
Maaf ya bagi pembaca yang Budiman jika dalam penulisan cerita ku ini ada banyak kalimat yang kurang pas, karna terkadang saat menulis terlalu serius dengan Ilham yang dah ada di dalam memori pikiran jadi terkadang ada beberapa kalimat yang penulisannya kurang pas atau salah huruf, jadi mohon maaf yang sebesar-berasnyaππππππ.
*Empat bulan kemudian*
Dipati hari didalam kamar Raka tiba-tiba saja terbangun karna merasa ada yang aneh dalam perutnya, dia merasa ada yang bergejolak dan memaksa mau keluar sehingga membuat tidurnya tidak nyama.
Dia bangun buru buru berlari kekamar mandi dan mencoba mengeluarkan sesuatu yang bergejolak itu, tapi tidak ada dia hanya merasa mual dan yang keluarpun hanya cairan kekuningan dan terasa pahit.
Setelah merasa mendingan dia berjalan mau kembali ketempat tidur tapi baru berbalik dia sudah merasa mual lagi sehingga dia memaksa memuntahkan apa saja yang bisa dia muntahkan, tapi tetap tidak ada selain cairan pahit itu.
Tidak lama kemudian berlian masuk kemar mereka dan mendengar suara sang suami yang sedang muntah-muntah dia berjalan cepat dan melihat kalau sang suami sudah duduk dilantai kamar mandi, mendengar ada yang datang Raka langsung mengangkat kepalanya dan ketika mengetahui itu adalah berlian dia langsung menunjukkan muka menekannya seakan mengadu kalau dia sangat lemah dan butuh bantuan.
Berlian yang melihat wajah pucat Raka juga tatapan matanya yang sungguh membuat dia geli, bagaimana tidak, seorang Raka menunjukkan wajah dengan mata berkaca-kaca dan juga jangan lupakan posisi duduknya yang bersila dengan tangan menggosok gosok air lendir yang keluar dari hidungnya.
Uuuuhhhhhh......ingin rasanya berlian tertawa terbahak bahak, tapi dia tahan karna tidak tega melihat wajah pucatnya. Raka merentangkan kedua tangannya meminta digendeng, Berlian tentu saja syok..dia menganga melihat tingkah Raka yang aneh bin ajaib, bagaimana mungkin tubuh Berlian yang kecil walau terbilang tinggi, menggendong tubuh yang beratnya hampir dua kali lipat tubuhnya.
Sehingga Berlian pun membujuk dengan sangat lembut supaya Raka Jalan sendiri ketempat tidur tanpa harus di gendong olehnya.
''Mas kalau aku menggendongku trus nanti yang gendong aku siapa?'' dengan swara manja nan mendayu Dayu.
Raka diam sepertinya dia sedang berpikir bahwa apa yang dikatakan berlian itu benar, dia menatap tubuh besarnya lalu menatap tubuh mungil sang istri yang sepertinya sedikit bertambah berisi di beberapa tempat.
Akhirnya Raka berdiri dan berjalan mendahului sang istri,
melihat hal itu Berlian hanya menghembuskan nafasnya perlahan karna berpikir Raka sedang ngambek.
Tapi tiba-tiba Raka kembali lagi mendekati berlian yang sekarang sedang berada di closed pakaian sedang menyiapkan pakaian kerja raka, Tapi tiba-tiba dia terkejut karna sepertinya Raka sedang berulah.
Berlian berbalik badan dan melihat Raka sedang memegang alat ukur dan melingkarkan ya dipunggung sang istri, dia melihat angka dari.alat pengukur itu, dan mengerutkan dahinya begitu seterusnya sampai dia selesai.
Raka berdiri sambil tolak dagu, seperti sedang memikirkan sesuatu sampai dia menatap mainan kesukaannya yang sepertinya juga bertambah besar.
__ADS_1
Tampa aba -aba dia langsung memegang kedua gunung Himalaya itu dan mencoba mengingat dan memang sepertinya kedua benda kesukaannya itu tambah besar.
Lalu dia menatap sang istri penuh selidik, seakan meminta jawaban kenapa bisa begitu karna seingatnya mainannya itu, kecil bahkan tidak penuh ditangan kalau sedang dimainkan lalu kenapa sekarang itu benda tambah besar bahkan tidak muat ditangannya lagi.
itulah kira kira makna dari tatapan menyelidik yang dia arahkan kepada sang istri.
Sementara berlian hanya bisa melongo melihat kelakuan sang suami yang benar-benar sangat aneh menurutnya pagi inj, dan apa itu pake *****-***** segala.
''Mas kenapa sih hah...? pake acara tatap tatap begitu dan lagi ini tangan ngapain hah? apa yang sedang mas lakukan sekarang hum?''
''Sayang aku ingin bertanya dan jawab dengan jujur karna aku tidak suka kebohongan''
''Kau mau tanya apa mas?'' masih mencoba sabar.
''Kenapa mereka tambah bersarang sekarang?''menunjuk kearah gunung himalaya.
''Mas kau sehat?''
''Aku bertanya sayang, kena kamu balik nanya?''mulai marah.
''Oh jadi sekarang kau mau bilang aku tua gitu?''marah
''Ais... yang bilang mas tua siapa?''mulai jengkel
''Itu tadi kau bilang aku pikun?'' mata berkaca-kaca
''Ya ampun mas aku bilang pikun bukan berarti tua kan, aku ngomong gitu karna aneh aja kan, yang mainin tiap malam siapa?''
''Aku...''mulai manja
''Trus yang mimik setiap saat siapa?''
__ADS_1
''Aku....''
''Berarti yang bikin mereka tambah besar siapa?'' dongkol
''Aku.....huaaaaaa'' menangis keras sambil sambil memeluk tubuh berlian
''Ya Tuhan sebenarnya dia kenapa sih?...ko jadi aneh gini baru bangun tidur''. isi hati Berlian
setelah drama Raka yang menguras emosi dan kesabaran
sekarang dia kembali bekerja walau sudah masuk siang karna berlian harus membujuknya persis seperti anak PAUD yang baru masuk sekolah dan tidak mau ditinggal ibunya dan Raka benar-benar menguji kesabaran Berlian setengah hari itu.
Dan untungnya ada telpon dari David yang mengatakan kalo habis makan siang mereka ada temu janji dengan klien dari luar negri kalau tidak maka Raka tidak mau lepas dari sang induk.
Hari ini berlian ada janji ketemu dengan sang sahabat diluar sehingga dia sudah rapi dan meminta supir untuk mengantarnya karna malas menyetir dia memutuskan memakai supir.
Setengah jam kemudian berlian sampai di sebuah kafe
dia melihat kiri kanan mencari orang yang ingin dia temui tapi dia melihat sang sahabat sedang duduk berdua dengan orang yang sangat dia kenal.
Pria itu adalah Venta musuh sang suami dan kakak sahabatnya itu dia jadi bertanya tanya apa mereka saling kenal,tapi dimana ? untuk mencari tau yang sebenarnya berlian masuk tanpa sepengetahuan sang sahabat, dia juga duduk dibelakang dua orang itu dan membelakangi mereka.
Berlian mendengar semuanya bahkan ternyata mereka baru saja ketemu dan berkenalan, tapi mendengar cara Venta berbicara dia seperti merencanakan sesuatu, sehingga berlian memutuskan tidak memberitahu sang sahabat kalau dia sudah sampai.
Dia juga membuat ponselnya mode silet untuk berjaga-jaga kalau anggun tiba-tiba menghubunginys.
Setelah beberapa lama kemudian Venta minta izin ketoilet dan berlian tidak menyia nyiakan kesempatan itu, dia langsung mengikutinya dan benar dugaannya kalau pria itu merencanakan sesuatu, karna entah darimana dia tau kalau anggun adalah sahabat istri dari Raka dan dia juga merencanakan penculikan kepada gadis itu.
Setelah mendengar semua rencana Venta berlian menyuruh anggun untuk cepat-cepat meninggalkan Kafe dan mengatakan kalau Raka sedang membutuhkannya secepatnya dan setelah membaca Pasan dari berlian dia langsung meninggalkan kafe tanpa menunggu Venta kembali dan itu membuat Berlian sangat lega.
Setelah anggun keluar kafe Berlian menyuruh Raka untuk meminta anggun menunggunya di kantor sang suami karna ada hal penting.
__ADS_1
tetap sabar menanti kelanjutan ceritanya teman-teman
karna setelah ini akan ada keseruan dari para pemainnya okπππππππππππ