
"Sayang kau lihat apa sih?"
Deg......hati ana begitu sakit mendengar kata sayang yang terucap dari bibir wanita itu,dia terus terlihat biasa saja walau dia ingin berteriak karna sesak yang dia rasa didadanya saat ini, Luis pun tersentak dan sadar dari perilakunya, dia mencoba biasa saja dan menjawab dengan sangat santai seakan dia tidak sedang memikirkan apapun.
"Oh. tidak, tidak ada, aku hanya sedang berpikir tentang ucapan momiku kemaren tentang rencana pertunangan kita"
"oh..aku pikir apa, sayang dengan kau tidak perlu memikirkan itu, biar ibu dan Tante Lian yang mengurusnya, sekarang lebih baik kita habiskan masa-masa lajang kita dengan baik, supaya kelak kita bisa menceritakannya pada anak-anak kita"
Mendengar perkataan kedua orang itu, ana pun mengajak teman temannya pulang, karna dia sudah tidak tahan lagi, mendengar kelanjutan cerita mereka, tapi teman tamannya malah memintanya mempersembahkan lagu seperti yang biasa mereka lakukan sebelum pulang.
Ana yang memang sudah biasa tampil disana dan ditambah luka hatinya saat ini menuruti permintaan teman-temannya, dia naik ke panggung dan mengamil posisi didepan orgen dia mengucapkan beberapa kata sebagai pembuka.
"Selamat sore semua seperti biasa aku mempersembahkan lagu, sore ini aku akan persembahkan sebuah lagu yang berjudul: TAK SEDALAM INI : yang dipopulerkan oleh Arieh"..........
Jangan kau obati luka ini
Biarkan mengalir darah tak henti
kutau kau hanya membuat
Lukaku semakin perih
Kini kau datang esok kau pergi
Seakan kau tak punya hati
Terlalu aku mencintaimu
Rupanya kesempatan bagimu
Maaf ku untukmu berulang kali
__ADS_1
Tapi tiada arti
Kini denganku esok dengannya
Aku tak sanggup lagi
Sakitnya.....perihnya...melihat kau bercumbu dengannya...
Kau tega.....menyiksa.....aku yang selalu setia......
Andai rasa dihati tak sedalam ini
Dari dahulu engkau telah kutinggalkan
Cinta yang kumiliki tak bisa kau bandingkan
Rugilah engkau karna memilih dia......
Sedangkan Luis, dia mengepalkan kedua tangannya,bukan karna marah kepada Ana, tapi menahan sakit dan sesak didadanya, dia tau lagu itu ditujukan untuknya, dan dia tidak mampu untuk mengatakan apapun, karna saat ini dialah pembuat luka itu.
Ana kembali ke kursinya dan semua teman-temannya yang tau dia baru putus dari pacarnya walau tidak kenal dan tidak tau seperti apa pria itu, mereka semua begitu sedih dan menguatkan sahabat mereka tersebut.
"Ana kita tau, ini sulit dan menyakitkan tapi kita akan selalu ada buat kamu ok, kau harus semangat"
"Ia benar...kau tidak boleh menangis, nanti yang ada pria ba.......n itu, akan menertawakanmu, karna berpikir kau tak bisa tampanya"
"Betul, air matamu terlalu berharga buat pria seperti dia itu, jadi sekarang tunjukkan senyummu"
Semua sahabat sahabatnya menghibur dia, dan menyemangatinya, Ana yang tadinya sedih sekarang tersenyum karna memiliki sahabat seperti mereka, walau cuma punya empat orang sahabat dia sudah sangat bersyukur, karna tidak merasa sendirian menanti kepulangan sang ayah.
Setelah pulang dari kafe ana langsung bersih bersih dan memilih mengerjakan tugas sekolahnya, dia sudah meminta bibi dan paman yang bekerja dirumahnya untuk sementara tinggal dirumahnya dan suami istri yang bekerja dirumahnya tentu tidak keberatan,karna dirumahnya juga mereka cuma berdua.
__ADS_1
Sementara Luis dia pulang bersama wanita tadi kerumahnya, sesampainya di rumah dia disambut oleh sang momi, dengan begitu bahagianya, karna sejujurnya dia sudah sangat ingin memiliki menantu, setelah tau kandasnya hubungan Luis dengan ana dia sangat sedih, karna impian memiliki menantu pupus sudah.
Tapi tiga hari yang lalu dia bertemu dengan wanita yang adalah anak dari putri tetangganya saat masih dirumah lama ayah Herman dulu, dan berlian sangat mengenal baik keluarganya, sehingga membawanya kerumah dan meminta Luis untuk menikahi wanita itu, Tampa ada pacaran, karna dia takut kejadian saat bersama ana terulang kembali.
Berlian bukan tidak myukai ana, tapi dia hanya berpikir mungkin bukan jodoh, lalu apa salahnya jika dia meminta sang putra menikahi wanita lain, sementara Luis, dia tidak pernah menentang apapun permintaan sang momi.
Setelah dua bulan berlalu, hari ini adalah hari pertunangan Luis dan wanita pilihan sang momi,dan entah sengaja atau kebetulan ataukah takdir, Ana dan sang ayah mendapatkan undangan dari pertunangan Luis dan wanita tersebut.
Yo yang sudah mengetahui kandasnya hubungan putrinya dengan Luis hanya bisa pasrah, karna memang sejak awal dia sudah menebak hal ini, jadi dia hanya bisa mengunakan hati sang putri, dia juga memberitahukan bahwa mereka mendapatkan undangan dari keluarga Luis, Ana hanya tersenyum dan berkata akan hadir dan menyerahkan kado yang bagus.
Dan disilah mereka sekarang, Diana yang datang bersama sang ayah tersenyum karna disana juga ada sahabat-sahabat ana yang datang bersama orang tua mereka, mereka menyerahkan undangan pada pemeriksa tamu-tamu yang hadir setelahnya mereka semua masuk.
Ana mencoba melihat sekeliling dan menemukan Luis dan seluruh keluarganya yang dulu juga pernah begitu antusias dengan hubungannya dengan Luis, tapi hanya dalam sekejap mata mereka melupakan dirinya, dia menatap keluarga itu, dan hal itu dilihat oleh sang ayah, membuat hatinya juga berdenyut sakit.
Hati orang tua mana yang tidak sakit melihat kesedihan putrinya, tapi dia buru-buru menyadarkan putrinya itu, dan ana pun menatap balik ayahnya dengan tatapan artinya, sungguh sebenarnya dia tidak kuat lagi tapi dia harus melakukan ini, demi kebaikan bersama.
Kini saatnya pemasangan cincin, wanita itu memasang cincin dijari Luis, begitu selanjutnya,dan setelahnya para tamu undangan menaiki panggung untuk mengucapkan selamat, begitu juga ana dan sang ayah, mereka berdua naik dan berjalan menghampiri pasangan tersebut.
Deg....luis sangat kaget melihat Diana dan ayahnya yang juga hadir dipesta pertunangannya ini,bukan hanya Luis tapi Raka,Berliana dan seluruh keluarganya juga sangat syok melihat gadis yang mereka kenal tiga bulan yang lalu itu,Yo menyalami Luis dan tersenyum sambil memberi selamat.
"Selamat Aden Luis atas pertunangannya, aku doakan yang terbaik untuk acara-acara yang akan datang"
Luis hanya diam dengan muka pucatnya,jujur dia tidak tau mau bilang apa untuk menjawab pria yang dulu dia pikir akan jadi mertuanya itu.
"Selamat Tuan Luis, untuk pertunangannya dan selalu bahagia bersama kakak yang beruntung ini,dan ya ini kado dariku, maaf jika kecil, maklum aku masih pelajar dan juga hanya orang kecil jadi tidak dapat beli kado mahal"
Mereka berjalan menuju keluarga besar Luis dan menyalami mereka semua.
"Selamat untuk kalian semua,dan terimakasih karna berkenan mengundang rakyat kecil seperti kami ini ke acara besar pengusaha seperti kalian"
terimakasih karna tetap dukung karya aku🙏🙏🙏🙏🤩🤩😍😍😍😍😍🤩🤩😍😍😍 jangan lupa untuk like dan komen 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1