
Setelah beberapa hari kemudian,Raka kembali lagi ke kediaman Berlian dan bermain bersama anak-anaknya, Berlian tidak masalah dengan semua itu, justru dia senang melihat tawa dan kebahagiaan anak-anaknya, dia sudah berjanji akan melakukan apa pun itu untuk membuat anak-anaknya bahagia, walau harus mengorbankan diri sendiri termasuk masedepannya.
Rangga yang melihat kegiatan Raka dan kedua kembar itu, semakin merasa emosi dan dia semakin tidak sabar untuk menghancurkan semua kebahagiaan itu,dan membuat mereka semua membenci satu dan yang lainnya, tanpa Rangga sadari ada yang melihat dirinya dari tempat yang sama sekali tidak dia ketahui.
Berlian terus memperhatikan semua gerakan Rangga yang begitu mencurigakan, dan Berlian langsung meminta beberapa orang untuk mengikuti dan mencari tau setiap kegiatan rangga,karna dia merasa ada yang tidak beres dengan pria paru baya itu.
Raka sama sekali tidak tahu apa yang terjadi pada sang ayah, sehingga dia melarang keras Raka untuk kembali pada keluarganya, tapi Raka sama sekali tidak peduli dengan semua permintaan sang ayah,karna dia hanya ingin bahagia dan terus bersama kedua buah hatinya dan dia juga ingin kembali menikahi wanita terhebatnya itu, yaitu Berlian.
Luis dan Lusi tidak mau jauh dari Raka selama Raka berada dirumah mereka,kedua anak itu hanya menempel seperti cicak dikedua sisi tangan Raka, bahkan mereka yang biasanya makan dan tidur mandiri kini selalu minta ditemani Raka,dan hal itu membuat Raka sangat bahagia,dia seakan kembali kemasan lalu dimana kedua anaknya yang selalu setia mengikutinya walau baru pulang kerja,dan Raka ingin membayar semua yang tidak bisa dia lakukan sejak berpisah dari berlian.
Setelah kedua bocah itu tidur Raka mencari keberadaan Berlian, sampai dia melihat Berlian sedang berdiri dilantai paling atas nb dan.menikmati pemandangan dari sana,dia berdiri disamping Berlian dan menatap wajah yang dulu selalu menjadi sasaran unyel unyel tangannya,dia .e atap Berlian dan tampa dia sadari dia semakin mendekatkan wajahnya ke wajah berlian dan cup....
Deg... Berlian yang merasa benda kenyal menempel dipimpinnya langsung kaget dan jantungnya berdegup tiba-tiba,dia menatap Raka dan disana dia melihat tatapan mata yang begitu merindukannya, tatapan sendu dan juga sedih bercampur,dan Berlian menyadari semua itu, bukan pura pura, tapi keseriusan.
"Apa yang kau lakukan"
"Maaf, aku tidak bermaksud melakukannya"
"Lalu kenapa kau ada disini,kau kan tadi bersama anak-anak"
__ADS_1
"Maaf"
Raka hanya bisa minta maaf,dan menundukkan kepalanya,dia merasa takut Berlian akan marah dan mengusir juga tidak akan mengizinkannya menemui anak-anak,membayangkan itu saja hatinya begitu sakit apalagi kalau benar itu terjadi,sungguh Raka mungkin tidak sanggup menerimanya,karna dia baru saja merasakan kebersamaan penuh kebahagiaan dengan kedua anaknya yang sempat dia tinggalkan dulu.
"Sudahlah tidak perluerasa bersalah seperti itu,lain kali jangan diulangi karna kita tidak memiliki hubungan selain ayah dan ibu anak-anak"
"Lian, apa kita masih bisa seperti dulu lagi? aku...aku masih berharap kau mau menerimaku menjadi suamimu"
"Apa kau sedang mencari kesempatan lain? selain untuk anak-anak? kalau ia katakan tidak perlu berbelit Belit begitu"
"Bisakah kita rujuk lagi"?
Berlian menjawab dengan cepat, bukan karena keinginannya tapi karna dia melihat bayangan kedua anaknya yang ada dibalik dingding pembatas,dia tidak ingin melihat anaknya sedih karna mendengar jawabannya, sementara Raka dia begitu tidak percaya kalau Berlian akan menerima dia lagi,tanpa dia tau kalau semua itu hanya karna dua bocah yang mengintip. Sementara bocah yang mengintip dari balik dingding itupun melompat,dan bersorak gembira, karena mereka sangat bahagia karna mendengar jawaban sang momi, mereka sudah tidak sabar berkumpul bersama seperti orang-orang lain yang bepergian atau jalan-jalan bersama kedua orang tuanya.
"Kamu serius mau...mau rujuk lagi dengan ku?"
"Hum.."
Berlian mengangguk mengiyakan pertanyaan Raka,dan Raka, dia langsung memeluk Berlian dan mengangkatnya serta memutar mutar tubuh mereka, Raka begitu bahagia dan tak tau bagaimana lagi mengekpresikan kebahagiaan itu,dia hanya memeluk dan menatap wajah Berlian yang masih berada di pelukannya.
__ADS_1
Sementara itu Rangga yang palsu atau max sudah pergi dari sana langsung menuju tempat Rangga di sekapnya,dan max tidak menyadari bahwa sebentar lagi dia akan mendapat balasan atas semua perbuatannya,karna Berlian sudah meminta orang untuk mengikuti kemanapun dia pergi.
Sesampainya di rumah penyekapan Rangga orang suruhan Berlian mengabari Berlian berita mengejutkan dan semua yang dia lihat dan dengar,dia mengirimkan rekaman yang ada disana,dan Berlian yang masih bersama raka Merakan ponselnya bergetar.
Raka pun langsung menurunkannya,dan Berlian langsung melihat apa yang dikirimkan oleh orang suruhannya,dia begitu syoknya sampi mundur kebelakang beberapa langkah, raka yang penasaran pun mengambil ponsel dari tangan Berlian dan dia juga tidak kalah kagetnya, dia baru menyadari kejanggalan yang dia rasakan selama ini tentang pria yang dia kira adalah sang ayah.
Ya dalam rekaman itu max kembali mengingatkan dengan kata katanya,bahwa dia akan menghancurkan keturunan rangga, dia juga mengingatkan saat dia menculik Rangga dan menggantikan posisinya, Raka dan Berlian Sama-sama terdiam beberapa saat, kemudian Berlian mengabari sang kakak tentang hal itu,Raka juga mengabari David, anggun,rendy, dan Samuel.
Setelah itu mereka meminta yang lain menuju lokasi yang diberitahu oleh orang yang Berlian untuk mengikuti max, berlian dan Raka juga langsung berangkat, Berlian meminta sawa untuk menyusul karna dia sudah pernah berjanji untuk mengajak sawa kalau ada pertarungan. Sesampainya disana Berlian sungguh tidak percaya melihat orang yang dia minta untuk mengikuti max tewas mengenaskan, sepertinya dia ketahuan dan max menghabisinya, disana juga terlihat sepi, seperti tidak berpenghuni,karna max langsung meminta orang-orangnya memindahkan Rangga dan membawa ketempat lain.
Semua orang hanya bisa menatap tempat itu dengan pandangan yang berbeda-beda, Sawa yang tiba disana pun mulai mencium jejak kemana max dan orang-orangnya pergi, Berlian yang melihat itu langsung mengikutinya,begitu juga dengan yang lain, Berlian meminjam motor anak buahnya dan mengikuti Sawa, yang lain mengikuti dengan mobil dan motor lainnya.
Sampai Sawa berhenti membuat Berlian memberi aba-aba untuk berhenti juga, Sawa melihat kearah yang terlihat masih sangat jauh membuat yang lain mengerti kalau Sawa meminta mereka untuk berhenti supaya tidak ketahuan.
Mereka semua berjalan dengan sangat hati-hati supaya tidak ketahuan musuh, Berlian melompat dengan ilmu meringankan tubuh yang dia miliki, dan dia langsung mencari tempat yang bisa dia gunakan untuk memeriksa seberapa banyak musuh dan dimana Rangga disekap, sampai dia melihat ada sebuah pintu yang sepertinya tidak dikunci atau mungkin tidak bisa dikunci lagi.
Trimakasih masih setia dengan cerita Berlian dan Raka πππππππππ€©π€©π€©ππππππ
Tetap dukung karya aku y, supaya aku semakin semangat lagiπππππ
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan lake dan komennya ok