
semua orang langsung kaget dan berdiri, mereka melihat bahwa disana ada seseorang yang tergeletak pingsang, akibat hantaman keras yang dilakukan oleh Berlian dibagian punggung orang tersebut.
mereka semua mendekat dan mencoba mencari tau siapa orang itu,dan berencana mengorek informasi mengenai kecelakaan istri Samuel, tapi saat mereka sedang berusaha membalikkannya untuk mengenali wajahnya tiba-tiba ada seseorang yang menembak orang tersebut tepat dijantungnya dan orang itu pun langsung tiada saat itu juga.
Hal ini semakin menguatkan kecurigaan mereka bahwa ada yang mendalangi kecelakaan itu, sehingga terlihat seperti kecelakaan murni.
Berlian langsung bergerak cepat menelpon anak buahnya yang selalu memantaunya 24jam dari jarak beberapa meter jadi dia langsung bertanya.
''Apa kalian menangkapnya?..jangan bilang kalian tidak memperhatikannya?''
''Nona sang penembak sudah ada ditangan kita dan dia tidak akan bisa mencelakai dirinya sendiri karna kami sudah memeriksanya dan mengikatnya''
''Bagus kalian dapat bonus karna cara kerja kalian sangat cepat seperti yang lain.''
''Trimakasih nona tapi nona perlu tau kalo bukan karna nona kami ini hanyalah anak terlamtar''
''Ah sudahlah kalian sudah mulai ngelantur tut.....''
''Siapa orannya lian?''
''Ka Samuel orannya dah ditangan kita jadi kita bisa melihatnya langsung kesana''
''Samuel lebih baik kita pulang dan istirahat dan ikhlaskan kepergian istri mu, siapapun dia mungkin sudah takdirnya
untuk kembali ke tangan sang pencipta melalui orang itu''
Ibu Ani, lebih tepatnya ibu tiri Samuel menghalangi Samuel untuk tidak mencari tau siapa orang dibalik musibah yang menimpa istrinya.
Dia juga menatap pada Berliana dengan pandangan sengit.
Berliana yang sudah lama dunia hitam langsung menyadari hal itu, dan bertanya pada wanita yang hanya beberapa tahun lebih tua diatasnya itu.
''Kenapa kau menatapku dengan begitu tante?..apa sebenarnya yang sedang coba kau tutupi sehingga kami Samuel tidak perlu menyelidiki tentang kematian istrinya?''
''Apa kau tau sesuatu atau kau terlibat dalam hal itu?''
Berlian merasa bahwa wanita ini bermasalah sehingga dia menelpon seseorang untuk menyelidiki sesuatu.
''tut....tut....Halo tolong kau selidiki tentang Tante Ani! aku butuh informasi yang lengkap mulai dari nenek moyangnya bila perlu dan kau hanya punya waktu 10 menit...tut......''
__ADS_1
mendengar hal itu Tante Ani tiba-tiba ketakutan tetapi berlian mengabaikannya dan meminta mereka semua menunggu kabar dirumah Samuel.
Sepanjang perjalanan Tante Ani duduk dengan gelisah sang suami yang memang sakit-sakitan beberapa bulan itu dan membuat dia tidak bisa menggunakan pita suara serta jari-jari tangannya hanya memperhatikan karna dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Lagi pula pernikahannya dengan wanita itu karna dijebak seseorang yang entah siapa sehingga Ani meminta tanggung jawab, tapi tidak lama setelah itu dia tiba-tiba sakit paru-paru dan berakhir seperti sekarang ini dan dokter tidak bisa memprediksi apa yang terjadi sehingga dokter menyatakan dia terkena struk karna beban pikiran.
setibanya dirumah semua orang beranjak duduk di sofa ruang tamu, dan Tante Ani kedapur membuatkan minuman untuk semua orang.
Saat membuat minuman dia terpikir sesuatu dan melihat sekeliling dan mengeluarkan sesuatu yang selalu dia bawa kemanapun dia pergi, dia mulai menuangkan sesuatu itu dan mengocoknya, setelahnya dia membawanya kedepan.
Tanpa dia tau Berlian tanpa sengaja melihat semua perbuatannya dan menunggu ketempat semula, karna tadinya berlian ingin menumpang kamar mandi di dapur tapi dia malah melihat perbuatan ibu tiri Samuel yang sangat mencurigakan.
Berlian yakin itu bukan bubuk biasa karna dia melihat ibu tiri Samuel itu melihat sekeliling dulu baru bereaksi, jadi jelas kalau itu adalah bubuk beracun.
Tante Ani menyajikan minuman bagi semua orang dan kemudian ikut duduk disamping sang Suaminya.
Satu persatu semua orang mengambil minuman itu dan kemudian.
''Jangan ada yang meminum minuman itu jika kalian masih ingin hidup!''
Berlian mengintruksikan supaya tidak ada yang minum dan itu membuat semua cangkir menggantung dibawah dagu''
''Kalian boleh minum jika Tante Ani meminumnya terlebih dahulu!?''
''Baik,aku akan minum duluan''
Tante Ani meminum minuman yang memang sudah ia sediakan untuk dia minum Juga, dia meminumnya dan itu dilihat semua orang, membuat Tante Ani menatap berlian dengan sinis.
''Kalian lihat aku baik-baik saja''
''Tante memang baik-baik saja, tapi aku ingin Tante meminum ini!''
Berlian memberikan minuman milik ayahnya Samuel kepada Tante dan memintanya meminumnya, dan Tante Ani, dia tidak menyangka kalau berlian akan memintanya meminum minuman yang memang berbeda dari yang lain.
Karna dalam minuman ayahnya Samuel terdapat kandungan racun yang sangat mematikan dalam satu tenguk saja itu akan membuat paru-paru panas dan lama kelamaan hilang suara dan juga membuat otot dan sendi-sendi tidak berpungsi.
Karna selama ini dia memang memberikan racun itu kepada sang suami dan hal itu tidak dapat dideteksi oleh dokter.
''Itu minuman suami saya mana mungkin saya bersikap tidak sopan dengan meminum milik suami saya''
__ADS_1
Berlian yang mendengar itu merasa jengkel dan membuatnya marah, berlian berdiri mengambil cangkir teh itu dan memaksanya diminum oleh Tante Ani.
Perbuatan berlian mengundang pertanyaan besar bagi semua orang, tapi pertanyaan itu langsung terjawab saat Tante Ani berteriak-teriak.
''Tidak.....aku tidak mau kehilangan suaraku dan menjadi lumpuh tidak...... tidak......''
Dia berusaha mengeluarkan teh yang sudah masuk kedalam perutnya.
Samuel benar-benar marah besar setelah mendengar teriaakan ibu tirinya dan melihat sang ayah yang kini hanya bisu meneteskan air matanya, Samuel sadar selama ini sang ayah telah diracuni oleh ibu tirinya sendiri dirumahnya didepan matanya.
Samuel tidak menghiraukan teriakan ibu tirinya dia menghampiri sang ayah dan menangis memeluk ayah tercintanya, yang selama ini memberikan dia apapun yang dia butuhkan.
''Ayah......ayah ...maafkan Sam yah yang tidak mengetahui semua ini maaf yah ..... hiks.... hiks....''
''Ayah tenang saja aku akan membalas semua ini untuk ayah, itu janjiku.''
Saat Samuel melihat berlian ingin memberi pelajaran pada ibu tirinya, Samuel mengangkat tangannya menandakan supaya dia yang bertindak.
''Lian biar kakak yang menanganinya Kaka dengar kamu sedang hamil,dan itu tidak baik untuk kehamilanmu'
''Baik ka tapi ijinkan anak buah ku membantumu''
''Tentu..dan trimakasih''
Berlian memanggil anak buahnya dan memberi perintah.
''Dengar dia sahabat suamiku dan juga sudah seperti kakak ku, jadi aku minta kalian harus menyambutnya sama seperti ku paham!''
''Paham nona''
''Aden kami siap membantu''
''Trimakasih...aku tau bagi Lian kalian adalah saudara dan bukan pelayanan atau budak aku juga begitu, jadi tolong bantu aku''
''Tentun Aden''
''Dan ya tolong bawa om pada dokter kita katakan padanya bahwa om telah diracuni dan tidak bisa terdeteksi dokter jadi aku hanya percaya padanya, suruh dia gunakan cara biasa dalam mendeteksi racun. dan aku mau om sembuh''
''Baik nona''
__ADS_1
terimakasih πππππjangan bosan-bosan ya ikuti cerita ridaπππππππππππ