
TERIMAKASIH KEPADA SEMUA TEMAN TEMAN YANG SUDAH SETIA MENGIKUTI ALUR CERITA BERLIAN DAN RAKA DALAM KARYA AKU YANG SATU INI, KARENA ITU AKU UCAPKAN BANYAK BANYAK TERIMAKASIH, KARENA KALIAN SUDAH MEMBERI AKU DUKUNG.
DAN AKU TETAP MEMINTA DI KISAH SELANJUTNYA, KALIAN TETAP MEMBERI DUKUNGAN KALIAN,KARNA TAMPA KALIAN, APALAH ARTI KARYA AKU INI,KARNA ITU AKU UCAPAN TERIMA KASIH DAN TERIMAKASIH BUAT SEMUA PARA PENDUKUNG KARYA AKU.
DAN MUNGKIN SETELAH BEBERAPA BAB LAGI, CERITA BERLIAN DAN RAKA JUGA SAHABAT DAN ANAK ANAKNYA AKAN TAMAT, TETAPI JANGAN LANGSUNG BOSAN ATAU KECEWA,KARNA SETELAH KARYA AKU YANG SATU INI JUGA YANG LAINNYA,AKU AKAN MEMBUAT KARYA BARU LAGI,DAN MUNGKIN AKAN LEBIH SERU LAGI.
JADI TETAPLAH MENJADI PENDUKUNG YANG BUDIMAN BUAT KARYA KARYA AKU YANG LAIN DAN YANG AKAN TERBIT SELANJUTNYA OK, INI SAJA PENGUMUMANNYA,SAYA UCAPKAN TERIMAKASIH DAN KITA LANJUT KE LEPTOP.
Setelah menempuh perjalanan menuju bandara, Luis dan ana pun sampai, Ana yang sudah tidak sabar menemui sang ayah, langsung membuka pintu mobil Tampa menunggu Luis membukakannya, Luis hanya tersenyum melihat sang kekasih yang tak sabaran bertemu dengan ayahnya.
Ini dia DIANA gadis mungil dan cantik yang membuat Luis langsung jatuh cinta,
Ana melihat tempat Luis memarkirkan mobilnya jadi manyun karna ternyata Luis parkir ditempat yang berbeda dengan parkiran bandara,dia menatap Luis dengan bibir yang dimajukan beberapa senti kedepannya,dan hal itu membuat Luis gemas dan langsung menciumnya.
Ana yang mendapat serangan mendadak dari Luis, terdiam dan semakin kesal,karna bukannya kasih jawaban kenapa parkir disana, malah Luis main nyosor seperti angsa,Luis yang melihat kekesalan sang kekasih pun memberikan masker dan memakaikannya kepada Ana,begitu juga dengan dirinya.
Ana yang melihat hal itupun, salah paham,dia berpikir kalau Luis tidak benar-benar mencintainya karna menutupi identitas seorang ana,dari orang-orang atau masyarakat juga dunia,Ana yang tangannya ditarik Luis yang tidak mengetahui perubahan sang pujaan hati, hanya mengikuti dengan tatapan mata yang sayu.
Padahal Luis melakukan itu demi kebebasan sang kekasih,dia tidak Luis tidak ingin sang kekasih terkekang karna menjalin hubungan dengan Luis, yang seorang pengusaha,dan hal itu akan berdampak pada kehidupan sang kekasih, contoh yang dia jaga adalah: Ana menjadi sorotan publik, keselamatan ana dari para musuh bisnis juga dunia hitam, atau juga akan banyak yang memanfaatkan ana untuk kepentingan sendiri.
Itulah alasan Luis menutupi identitas sang kekasih,dia ingin melihat wanitanya bisa hidup bebas dengan teman seusianya Tampa merasa terganggu, akan hubungan mereka dia juga ingin melihat sang kekasih menjalani kesehariannya penuh kebahagiaan, tidak dengan halangan karna menjaga image didepan publik dan lain sebagainya.
Tapi ana yang tidak mengetahui itu,juga Luis yang tidak berterus terang membuat dia meneteskan air mata, sampai akhirnya mereka tiba didepan ruangan sang ayah,Ana buru-buru menghapus air matanya supaya sang ayah tidak berpikir yang tidak-tidak, tapi Luis melihat jelas kalau kekasihnya menghapus air matanya.
__ADS_1
Luis menyimpan pertanyaan itu dihatinya,dan berpikir akan menanyakannya nanti, sementara ana membuka pintu ruangan dan melihat pria tampan yang sudah mengenakan seragamnya,dia tersenyum dan menghampiri pria itu.
"Ayah, wah ayah tampan sekali,bisa bungkus bawa pulang ga?"
Pertanyaan dan ucapan Ana membuat seorang pria jadi murung dan cemburu, sementara yang dipuji hanya tersenyum dan menjawil hidung mancung putrinya.
"Oh,ho, sudah pintar menggombal y Sekarang hum?"
"He..he..he..ayah bisa aja, tapi emang ayah tampan kan"
"Ya ya ya kau benar ayah memang tampan, makanya putrinya secantik dirimu, kalau ga mana mungkin kau bisa cantik seperti ini hum"
"Ayah....."
Ana memeluk ayahnya dan mencoba menahan tangisnya supaya tidak membuat sang ayah kepikiran saat bertugas,dia sebenarnya sangat sedih dan membutuhkan ayahnya sebagai tempat untuk berbagi masalah dan bebannya, tapi apa mau dikata, sang ayah punya tanggung jawab yang besar dan tidak boleh mencemaskan apapun,karna itu bisa membahayakan nyawa ribuan orang.
"Ayah kenapa ayah bisa begitu tampan?"
"Ha.... hahaha, kau ini, bertanya ko gitu"
"Kelak bisa tidak y,rekues punya anak seperti ayah"
Ana bertanya sambil menaruh jari telunjuknya didagu seperti sedang berpikir,dan Yo hanya bisa tepuk jidat melihat kelakuan putrinya tersebut,dia tidak habis pikir,darimana datangnya pemikiran putrinya itu, tanpa dia tau kalau sebenarnya Ana hanya sedang berusaha membuat sang ayah bisa berangkat bertugas dengan tenang dan nyaman tanpa beban.
Sementara Luis yang memang begitu ahli melihat sifat dan gelagat seseorang,dia tau kalau sebenarnya Ana sedang menunjukkan kalau dia baik dan bahagia dihadapan Yo, padahal kenyataannya Ana sedang sedih entah karena apa.
__ADS_1
Luis sendiri tidak mengerti kenapa tiba-tiba saja ana jadi seperti itu, karna sebelumnya ana begitu bahagia,Luis hanya berpikir, apa karna dia mencium kekasihnya itu tadi membuat dia sedih, kalau memang benar Luis jadi merasa bersalah dan menyesal karena telah mencium Tampa izin kekasihnya.
"Pemberitahuan bahwa pesawat xxx siap untuk berangkat ke negara xx, mohon kepada para petugas untuk ready,"
Mendengar panggilan itu,Ana menatap ayahnya dan tersenyum,dia memeluk sang ayah dan sekaligus pamit pulang.
"Ayah tu dah dipanggil,ayah harus semangat.... supaya aku punya banyak uang nanti ok"
"Baiklah tuan putri hamba siap menjalankan titah dari tuan putri"
Yo menjawab dengan memperagakan gerakan seorang panglima kepada sang putri yang akan maju ke Medan pertempuran, setelahnya mereka tertawa bersama, Yo pun bersiap dan menitipkan putrinya kepada Luis, setelahnya Ana dan Luis keluar dari ruangan sang ayah dan pulang.
Setelah masuk mobil,ana hanya diam saja dan sudahmelepaskan maskernya, sementara Luis yang didiamkan ana tidak tahan lagi,dan mulai bertanya.
"Sayang ada apa, kenapa kau jadi pendiam sejak tadi? apa ada salahku sehingga kau mendiamkanku?"
"Tidak,Kaka tidak punya salah ko, aku cuma berpikir,aku tidur dan tinggal di rumahku saja"
ciiiiiiiiiit.....Luis tiba-tiba mengerem mobilnya mendadak membuat kepala ana hampir kejeduk pintu, dan ana yang pun kaget reflek berteriak pada Luis.
"Kaka kenapa sih, mau bunuh aku ya?"
Luis yang mendengar teriakkan Ana, sedikit bingung juga tidak menyangka kalau respon sang kekasih berlebihan seperti itu, dia menatap mata sang kekasih mencari sesuatu yang membuat dia seakan tidak mengenal wanita itu, tanpa menyadari kalau sebenarnya Ana hanya sedih dan merasa kalau Luis memang tidak mencintainya.
"Diana ada sebenarnya, kenapa aku merasa kau selama ini menyembunyikan sifat aslimu dariku? dan sekarang Tampa kau sadari kau membongkar sifat burukmu, aku tau aku mengerem mendadak tapi itu karna aku kaget dengan jawabanmu tadi, tapi justru aku jadi tau sifatmu yang begitu buruk"
__ADS_1
"Kau marah itu hal biasa dan aku bisa memakluminya, tapi cara bicaramu ini"
Dukung terus karya aku teman teman πππππaku selalu setia menunggu komen juga like dan hadiahnyaπ€²π€²π€²π€²π€²π€²ππππππππ€©π€©π€©π€©π€©π€©