
*Dirumah Berlian*
Setelah tiba dirumah Berlian, mereka semua duduk dengan posisi yang sedikit terbilang aneh, kenapa? karna sejak mereka duduk semua orang diam dengan pikiran masing-masing. dan Berlian gadis ajaib itu adalah orang yang selalu membuat keadaan menjadi lebih hidup.
Dia melihat semua orang pada diam dan saling teliti meneliti wajah satu dan yang lainnya, papa melihat ayah dengan seksama begitu juga Mama melihat wajah ibu begitu intes nya seperti sepasang kekasih yang sudah lama terpisahkan, begitu lah kira-kira mereka, sampai akhirnya Berlian bersuara menyadarkan mereka, tapi bukannya melihat Berlian mereka malah menyenggolnya dan sampai Berlian yang duduk disebelah David terduduk pas di pangkuannya, dan membuat seseorang yang belakangan ini sering berinteraksi dengan gadis itu memberangut seakan tidak terima dengan posisi yang terlihat intim itu.
Tapi Berlian dan David yang tidak menyadari posisi mereka diam saja sampai mereka semua tersadar dari dunia mereka setelah mendengar teriakkan seseorang.
''Heiiiiii............ apa kalian hanya akan mempedulikan diri kalian saja dan tidak melihat sekeliling!''
Raka benar-benar kesal luar biasa apalagi setelah dia berteriak David dan Berlian masih juga tidak berpindah dari posisi yang sama, dan itu semakin menyulut api kemarahan raka,
''Kalian sampai kapan dengan posisi menjijikkan itu''?
raka bertanya dengan wajah yang memerah karena dilanda kecemburuan yang meluap sampai ke ubun-ubunnya,
dan barulah berlian dengan sikap yang selalu waooo.....itu langsung melompat dengan gerakan cepat dan menarik David untuk berdiri dan....brukk.... suara sesuatu yang dibanting dengan tenaga super Hiro, dimana kejadian yang sangat cepat dan tak terhitung itu membuat semua orang menganga akibat ulah bar-bar berlian, mereka semua tidak menyangka gadis kecil yang cantik itu akan memiliki kekuatan sebesar itu dan orang yang menjadi korbannya hanya bisa berteriak keras karna sakit yang luar biasa diterima bokongnya,dan Raka dia meringis sambil menutup mata karna bisa membayangkan betapa sakit nya bokong David akibat bantingan gadis mungilnya.
........
setelah hampir seharian penuh mereka dirumah Herman ayah Berlian, akhirnya sekarang mereka sudah diperjalanan menuju rumah papa Max, dan David pria malang itu harus menanggung derita yang tiada Tara karna sampai sekarang bokongnya masih terasa nyut-nyutan, dan mama hanya bisa tersenyum melihat penderitaan David, karna mama masih kesal karna tidak langsung diberitahu kalo putranya masih hidup, sehingga dia menangis dan pingsan beberapa kali karna itulah mama benar-benar senang melihat derita David dan papa hanya bisa diam,karna diancam jika mengasihani david maka bersiap-siaplah untuk tidur di luar, dan tentu lebih baik dia diam dari pada tidak diizinkan tidur dikamar.
sementara raka masih tetap tinggal di rumah Berlian dengan alasan dia belum sembuh total padahal sebenarnya dia sudah sangat sehat tapi karna masih belum rela berpisah dari gadis kecil yang sudah mengobrak abrik hatinya itu jadilah dia beralasan masih butuh waktu pemulihan 🤭🤭🤭🤭🤭🤭😜
Raka yang dingin dan cuek itu hilang seiring kebersamaannya dengan gadis kecil itu, walau kadang Berlian suka seenaknya dalam berbicara karena sampai sekarang dia masih belum bisa melupakan kejadian yang dia alami di pertemuan pertama mereka,
tapi Raka sama sekali tidak tersinggung, justru dia menganggap Itu hiburan karna begitulah .
katanya kalo sudah cinta tai kucing pun rasa coklat,itu kata lagu🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ya mungkin begitulah Raka walaupun sudah diomelin kadang diteriakin atau pun kadang dengan sikap bar-bar dan konyolnya Berlian itu sama sekali tidak masalah asalkan bisa dekat dengan gadisnya entah sejak kapan dia mengklaim bahwa Berlian adalah gadisnya, hanya Raka dan author lah yang tau🤭🤭🤭🤭.
__ADS_1
''hei.....Lo kan dah sembuh trus kenapa ga ikut pulang sana ha?'' tanya Berlian dengan kekesalannya karna disuruh nemanin raka dirumah, karena ayah dan ibu lagi menghadiri undangan pernikahan anak pak RT, padahal Berlian sudah sangat senang sebelumnya karna dia berpikir dia akan naik keatas panggung yang ada di acara pernikahan anak pak RT,dia sudah mengancang-ancang akan menyumbangkan suara besinya yang kren itu, tapi sekarang apa pupus sudah harapan yang sudah dia miliki
sampai kedatangan anggun sang penyelamat.
tak...tak....tak... anggun berjalan dengan sangat anggun seperti namanya dia melihat sahabatnya yang sepertinya sedang dilanda kebosanan karna menjaga bayi besarnya. ''ada apa? kenapa belum siap-siap?'' tanyanya...
''Gimana gue mau siap-siap sedangkan ayah dan ibu nyuruh gue untuk jaga tuh bayi.''
''oh...''
''ko..oh?''
''trus mau Lo gue harus apa?''
''ya pikirin dong jalan keluarnya?''
''humm... baiklah gue punya ide''
''kita bawa aja dia kesana, dengan begitu semua beres kan''
anggun tersenyum dengan ide briliannya sambil menarik turunkan alis matanya, bangga.
''wah....Lo emang sahabat gue yang paling baik dan pintar,duh... kenapa gue ga kepikiran dari tadi''
''kan cuma gue yang pintarnya ga tertandingi''
hehehehe.... anggun cengengesan sendiri dengan Tingkat kepedean yang entah sejak kapan ada didalam dirinya, karna menurut dia lama kelamaan dia bisa jadi 11/12 sifatnya dengan Sang sahabat yang konyol itu.
setelah beberapa lama kemudian akhirnya sampailah mereka di lapangan tempat pesta diakan dengan semangat 45 Berlian dan anggun berjalan ketengah tengah lapangan sambil mereka berdua menyeret raka dengan masing-masing memegang sebelah tangannya Berlian ditangan kanan dan anggun ditangan kiri, setelah menemukan tempat yang mereka rasa cocok mereka duduk dengan mengapit Raka dari sisi kiri dan kanan mereka, tanpa menghiraukan pandangan orang-orang pada mereka, mereka asik menikmati hiburan di atas panggung sampai sang MC yang memang sudah mengenal mereka mengundang mereka untuk naik ke panggung mempersembahkan lagu buat kedua mempelai dan untuk menghibur undangan yang hadir,
tentu dengan senang hati mereka mengabulkannya tapi saat mereka berdiri mereka saling melihat satu sama lain dan melihat raka yang seperti nb seorang anak kecil yang tidak mau ditinggal ibunya yang mau jalan-jalan,raka menatap mereka berdua dengan mata memohon tapi Itu semua tidak menghambat kesenangan mereka karena tiba-tiba ayah dan ibu sudah disana menggantikan posisi mereka, sehingga disinilah mereka sekarang di atas panggung bersiap untuk menyumbangkan lagu.
__ADS_1
mereka menyumbangkan lagu: Tak bosan-bosan:
saat bintang bertahta
dan rembulan tersenyum manja
disaat malam itu kau dan aku..........
kita berbagi cerita
bersenandung tawa dan canda
mengucap janji itu janji cinta......
hatimu dan hatiku telah menjadi satu
bersatu dalam cinta semoga selamanya
tak bosan bosan aku memandang mu......
tak puas-puas aku merindumu......
begitu tampannya sempurna dirimu.....
begitu baiknya hatimu cintaku...........
setelah mereka selesai menyanyi suara tepuk tangan meriah dari para undangan bagaimana tidak suara mereka memang bukanlah kaleng kaleng karna kalo seandainya di adu atau dibuat perlombaan mereka bisa bahkan melebihi soara artis 😜😜😜😜😜😜
dan Raka sendiri baru menyadari kalo gadis kecilnya memiliki banyak hal yang tidak diketahui banyak orang,dan ya itu benar karna pada kenyataannya Berlian memiliki rahasia yang tidak diketahui orang tuanya juga sahabatnya itu.
terimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏 kita lanjut di bab berikutnya ya gaes jadi tetap setembai di novel aku ini ok👌👌👌👌😜😜😜😜😜🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1