
Luis sangat tidak percaya dengan apa yang dia lihat, dia bahkan tidak bisa menghitung kecepatan yang dimiliki Diana, bagaimana tidak, peluru itu seperti mengikuti instruksi dari Diana, peluru itu, seakan menunggu Diana bergeser dengan pria itu,barulah pelurunya menancap dengan sempurna.
Setelah itu, pria itu tumbang begitu saja, dan Diana hanya cuek melihat hal tersebut, Luis terus menatap wajah wanita yang masih bertahta didalam hatinya, sampai saat ini, dia menyadari perubahan yang begitu besar pada diri gadis itu.
"Ana, apa masih ada kesempatan untukku? aku janji, aku tidak akan pernah melukaimu lagi, aku akan berubah menjadi pria yang bertanggung jawab, aku mohon"
"Kau akan berubah? apa aku akan percaya begitu saja tuan, heh, aku tidak akan pernah menginjakkan kaki kelumpur yang sama untuk yang kedua kalinya, jadi tidak perlu melakukan itu semua"
Ana, aku akan lakukan apapun asal kau mau memberiku kesempatan sekali lagi saja, aku mohon ana"
"Melakukan apapun asal aku memberimu kesempatan? apa kau yakin tuan"
"Ia aku akan lakukan apapun itu, asal aku masih bisa mendapatkan kesempatan"
"Baik, kalau begitu, patahkan kakimu yang kanan dan aku akan memberimu kesempatan"
Luis yang mendengar permintaan diana, sangat kaget, tapi dia sudah berjanji akan melakukan apapun, tidak masalah tidak bisa berjalan normal asal dia bisa kembali bersama wanita pujaannya yang dia sakiti dulu.
Dia melihat balok kayu yang tadi digunakan Diana untuk melawan pria itu, Luis mengambilnya dan mencari seseorang yang bisa dia minta untuk melakukannya, dan melihat ada bodyguard bayangan yang mengikutinya, dia memanggilnya dan menyuruhnya melakukan permintaan Diana.
Orang yang dia suruh tentu tidak berani melakukannya, tapi karna diancam Luis, diapun menutup matanya dan mengayunkan balok tersebut sekuat tenaga dan buk, krek, suara patahan tulang yang diakibatkan pukulan kuat bodyguard itu, dan Luis pun berteriak keras dan bruk.
Luis terbangun dari pingsannya dan mendapati dirinya berada dirumah sakit, bukannya bertanya dia malah tersenyum karna bahagia,dia membayangkan akan kembali seperti dulu, bermanja-manja dan juga menjalani hari bersama wanita yang dicintainya.
"Ka, yang patah itu kakimu, lalu kenapa sepertinya yang salah itu, o....kmu?"
__ADS_1
"Ia, dan kenapa kamu melakukan itu nak? Apa yang kau pikirkan sehingga kau bisa melakukan itu"
"Aku melakukannya demi cintaku, aku hanya ingin dia melihat ketelusanku, jika memang harus cacatpun, aku rela asal dia kembali padaku"
"Tapi nak, kalau kau cacat apa kau masih bisa menjadi pemimpin kelompok kita? sementara Dedy dan momi sudah tidak secepat dulu lagi nak"
"Kalian tidak perlu kwartir, ana yang akan menggantikan ku, dia sudah banyak berubah jadi dia bisa menanganinya"
Berlian dan Lusi hanya menatap Luis dengan tatapan sendu dan sedih, mereka sadar kalau mereka pun ikut andil dalam melukai ana, dan sekarang Luis yang menanggung akibatnya.
Sementara itu, Diana termenung didalam baktup, sambil berendam, dia mengingat bagaimana Luis melakukan permintaannya dan melihat kaki Luis itu, menciptakan darah karna patahan tulang kaki itu menembus kulit kaki Luis dan memuncratkan darah banyak.
Sekarang, dia harus menerima Luis kembali dalam keadaan cacat sebelah, dan tidak tau untuk waktu berapa lama, sementara Luis, langsung dibawa pulang dan dirawat ditempat yang memang sudah disediakan dimansion keluarga Raka dan Luis.
Seminggu kemudian, Luis mendatangi kediaman Yo, dia ingin bertemu dengan wanitanya dan bertanya.
"Diana, pun menjawab ia dan Luis begitu bahagia karena sudah kembali bersama wanita cantiknya,karna begitu bahagianya, dia tidak bisa menahan kerinduannya lagi, dan langsung memeluk tubuh yang begitu ramping dan langsing itu.
Yo tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena dia tau, sejak dulu, ana hanya bercita cita memiliki satu pria dalam perjalanan cintanya, dan kini dia kembali bersama pria yang pernah melukainya begitu dalamnya.
Saat ini, Luis hanya bisa berjalan dengan kaki pincangnya, dia memakai tongkat bantu sehingga memudahkan dia beraktivitas, sebenarnya seluruh keluarganya memintanya memakai kursi roda, tapi, Luis menolak dan mengatakan βitu berlebihan"
Karrna kaki sebelahnya masih berfungsi, dan semua orang hanya bisa pasrah, sehingga dia hanya membawa tongkat penyangga jika bepergian.
Setelah dari rumah Diana, Luis berangkat langsung kekantor, dan mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk, karna ditinggal beberapa hari, Luis begitu asik bekerja sampai tidak menyadari waktu yang sudah menjelang malam, dia begitu menikmati waktu dan kesibukannya, karna disertai hati yang bahagia, sehingga terkadang dia tersenyum senyum sendiri, karna bahagianya.
__ADS_1
Durrrrt......durrrrt.....
"Halo ada ded?"
"Boy, kamu dimana, kenapa belum pulang? ini dah jam berapa, apa kamu lembur"
Luis melihat jam dan dia kaget, karna ternyata sudah jam sepuluh malam, dia pun langsung menjawab kembali telpon sang Dedy.
"Maaf ded, aku tidak memperhatikan waktu, aku akan pulang sekarang"
Setelah menutup telpon dari dedynya, Luis pun beranjak dari kursinya untuk pulang kerumah, diperjalanan pulang dia mencoba menelpon no Diana, tapi tidak diangkat, sampai akhirnya panggilan yang ketujuh barulah ada jawaban.
"Halo, siapa sih telpon telpon ga liat jam, ini tuh waktunya tidur tau"
"Maaf sayang, aku mengganggu tidurmu, tapi aku sangat merindukanmu, seharian tak bertemu aku jadi merasa ada yang hilang, jadi aku menelponmu sekarang, tapi setelah mendengar suaramu aku sudah tenang sekarang, ya udah lanjut lagi tidurnya y, mat malam mimpi yang indah"
Luis tersenyum saat mendengar suara serak milik Diana, karna bangun tidur, dan itu seperti mengingatkan dia saat masa masa mereka berdua dulu, sesampainya dirumah, dia langsung masuk kamar tanpa makan terlebih dahulu, dia mandi dan tidur bersama senyuman indah miliknya, dia berharap bisa bertemu dengan Diana dalam mimpinya nanti.
Memang kalau sudah jatuh cinta, perut lapar pun terasa kenyang, sungguh cinta itu membunuh,π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£
Tidak terasa banyak yang sudah terlewati, Luis dan Diana pun menjalin hubungan mereka dengan penuh cinta dan kasih juga kebahagiaan, bahkan hubungan antar dua keluarga pun sudah baik, tidak ada lagi kejanggungan dan rasa bersalah, karna Raka sekeluarga sudah meminta maaf dengan tulus dari hati kepada keluarga kecil Yo.
Saat ini adalah viting baju pernikahan antara Luis dan Diana, mereka sedang berada disebuah butik ternama dan terbaik di kota J, bahkan butik itu adalah langganan para selebriti dunia yang sudah merambat kenegara negara tetangga.
Luis meminta pemilik butik memilih gaun terbaik dan yang pasti harganya uuuuu, tapi dia juga meminta Janangan kurang bahan, dan hal itu disanggupi pemilik butik tersebut.
__ADS_1
Terimakasih masih setia, komennya mana nih, like juga hadiahku belum adaπππππππͺπͺπͺπͺπͺπͺπππππππ