
*Malam harinya*
''Ded... sudah belum bersiapnya?... kalau udah tolong liatin tu solusi ya, mami mau beresin ini dulu setelahnya kita berangkat ya''
''Ia mi... ''
''Sayang ikut Dedy ok,...mi .... Luis dimana?''
''Luis sama ayah Rangga ded''
''Oh...ya udah, Dedy tunggu di depan ya sayang''
Tup....pintu tertutup.
''Loh.....Lian mana nak?''
''Sebentar lagi datang bu''
''Tu...dia datang''
''Siap berangkat?''
''yap''
Semua orang yang ada disana menoleh kearah sikembar yang menjawab dengan kompak, mereka semua sangat bahagia karna mendengar ucapan pertama sang penerus Rangga dan Wijaya itu.
Sepanjang perjalanan kedua bayi kembar itu asik dengan sekeliling mereka seperti begitu menikmati perjalanan malam yang indah karna sepanjang jalan dihiasi lampu lampu jalan yang berbeda-beda warna, kadang kedua bocah itu bersorak tiba-tiba bila melihat hal baru yang menurut mereka sangat menyenangkan, dan semua yang berada didalam mobil hanya tersenyum melihat reaksi kedua bocah kembar tersebut.
Setelah tiba diloby hotel, mereka sudah disambut para petugas hotel, begitu juga para anak buah Raka dan berlian, Hans sebagai kakak yang merangkap bodyguard pribadi sang adik dengan sigap menyiapkan pengawasan ketat baik dekat juga dari jarak beberapa meter.
Bahkan banyak dari orang-orang yang ada pada Berlian menyamar menjadi tamu undangan yang memang selama ini mereka dipercayakan memimpin beberapa perusahaan milik berlian, sehingga tidak akan ada yang menyangka bila mereka adalah orang-orang keamanan sang pembantai itu, mereka masuk kedalam dan disambut para wartawan yang haus akan berita terbaru terkait keluarga sang pengusaha sukses yaitu Raka.
Tanpa tau bahwa Raka pengusaha sukses itu adalah suami sang melliader yang selama ini sangat misterius, yang mereka tau kalau mansion yang berada di tengah kota adalah milik sang milliader, yang belakangan ini dikabarkan telah berpenghuni bahkan sudah hampir setahun mansion itu dihuni pemiliknya.
__ADS_1
Saat kamera mulai siap diaktifkan, mereka malah lebih fokus pada dua bocah kembar yang hanya terlihat mata nya saja karna kedua bocah itu dengan patuh memakai masker untuk menutupi wajah asli mereka, karna Raka dan keluarga sudah sepakat bahwa identitas sang penerus akan dirahasiakan sampai mereka masuk sekolah nanti.
Didalam gedung aula hotel sudah banyak sekali undangan yang hadir baik dari dalam maupun luar kota, bahkan ada yang dari luar negeri, malam ini mereka semua sedang
mengadakan ulang tahun perusahaan yang dipimpin oleh Raka, yaitu ini adalah ulang tahun yang kesepuluh sejak Raka membangun perusahaannya sendiri dengan kerja kerasnya didampingi sang sahabat yang sekarang menjadi adik iparnya sendiri.
Sang menejer datang dan menyambut sang bos dengan hormat.
''Selamat datang Tuan besar Rangga dan tuan besar Herman juga nyonya beras, selamat datang tuan Raka''
''Nona panggil aku nona bukan nyonya paham''
''I..ia no..nona''
''Tidak perlu takut begitu, aku hanya tidak terbiasa dipanggil nyonya ok''
''Ia nona, mari tuan tuan dan nona serta nyonya''
Sang menejer menunjukkan kursi VVIP untuk mereka dan setelahnya mereka duduk dengan tenang dan nyaman, serta kedua bocah kembar yang biasanya sangat aktif itu tiba-tiba saja sangat anteng dan hanya duduk manis sambil melihat suasana sekeliling.
Melihat orang yang datang Lusi langsung bereaksi ingin turun sambil merentangkan kedua tangannya kearah Samuel minta digendong, memang anak anak Raka dan berlian sangat dekat dengan semua orang, tidak pilih yang jelas mereka kenal, mereka semua sedang mengobrol sampai kedatangan seseorang mengalihkan perhatian mereka.
Mereka semua menatap Rendi yang datang membawa sepanjang setelan pakaian formal yaitu jas hitam kemeja merah maron dan celana bahan hitam lalu menaruhnya di sofa kosong, semua orang melihat dengan pandangan penuh tanya, dan Rendi bilang kalo itu adalah pasangannya, membuat semua orang melongo tidak paham maksud dari Rendi.
''Aku inikan jomblo jadi aku bawa ini untuk jadi pasangan aku, kenapa kalian malah melihatku seperti itu?''
''Rendi kita tau kau sangat membenci wanita setelah semua yang terjadi pada hubunganmu dengan wanita itu, tapi ga gini juga kan?''
Ia maaf tapi , aku cuma bercanda sebenarnya ini itu aku mau kasih Ama seseorang yang kemarin ga sengaja numpahanin kopi di jas aku.''
hahaha π€£π€£π€£.....
''Ga lucu tau ga?''
__ADS_1
''Ia ia jangan ngambek gitu ntar cantiknya ilang lagi''
''Bosan hidup Ren?''
''Ye dasar posesif''
Setelah perdebatan dan juga tawa mereka, acara pun dimulai dan Raka sebagai pemilik dan tuan rumah di minta untuk menyampaikan kata sambutan dan membuka acara malam ini, Hans meminta beberapa orang terbaik mereka untuk menjaga dan melindungi sang penerus Rangga dan Wijaya itu, karna kedua bocah itu tertidur.
Kedua bocah itu dibawa keluar dari acara pesta dengan cara yang sangat baik ya itu membuat seorang wanita tinggi dan cantik untuk menggendong dibelakang dan didepan setelah itu dia memakai pakaian pesta yang sangat mahal dan ukuran besar setelah selesai dia keluar menjadi wanita gemuk dan tidak ada yang mencurigai kalau badan gemuknya itu adalah dua bocah kembar yang digendong depan dan belakang sehingga terlihat seperti wanita gemuk.
Wanita itu berjalan dengan begitu santai sambil diawasi Hans dari belakang, setelah sampai parkiran kedua bayi itu diturunkan dan ditidurkan dimobil yang telah disediakan, yaitu mobil Anti peluru dan pecah juga mobil dirancang untuk tidak bergoyang walau posisi berjalan cepat dan dijalan berlobang...π€π€π€π€π€π€π€ kira-kira ada ga ya mobil seperti itu? tapi ya ini hanya sebuah karya / cerita.
Sementara didalam acara terus berlanjut sampai tengah malam dan sampai akhirnya acara pun berakhir dan saat ini mereka sudah berada di rumah dan di kamar masing-masing.
''Mi cape ga?''
''Kenapa emang ded?''
''*** *** yuk''
''Dedy ga cape?''
''Untuk yang itu mana ada istilah cape''
''Ya udah yok''
''Serius mi?''
Serius ded''
Raka mendekati sang istri dan memasukkan tangannya ke leher belakang sang istri dan setelahnya dia mencium bibir seksi sang istri lama kelamaan semakin dalam semakin panas dan semakin tak terkendali, dia membaringkan sang istri perlahan lahan tanpa melepas penyatuan bibir mereka, satu demi satu pakaian mereka terlepas dan terjadilah yang sedang mereka nantikan yaitu peperangan didalam lembah gelap dan sepi itu.......
...........
__ADS_1
Keesokkan harinya mereka sudah bangun dan seperti biasa kembali ke aktivitas masing-masing, dan tidak lama kemudian anggun datang dan meminta sang kakak ipar membuatkannya makanan ala kota B, yaitu masakan SUNDA antara lain:
maaf kalo telat abdetnya ya soalnya aku lagi rewangan jadi mohon bersabar ok,. tapi tetap setia mengikuti cerita ini yaitu Raka dan BerlianππππππππππππππππππππΉπΉπΉπΉπππ jangan lupa tinggalkan jejak dan komentarnya juga vote dan favoritnya ok