Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA

Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA
Bab.63#####


__ADS_3

Setelah luis mendapat informasi tentang orang-orang yang sudah memporandakan markas milik sang Dedy,dia pun meminta seseorang untuk membawa pria itu untuk diobati, karna menurut Luis dia bisa menjadi informan untuk kelompok mafianya.


Sawa mencium bau milik para pembunuh tersebut setelah itu ia pun pergi mengikuti kemana arah orang-orang itu,sangat lama mereka mengikuti jejak para pembunuh juga pencuri barang milik Luis itu, mereka berhenti di tempat pembuangan sampah/penampungan seluruh sampah dari kota besar J.


Semua orang melihat sekeliling dan mencari apa yang sedang mereka kejar tapi tidak menemukan apapun selain sampah-sampah yang sudah busuk juga rongsokan yang siap didaur ulang,Luis menatap Sawa meminta jawaban, kenapa mereka dibawa kesana.


Sawa mulai menyusuri tempat yang dipenuhi oleh sampah dan rongsokan yang ditimbun mengunung itu,dan diikuti luis, rudi, Raka dan yang lainnya, sampai mereka tiba di sisi paling ujung, dan disana mereka melihat ada terpal yang menggantung seperti dibuat pintu.


Mereka mendekat dan mendengar ada suara orang yang sepertinya memperebutkan sesuatu, tapi juga seperti orang bertengkar, entah yang jelas suaranya terdengar berisik, mereka masuk perlahan lahan dan melihat ada lorong dibawah timbunan sampah dan rongsokan tersebut,Luis mengintruksikan supaya tidak menimbulkan suara, Sawa masuk terlebih dahulu supaya mengecoh konsentrasi orang-orang yang ada didalam.


Semakin kedalam semakin terdengar suara seperti teriakan juga tawa dari orang-orang banyak,ada juga teriakan minta ampun juga minta dihentikan,membuat kelompok Luis yang masuk itu penasaran apa yang terjadi sebenarnya Didalam sana.


Sawa masuk dan salah satu dari orang yang ada didalam itu berteriak berkata ada ular raksasa,hal itu membuat semua orang takut bukan main,Luis yang diangkat Sawa dengan ekornya syok melihat apa yang terjadi disana,dia melihat ada seorang pria yang terikat dan sangat dia kenal,juga ada pria yang juga terikat dengan rantai yang kondisinya sangat mengenaskan,juga gadis yang dia tinggalkan beberapa saat lalu dirumahnya sakit.


Hal itu membuat dia bingung,karna dia menyuruh beberapa orang untuk melindungi mereka,lalu kenapa sekarang mereka ada disini,dia menelpon orang-orang yang dia perintahkan untuk menjaga kedua orang itu,dan mereka semua bilang tidak ada orang yang masuk juga keluar kamar itu,bahkan pintunya tetap tertutup sejak ditinggal oleh Luis dan Rudi,karna mereka memfokuskan pandangan mereka kearah pintu sejak tadi.


Tapi walaupun begitu, orang suruhan Luis itu mendekati pintu dan membukanya, tapi pintu itu tertutup dan tak bisa dibuka,hal itu membuat mereka heran dan berpikir telah terjadi sesuatu.


Sambil telpon tersambung orang-orang suruhan Luis mendobrak pintu tersebut dan mereka semua menganga,karna ternyata jendela kaca ruangan itu telah terbelah tapi tidak hancur, sepertinya kaca itu di belah dengan pemotong kaca,dan semua isi kamar itu sudah hancur berantakan,Luis yang mendengar hal itu pun marah dan membuat sesuatu yang sudah ditanamkan sang momi bangkit.


Dia turun dari atas tubuh Sawa dan menatap gadis yang sudah membuat dia jatuh cinta,untuk pertama kalinya sedang terikat dengan kondisi yang berantakan,dia menatap gadis yang hanya menangis terngungu karna takut dengan Sawa,lalu Luis menatap orang-orang yang telah mengganggu ketenangan ,membuat kekacauan juga membunuh begitu banyak orang yang tidak bersalah

__ADS_1


Luis langsung mengeluarkan senjatanya dan dor.


Luis menembak salah satu dari mereka dan membuat orang itu tewas seketika karna Luis menembak tepat dikeningnya, hal itu membuat orang-orang itu terpancing amarah dan menantang Luis,Raka yang sejak tadi diam pun bertanya kepada orang-orang yang sudah mengacaukan wilayahnya.


"Siapa kalian dan kenapa mengganggu wilayahku, kalian memporak porandakan markas penyimpanan senjataku,juga membunuh orang yang tidak bersalah,jadi katakan siapa kalian?"


"Oh jadi kau yang sudah menyediakan senjata untuk kami? terimakasih atas kebaikannya"


"Heh to.......l, apa kau tidak mengerti bahasa, kalian ditanya siapa dan kenapa mengacau mengerti"


"Aku hanya mewakili mereka berterimakasih kepada kalian, karna sudah menyediakan senjata buat kami, kenapa kau jadi marah?"


"Menyediakan gundulmu,itu kalian mencuri bukan kami menyediakan,itu semua milik kami bukan kalian dasar dodol"


"Bukan hanya keberatan tapi hari ini kami akan mengakhiri kalian kalau tidak akan banyak korban yang tidak bersalah berjatuhan"


"Hahahaha kalian? mengakhiri kami,apa kau begitu yakin dengan ucapanmu itu ha"


"Rudi, tidak perlu berbasa basi lagi langsung habisi saja mereka semua"


Luis yang sudah jengah sejak tadi akhirnya buka suara dan menyuruh semua orang untuk menghabisi orang-orang yang tidak dapat diperingatkan tersebut,dan semua orang langsung melakukan perintah Luis, mereka semua berduel tanpa senjata,Luis dia melepaskan calon mertua dan pria yang sudah tidak berdaya itu,karna sebagian kulit tubuh dan wajahnya sudah disayat dan terlepas dari tubuhnya juga wajahnya.

__ADS_1


Pertarungan dengan tangan kosong itu berlanjut terus,buk....buk....buk...Duk... karet....Duk....buk....


Setelah merasa tidak ada yang menang dan kalah,kelompok musuh mengeluarkan senjata tajam milik mereka dan berusaha melukai orang-orang Luis,dan akhirnya dor....dor...dor...dor.... beberapa orang -orang Luis tumbang walau tidak tewas,melihat temannya memakai senjata api, yang lain juga mengeluarkan senjata api.


Luis yang melihat ada banyak korban,pun akhirnya turun tangan dia berdiri,dan mengulurkan sebelah tangannya dan sreekkk......... sebagian musuh langsung tewas, sementara yang lain hanya terdiam melihat kejadian ajaib barusan,Sawa pun langsung ambil posisi dan melilit sekitar beberapa orang sampai terdengar suara tulang yang patah.


tapi Sawa meninggalkan tiga orang lagi untuk diadili oleh Luis, Luis maju dan memukul perut ketiga orang itu dan membuat mereka langsung tergeletak sambil memegang perut mereka.


"Siapa kalian dan siapa pimpinan kalian?"


Luis bertanya hal yang sama dan ketiga orang itu, tidak ada yang mau menjawab,membuat Luis mulai kesal.


"Siapa yang membawa wanitaku dari rumah sakit kesini?"


Tetap ketiga orang itu membisu tak menjawab,Luis sudah mulai kehilangan kesabaran.


"Kenapa kalian memut.........i tubuh manusia dan menyiksa mereka seperti ini? dan kemana kalian akan mengirim semua organ itu,hah"


Luis berteriak karena tidak ada yang mau menjawab,sehingga luispun membuat mereka merasakan seperti perbuatan mereka selama ini.


Luis mengeluarkan pisau lipat miliknya,dan menyayat wajah salah satu dari mereka,dan hal itu membuat mereka berteriak dan minta untuk dimaafkan.

__ADS_1


"Baik sekarang katakan siapa yang menyuruh kalian melakukan semuanya?"


terimakasih atas partisipasinya๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œterus dukung karya aku juga jangan lupa untuk like dan komennya ok๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿคฃ๐Ÿ˜ช๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿคฃ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ


__ADS_2