
Keempat orang itu melihat asal suara, setelahnya mereka kembali asik dengan game online mereka, Samuel yang dicuekin pun mulai kesal dan bertanya dengan nada suara yang tinggi.
"Apa kalian tidak tau kalau semua bahan makanan yang ada disana habis, tapi kalian yang biasa berjaga justru asik main game disini? apa kalian sudah mulai bosan hidup hah.......?"
"Woi...ini rumah bukan hutan jadi jangan teriak-teriak dirumahku"
"Lian ada apa sebenarnya,kenapa kamu juga ada ditempat itu,dan semua persediaan makanan habis? apa kamu punya penjelasan?"
"Kenapa kau tidak tanya sendiri pada teman kalian itu,aku yakin dia tau pelakunya"
"Maksudnya apa? Raka gitu? tapi kami tadi berangkat kesana bersama,juga kami baru tau kalau gudang itu terbakar Lian, jadi kenapa bertanya pada Raka, sementara kami menemukan ini, ini milikmu kan? jadi kamu dong yang tau"
"Kedua orang ini datang padaku dan memintaku melihat sesuatu disana, jadi aku datang dan melihat, kalau ada yang tidak beres dengan bahan makanan yang disimpan di gudang itu, jadi aku pun membakarnya bersama dengan orang yang masuk kedalam dan menyiram bahan makanan dengan cairan aneh, setelah diselidiki itu adalah sianida,"
"Lalu apa kau tau pelakunya siapa"
Samuel bertanya kepada Berlian karna dia tau, Raka tidak akan mau bertanya.
"Tau, dia adalah tangan kanan Tuan rangga yang memiliki hubungan dengan wanita ini."
Berlian menunjukkan foto wanita yang adalah calon istri Rangga yang gagal, karna kebusukannya terbongkar.
__ADS_1
David tidak percaya kalau orang yang selama ini, mengabdi pada Rangga akan berhianat padanya,David jadi berpikir mungkin yang mengusulkan wanita itu menikah dengan Rangga juga pastilah pria itu, menyadari hal itu David mengirimkan pesan kepada sang istri untuk melakukan apa yang pernah mereka lakukan pada Raka dulu, dilakukan juga sekarang pada Rangga sebelum terlambat.
Dikediaman David, anggun yang mendapat pesan dari David langsung bertindak, dia pergi kerumah Raka dan meminta tanda tangan pada Raka dengan alasan persetujuan untuk mengirim anak mereka ke asrama, Rangga tanpa pikir panjang menanda tangani surat tersebut dan tidak memeriksa apakah itu benar surat persetujuan keasrama atau bukan.
Anggun tidak membuang buang waktu, langsung menyatukan surat tersebut dengan surat yang pertama,Sementara dirumah Raka terjadi kericuhan antara penjaga rumah Raka dan anak buah Rangga yang berhianat, mereka menculik Rangga dan membawanya kesuatu tempat, mereka melakukan itu karna mereka tau bahwa hubungan berlian dan keluarga Rangga sedang renggang jadi tidak mungkin, berlian membantu Raka.
Raka yang masih berbicara dengan Samuel,Rendi, David dan Berlian tiba-tiba mendapat telpon dari rumahnya, dan mengatakan kalau Rangga diculik dan dibawa pergi oleh tangan kanan Rangga sendiri, mendengar itu, Raka langsung memberitahu semua orang dan akhirnya mereka bersiap berangkat, tapi Berlian sama sekali tidak bergerak, membuat Samuel angkat bicara.
"Kalo ga ikut Lian?"
"Aku tidak ada urusan dengan mereka, kenapa aku harus ikut"
"Lian kau harus ikut, karna kau juga masih berurusan dengan Raka dan ayah Rangga"
David sengaja mengatakan itu, bermaksud untuk membuat Berlian mengerti arti kalimatnya, tapi Berlian Sama sekali tidak paham kode dari David.
"Aku sudah memutuskan semua hubunganku dengan mereka,jadi aku tidak bisa membantu kalian"
David pun kehabisan akal dan pergi begitu saja, tapi dia pergi dengan masih mengirim pesan kepada berlian dan mengirimkan foto surat yang memperlihatkan dimana Raka dan Rangga telah menyerahkan seluruh kekayaan mereka berdua kepada kedua anaknya, melihat itu Berlian jadi berpikir sendiri, mungkin Raka dan Rangga menjauhi kedua anaknya karna ada alasannya,Tampa tau bahwa pemilik harta sendiri tidak tau kalau hartanya sudah beralih nama.
Berlian membawa 50 anak buahnya untuk membantu,dan dengan kecepatan penuh mereka sampai lebih dulu dari Raka dan yang lainnya,Dia menunggu Raka dan yang lainnya dengan santai sambil memakan cemilan yang dia bawa sambil membagi bagikannya pada anak buahnya juga, mereka makan cemilan sambil duduk diatas motor yang mereka gunakan, ya Berlian dan anak buahnya menggunakan motor supaya lebih cepat dan bisa lewat jalan tikus.
__ADS_1
Sesampainya Raka dan yang lainnya, mereka mendapati Berlian dan orang-orangnya sedang asik makan,hal itu membuat Rendi dan Samuel tepuk jidak, tak habis pikir dengan kelakuan konyol Berlian, mereka tidak bisa menebak seperti apa isi pikiran wanita dua anak itu, disaat situasi genting dia masih sempat memikirkan soal makanan.
Berlian melihat kedatangan Raka dan pasukan membuat dia buru-buru memasukkan cemilan kedalam mulutnya sampai pipinya mengembung, Raka yang melihat kekonyolan berlian meneteskan air mata, mengingat kebersamaan mereka dulu, dimana berlian selalu membuat kelucuan yang bisa membuat dia terbahak-bahak, tapi sekarang semua itu tinggal kenangan,dan mungkin tidak akan pernah bisa lagi dia rasakan.
Saat mereka semua masih kebingungan dengan sikap Berlian, tiba-tiba ada yang menembak yang membuat Berlian tersendat makanan yang belum ***** dia kunyah sepenuhnya, membuat tenggorokannya terasa sangat sakit, membuat Berlian marah karena diganggu dari kesenangannya.
"Woi....s......n apa kalian tidak bisa sabar menunggu sampai makananku kutelan dengan benar hah.....?"
Semua orang bukannya fokus pada suara peluru, tapi pada kalimat Berlian yang tidak masuk akal, mana ada musuh izin dulu kalau mau bunuh,kan aneh berlian ini, kalau ada yang seperti itu bukannya malah semakin damai dunia ini? Orang mau perang dulu aja ada izinnya dulu.
Tapi mereka langsung sadar saat penghianat datang dan menyambut mereka dengan tepukan tangan, karna akan menghabisi Rangga dan mendapatkan Kekayaannya, tapi David justru senang karena pada akhirnya semua penghianat tidak akan mendapatkan apapun.
Karna semua sudah aman dan tersembunyi,penghianat itu meminta mereka datang untuk menyaksikan penyiksaan rangga,dan disana terlihat Rangga sudah babak belur di sekujur tubuhnya, Penghianat itu kembali mencambuk Rangga dan menyodorkan sebuah kertas,dan meminta Rangga menandatanganinya.
Rangga yang sudah tidak berdaya pun menanda tangani surat tersebut, Tampa tau kalau itu sudah tidak berlaku
Penghianat yang melihat itu pun merasa menang, dia tertawa terbahak bahak,karna membayangkan semua adalah miliknya, tidak lama kemudian datanglah wanita yang sangat dikenal Raka dan David, tanpa basa basi, langsung duduk dipangkuan pria penghianat itu dan mereka pun begitu bahagia.
Wa kita. Tj seakan. mengejek David karna merasa dia tetap mendapatkan harta Rangga Tampa harus menikahinya, sementara David hanya tersenyum devil karna merasa semua orang merasa gagal menyelamatkan orang yang lagi disandera,Raka menatap wajah ayahnya dengan tatapan sendu, karna berpikir sang ayah sudah tak memiliki apapun saat ini.
trimakasih masih setia dengan cerita Berlian dan Raka 👌👌👌👌👌🙏🙏🙏🙏 Tetap dukung karya aku y teman teman 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1