Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA

Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA
Bab.42#####


__ADS_3

Maka aku memutuskan untuk mengakhiri pernikahan kami ini dihadapan semua orang yang ada disini,''


Raka yang mendengar keputusan sang istri yang sudah dia lukai baik itu lewat sikapnya selama ini juga dengan perlakuannya hari ini terhadap ibu mertuanya yang begitu tidak disadarinya.


Dia menatap Berlian dengan tatapan luka dan sedih karna dia tidak pernah menyangka kalau pernikahan mereka akan berakhir perceraian, berpikir pun dia tidak pernah tapi sekarang dia sudah menjadi duda hanya karna tidak bisa menepati janji pernikahan yang pernah dia ucapkan dihapan semua orang dan kedua orang tua wanita yang dia nikahi dulu itu.


''Apakah ini adalah akhir dari perjalanan rumah tangga yang kami bangun dengan penuh cinta? kenapa... kenapa harus jadi seperti ini? apa yang akan Aku lakukan sekarang?''


Raka berbicara dalam hati sambil terus menatap wajah Berlian yang sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kalau dia terluka dan juga sedih, ya Berlian memang menunjukkan kalau dia baik-baik saja, dia tidak mau terlihat lemah dan dan bodoh dihadapan orang yang telah tega melukainya sangat dalam tapi tidak berdarah.


''Mi... tolong jangan bicara seperti itu aku mohon, aku tau aku salah tapi kali ini tolong beri aku kesempatan aku janji, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama kembali''


''Baik kalau begitu aku akan memberimu satu kesempatan tapi dengan syarat''


''Benarkah,.... trimakasih mi''


''Aku bilang dengan syarat, dan syaratnya itu mulai saat ini kau tidak boleh lagi menemui mereka apapun alasannya, walau itu karna dia rindu, sakit dan lain-lainnya.''


''Mi...aku tidak mungkin mengabaikan putraku, aku dulu pernah merasakan hidup jauh dari orang tua kandungku, jadi bagaimana mungkin aku akan melakukan hal yang sama pada putraku''


''Ya kau tidak bisa meninggalkan putramu itu , tapi kau bisa meninggalkan putra putri mu begitu?''


Raka terdiam dia tidak tau mau jawab apa karna semua yang dikatakan oleh berlian benar adanya.


''Kenapa diam Raka?....apa kau sudah sadar? tapi sayang kesadarannya itu sudah terlambat.''


''Baiklah karna sudah diputuskan maka aku juga akan memberikan ini padamu Raka''


Berlian memberikan map biru kepada Raka, Raka membukanya dan langsung menjatuhkan map itu karna masih tidak percaya dengan apa yang dia baca barusan.


''Mi....kita sudah sah bercerai sejak 2minggu yang lalu?''

__ADS_1


''Ia dan kau sendiri yang menanda tanganinya, apa kau lupa kalau aku memintamu menandatangani sesuatu? aku juga memintamu membacanya sebelum kau menanda tanganinya''


Raka ingat saat Berlian meminta tanda tangan dan juga meminta dia membacanya tapi Raka tidak membacanya karna saat itu dia sedang buru-buru karna sudah berjanji menemani putranya yang dari wanita masa lalunya itu.


''Leli....''


''Ia nona''


''Kau pergi kekamar saya dan susun semua pakaian tuan Raka dan bawa kemari, ingat rapikan juga barang barang berharganya .


Raka semakin merasa tersindir karna memang sejak permasalahannya dengan papa Max dan ibu suci dia tidak pernah lagi memikirkan masalah rumah karna saat itu mereka semua langsung pindah kemansion Berlian, tapi sekarang dia semakin merasa tidak pernah memikirkan apapun bahkan sekarang rasa bersalah dan juga penyesalan menyatu dalam pikirannya.


Bertahun tahun menikah Raka sama sekali tidak pernah memanjakan Berlian juga anak kembar mereka, bahkan Raka tidak pernah menanyakan tentang bulan madu atau berlibur bahkan jalan jalan sekedar berbelanja tapi anak yang baru dia tau beberapa bulan itu selalu dia manjakan diajak jalan-jalan berbelanja bersama tanpa memikirkan kalau dia juga punya sikembar.


Tak....tak....tak....suara seseorang menuruni tangga, semua orang melihat Leli yang menarik 2koper besar dan Raka tau itu adalah kopernya, Tampa dia sadari dia meneteskan air matanya, dia benar-benar tidak sanggup jika harus berpisah dari berlian dan juga anak kembarnya , tapi dia juga tidak mungkin membuang putranya yang lain seperti permintaan Berlian.


''Tunggu...''Semua orang menatap bela dengan pandangan sengit dan kesal,tapi berlian tetap pada sikap awalnya, santai.


menunjuk berlian.


Samuel maju ingin menampar bela tapi berlian menghentikannya dengan gelengan kepala, Berlian menatap bela dengan pandangan remeh, ya wanita yang masa lalu Raja adalah bela seorang model terkenal, kalau kurang ingat ada di bab 1 ok.


Kembali pada berlian.


''Kenapa Raka tidak boleh keluar dari sini?''


Berlian bertanya kepada bela.


''Tentu saja, ini rumah Raka dan kau hanya istrinya,oh tidak tapi mantan istrinya,jadi kau yang harus keluar dari rumah ini.''


Semua orang semakin jengkel dengan semua omongan wanita perusak itu, ingin rasanya mereka menjambak rambutnya itu dan menyeretnya ke kandang ular peliharaan berlian saat itu juga.

__ADS_1


''Apa kau yakin bahwa Raka tidak bisa keluar dari rumah ini? apa aku perlu memberitahukan padamu sesuatu sampai kau mengerti?''


''Apa maksudmu''


''Kau itu hanya orang asing disini, dan juga perusak rumah tangga orang,lalu siapa kau sampai harus memberitahu kami siapa yang pantas keluar atau tidak?''


''Aku bukan orang asing,aku ibu dari anaknya dan juga cinta pertamanya, kalau ada orang asing dan perusak itu kau, kau yang merebutnya dariku dan kaulah orang asing disini''


Bela sangat marah karna disebut orang asing dan perusak, membuat dia naik pitan.


''Kau dan keluarga mu perusak, juga bisa saja kedua anakmu itu bukan anak Raka karna mereka tidak memiliki kemiripan, mereka hanya mirip wajahmu dan ayahmu itu''


Berlian yang sejak tadi hanya bersikap santai dan tenang tiba-tiba marah wajahnya berubah warna matanya juga berubah bahkan sekarang dia memandang bela dengan tatapan pembantainya, dan semua orang sudah ketakutan, Berlian tidak terima anaknya dikatan anak pria lain apa lagi sampai memdengar orang tuanya disebut perusak.


''Kau bilang apa tadi?''


berlian bertanya dengan wajah pembantanya, tapi bela sama sekali tidak menyadarinya.


''Aku bilang kalau anakmu itu mungkin bukan anak Raka karena mereka tidak mirip.''


''Berlian dengan sangat marah dia mengangkat tubuh bela dan melemparnya keluar.


Brakkkk.........ung.....bela langsung muntah darah dan kepalanya menghantam kaca mobil Raka yang memang terparkir didepan pintu masuk.


Berlian berjalan dengan cepat menghampiri bela yang berusaha berdiri, bela tidak menyangka kalau wanita cantik itu akan memiliki jiwa seperti itu, dia berdiri dengan berpegangan pada mobil dia melihat Berlian dengan rasa ketakutan yang tak bisa diungkapkan.


Plakkkkk....... plakkkkk..... plakkkkk..... plakkkkk


Berlian menampar bela berkali kali sehingga mengakibatkan bela terus menerus mengeluarkan darah dari mulutnya, wajahnya juga sudah menghitam bukan membiru lagi.


sabar y menunggu kelanjutannya πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™mana nih komennya, ko cuma diam diam bae?....komen dong biar akunya juga semakin semangat juga melalui komen Klian aku bisa tau apa ada kekurangan dalam alur cerita atau apa gituπŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€” tetap dukung karya aku ok jangan pernah bosan ya... walau ini masih karya pertama aku tetaplah menjadi penyemangat bagi pemula iniπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œ

__ADS_1


__ADS_2