
''maaf,....tapi disini memang tidak ada dokter yang dijual?''
''Sayang pertanyaannya mu itu salah, yang benar itu apa ada wanita bernama Yuli dijual ketempat haramnya ini?''
''maaf tapi nama itu pun tidak ada disini''
''brak,......aku bertanya dengan serius jadi jangan coba-coba menipuku atau aku akan merayakan tempat kotor ini dengan tanah juga aku akan menguburku hidup-hidup disini itu yang kau mau hah...?''
''maaf Ledy tapi aku tidak membeli wanita dengan nama itu''
''huh....ya ampun tunggu sebentar''
David merogoh kantung celananya dan mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto.
''bagai mana dengan yang ini?''
''oh yang ini namanya bukan Yuli tapi anggun.''
semua orang benar-benar kaget mendengar nama yang disebutkan oleh Rosa, sekarang mereka semakin benci kepada dua orang yang telah mengkhianati mereka, karna bukan cuma berhianat terhadap keluarga mereka juga dengan beraninya menjual nama orang lain untuk menutupi identitas seseorang, sungguh penjahat kelas kakap.
''Baiklah kembali ke pertanyaan ku tadi apa kau sudah menjualnya pada pria pendosa yang sama sepertimu?''
''belum Ledy karna rencananya dia akan dikirim keluar negri karna dia telah dibeli seorang pria pengusaha otomotif dari mumbai''
''berapa kau menjualnya?''
''lima milliar ledy''
jawab Rosa dengan keringat dingin karna melihat tatapan mata sang Ledy yang begitu mengerikan menurut rosa.
berlian berdiri diikuti yang lain tapi sebelum melangkah dia melihat kearah tangan kanannya dan langsung dimengerti, pria itu hanya menunduk hormat.
__ADS_1
Berlian dan rombongan keluar dari tempat itu dan setelah kira-kira dua menit bahkan mobil masih sangat dekat mereka mendengar suara ledakan yang sungguh kuat karna mobil yang mereka tumpangi masih merasakan
goyangan dari ledakan tersebut.
entah suara ledakan karna apa semua orang yang ada di dalam mobil itu tidak tau kecuali Berlian, karna dia lah sang pelaku utama, dia yang memberi isyarat kepada orang kepercayaannya dengan lirikan mata.
.............
ditempat yang berbeda tepatnya disebuah ruangan dia orang dalam kondisi terikat diatas kursi yang bisa terbuat dari kayu, dua orang itu sedang saling membantu untuk melepaskan ikatan mereka dengan saling membelakangi,
dan ya yang pria berhasil melepaskan ikatan siwanita dan sekarang si wanita membuka ikatan sipria dan mereka berdua berhasil lepas dari ikatan.
mereka mendekat kearah pintu dengan jalan mengendap endap mereka melihat sekeliling dan melihat ruangan yang sangat aneh karna ruangan mereka disekap berada didalam sebuah ruangan juga tapi disini banyak pintu dan mereka bingung mana pintu keluar yang asli, karna semua pintu itu sama warnanya juga sama tidak ada yang berbeda.
''om kita lewat mana untuk keluar?''
tanya siwanita, ya mereka berdua adalah dokter Rama dan sasa.
''Aku juga bingung yang mana pintunya tapi kita masuk pintu yang itu aja'' ....... Menunjukan sebuah pintu, mereka berdua membuka pintu itu dan hanya melihat lorong yang panjang tapi mereka tetap melangkah sambil berpegangan sambil melihat depan belakang mana tau
Dan tidak lama kemudian mereka melihat ada sebuah pintu, mereka begitu senang karena bisa melarikan diri dari tempat penyekapan itu, stelah sampai di pintu Dokter Rama membuka hendel pintu itu pelan pelan supaya tidak mengeluarkan suara, sampai pintu itu terbuka dan...... mereka melihat hal yang sangat mengerikan dimana disana ada seekor ular besar sedang menggulung dirinya di atas sebuah tempat tidur yang sangat indah bagaimana tidak itu sebuah kasur empuk dengan sprey warna biru langit lengkap dengan bantal dan guling sungguh sang tuan begitu murah hati pada satwa yang satu itu. Sasa sampai pipis di celana karna ngeri melihat satwa liar yang tidur nyaman di kasur empuk miliknya, bagaimana tidak sampai pi......s, karna melihat besarnya mungkin kalau dilihat besar badannya sebesar ban mobil
ππππππ€π€π€π€π€πππππ€π€π€π€
ini hanya sebuah cerita benar apa tidak adanya ular sebesar itu author Juga kurang tau π€π€π€π€ππ€
kembali keleptop....
dan panjangnya entahlah dia ga memikirkan itu, yang dia pikirkan sekarang adalah bagaimana mereka bisa menutup pintu itu tanpa diketahui sang satwa.
Rama menutup kembali pintu tersebut dan akhirnya pintu itu tertutup juga, Sasa dan Dokter Rama merasa lega tapi saat mereka berbalik, Berlian dan yang lain nya sudah menunggu mereka dengan tenang karna sekarang mereka semua sedang duduk di sofa yang entah kapan ada di sana karna saat mereka disana tadi mereka tidak melihat apapun tapi kenapa sekarang jadi ada sofa, meja juga minuman lengkap dengan pengawal, melihat semua itu Rama dan Sasa hanya bisa pasrah saja karna sekarang
__ADS_1
mereka sudah tertangkap lagi.
''Apa kalian sudah berkenalan dengan sawa?''
pertanyaan Berlian mengundang perhatian semua orang, karna mereka berpikir siapa itu sawa?.
''Bailkah biar aku perkenalkan dia pada kalian, oh... atau biar dia sendiri yang memperkenalkan dirinya.''
''Sawa.......kemarilah ada tamu untukmu''
Sssssssssssss............ terdengar suara yang sangat mereka kenal karna hanya satu bintang yang memiliki suara seperti itu, Raka dan kawan-kawan yang memang tidak memperhatikan apa yang ada didalam kamar yang tadi dibuka kedua orang yang berdiri itu, mereka memusatkan penglihatan mereka pada pintu yang tadi dibuka Sasa dan Dokter Rama, dan mereka melihat seekor ular yang sangat besar keluar dari pintu itu karna memang pintunya sengaja dibuat lebih besar 3x lipat dari pintu biasa karna mengingat tubuh satwa satu itu sangat besar, Rendi dan David melompat ke atas sandaran sofa karna begitu kagetnya melihat peliharaan berlian yang mereka tidak duga-duga, bahkan Rendi berteriak keras sangking kagetnya.
''Akkhh.........apa ini....Lian ..apa kau tidak punya peliharaan yang lebih imut daripada ini?...kenapa juga kau memelihara karet tambang ini hah...?''
semua orang yang ada di sana hanya diam saja karna saat ini satwa liar yang baru saja keluar itu sekarang sedang berada di belakang Rendi dan David, Rendi yang asik dengan Omelan dan teriakannya tidak menyadari kalo ada yang mau kenalan dulu dengannya sebelum menyapa tawanan mereka, setelah merasa lega dengan unek-unek nya Rendi berhenti dan melihat semua orang yang pokus menatap dirinya.
''Kenapa kalian melihatku apakah yang aku katakan itu salah? seharusnya berlian yang cantik,imut,konyol,ceria ramah itu peliharaannya ya marmut, kelinci ya atau sejenisnya, kucing apalagi tuh uhh kalau bulunya lebat itu imut sekali dan itu cocok untuknya bukan yang itu''
sambil menunjuk kearah pintu tapi ada yang aneh kemana kepalanya kenapa hanya ekornya, Rendi dengan polosnya turun dari sandaran sofa dia melihat ekor yang besar itu lalu mengikuti kemana ujungnya dan,,teng teng tengggg....
''haaaaaaa......'' rendi berteriak dan berlari melompat kepangkuan Raka, dan memeluk tubuh tegap besar itu, dia bahkan menyembunyikan wajahnya di dada Raka dan sedikit dia mengintip persis seperti ABG yang baru saja cintanya diterima π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£
sampai suara berlian pun terdengar.
''Sawa sudah cukup, sekarang perkenalkan dirimu pada mereka,''
menunjuk kearah Dokter Rama dan sasa, karna sudah dilanda ketakutan yang sejak awal membuka pintu kamar ular itu ditambah lagi mendengar kata-kata berlian membuat pertahanan Sasa habis dia langsung jatuh pingsan, tapi satwa dengan gesit menangkap tubuh Sasa dan melemparnya kearah kaki berlian.
tetap sabar menunggu kelanjutannya y gaesπππππtetap dukung karya aku ini dan jangan pernah bosan ok.
menunggu kelanjutan ceritanya, teman-teman bisa mampir ke karya aku yang baru yaitu
__ADS_1
AKU dan KAMU BERBEDA TETAPI (cinta juga )
Terimakasih πππππππππππππ