumiku ups"


"Oh..jadi putri ayah udah tau ciuman hum?"


"ih ayah...apa an sih" sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Mendengar Luis menangis setelah mencium putrinya,Yo merasa sangat senang, karena dia yakin Luis akan mencintai putrinya dengan tulus.


Sementara Luis,dia sudah sampai di markas milik dedynya yang saat ini sedang porak poranda, tidak lama kemudian Raka datang dan menatap tempat itu, dengan remeh,dia merasa semua ini adalah ulah orang-orang yang sudah bosan hidup dengan tenang, Raka walaupun sudah paru baya dia tetap gagah dan ketampanannya tidak luntur sama sekali.


"Boy menurutmu apa mereka masih sayang sama nyawa mereka?"


"Dedy..aku merasa mereka akan menggunakan senjata itu, untuk hal hal yang merugikan masyarakat,kita harus segera menemukan mereka dan memberi mereka pelajaran"


Setelah itu mereka pergi,dan Sawa mengikuti mobil milik Luis, melihat itu,Luis pun turun dan meminta mobil besar untuk membawa Sawa, tapi Sawa tidak mau dia mau terus mengikuti luis dan akhirnya Luis membiarkannya.


Sawa yang mengikuti Luis tiba-tiba berbelok ke jalanan yang sudah lama tidak digunakan oleh para penduduk setempat,Luis yang mengerti itu,langsung meminta Rudi mengikuti Sawa,dan yang lainnya juga mengikuti dari belakang, Sawa berhenti dan semua orang juga ikut berhenti dan mereka semua,syok melihat banyaknya mayat yang tergeletak di tempat tersebut.

__ADS_1


Dan Luis juga Rudi turun dan melihat sekeliling, Luis melihat ada seseorang yang sepertinya masih bertahan hidup,dia menghampiri pria itu dan bertanya,pria itu cuma bilang ada sekelompok orang yang melakukan itu pada mereka,dan berkata kalau mereka sekelompok pisiko,karna membantai Tampa punya belas kasih,dan justru tertawa melihat mereka berteriak,pria itu juga mengatakan kalau kelompok itu,juga mengambil beberapa organ dan mengatakan akan menjualnya kerumah sakit xxx yang ada di negara tetangga,Luis yang mendengar itu bertanya tentang senjata yang dipakai oleh kelompok itu, dengan menunjukkan foto yang ada diponselnya,dan pria itu berkata kalau kelompok itu memakai senjata yang mereka cari.


Mana nih like dan komennya? ayo dong beri untuk karya aku, vote nya juga biar aku tambah semangat nih😭😭😭😭😭😪😪😪😪😪 jangan sungkan sungkan untuk memberi hadiahnya juga😍😍😍😍🤩🤩🤩🤩🤩


__ADS_2