Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA

Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA
Bab.41#####


__ADS_3

Setelah selesai mandi dan berpakaian Raka melihat Berlian masih tertidur, dia pun naik keatas tempat tidur dan berbaring disamping berlian, dia terlentang dan kepalanya dia merenggangkan kearah berlian, dia menatap wajah berlian yang terlihat sangat damai membuat hatinya sedih memikirkan hal yang dia lakukan akhir-akhir ini, sejujurnya dia juga tidak ingin diposisi ini tapi dia sendiri bingung harus bagaimana lagi.


Berlian yang memang berpura-pura tidur mengubah posisi tidurnya menjadi membelakangi Raka, dia tidak ingin Raka sampai tau kalau dia berpura-pura, Berlian yang merasa Raka sama sekali tidak memperdulikannya akhirnya tertidur dengan perasaan yang tidak terkatakan dia merasa kalau Raka Sudah tidak butuh dirinya lagi pun mengabaikannya.


Keesokkan harinya Raka bangun seperti biasa dia bangun langsung mandi, setelah selesai mandi dia mencari cari pakaiannya yang biasanya ditaruh sang istri diatas tempat tidur tapi sekarang dia tidak melihatnya, akhirnya dia memutuskan mengambil sendiri setelah rapi dia membawa dasinya seperti biasa akan dipakaikan berlian, dia melihat sang istri yang sedang menemani sikembar makan menghampirinya.


''Mam... pakaikan dasi dedy''


Sambil menjulurkan dasi ditangannya pada berlian, berlian yang melihat itu menatap Raka lalu kemudian kembali memperhatikan anak-anaknya.


''Mam...nanti Dedy telat, tolong pakaikan dulu nanti baru terusin memperhatikan sikembar''


Sambil menjulurkan dasinya.


''Aku sibuk Raka kau pakailah sendiri dulu''


Deg......Raka merasa berlian berbeda pagi ini, sejak mereka memiliki sikembar berlian tidak pernah lagi memanggil namanya, kalau ga bilang sayang pasti bilang Dedy tapi sekarang wanita itu memanggil namanya, entah kenapa Raka merasa berlian sudah berubah tidak seperti dulu lagi.


''Anak-anak ayo kita main kebelakang''


Berlian dengan sikap tidak pedulinya mengajak anak-anaknya bermain kebelakang meninggalkan Raka yang diam terpaku menatap kepergian istrinya itu


''Makanya jadi orang itu punya hati jangan cuma punya nafsu''

__ADS_1


Anggun dengan santainya menikam sang kakak dengan kata-katanya,membuat Raka semakin merasa tersindir dan tidak punya muka lagi dihadapan siapapun, tidak lama kemudian ayah mertuanya datang bersama ibu mertuanya, Raka menyambut mereka dengan senyuman tapi semua orang mengabaikannya, karna mereka semua sudah tau apa yang dilakukan Raka belakang ini, bahkan ayah Rangga sudah pernah melihat Raka dengan matanya sendiri melakukan hal itu membuatnya jadi tidak menganggap Raka lagi.


Melihat sikap semua orang Raka pergi meninggalkan rumah tanpa sarapan, dia melajukan mobilnya menuju suatu tempat yang belakangan ini sering dia singgahi dimana hal itulah yang membuat semua orang menganggap Raka adalah orang lsin.


Sesampainya disana Raka disambut seseorang dengan senyuman dia membawa Raka masuk dan mengajaknya kemeja makan, dan Raka yang diberi sarapan langsung lupa semua hal dia hanya menikmati apa yang disajikan oleh orang tersebut.


''Papa...'' suara anak kecil berumur 7tahun menyapa raka, dan Raka tersenyum melihat dan mendengar suara pria kecil yang sangat mirip dengannya itu.


''Hai nak...kau sudah sarapan blum?''


''Belum pa ini baru mau sarapan''


''Oh y sudah kalau begitu cepat habiskan sarapanmu baru kita berangkat ke sekolah ok''


Wanita disamping Raka itu tersenyum karna melihat kebahagiaan putranya, dia merasa bahwa Raka juga menyayangi putranya sama seperti anak-anaknya yang lain, dia merasa posisinya sebagai wanita masalalu Raka akan kembali seperti semula dan juga dia dapat membiayai kebutuhan anaknya walau hidup beda rumah, dia berpikir suatu saat nanti dia bisa masuk secara perlahan lahan ke istana yang megah itu,karna berpikir istana itu milik Raka, seandainya dia tau itu milik berlian entah seperti apa reaksinya.


Tiga bulan berlalu dan saat ini usia kandungan anggun sudah 5 bulan Raka sama sekali tidak menyadari sikapnya yang ada semakin lama waktunya bersama keluarga semakin tidak ada bahkan dia tidak tau bagaimana perkembangan pertumbuhan anak kembarnya, karna dia hanya menghabiskan waktunya lebih banyak dengan anaknya yang lain, tanpa menyadari bahwa tidak lama lagi dia akan mengalami kehancuran yang tidak pernah dia duga akan terjadi karna perbuatannya sendiri.


Hari ini berlian meminta semua orang untuk berkumpul di mansionnya, mula dari Samuel dan istri keduanya , Rendi dengan kekasihnya yang tidak lain dokter kepercayaan berlian dalam kelompoknya, David dan anggun, ayah herman dan ibu,ayah Rangga juga tamu istimewa yang dia sengaja undang untuk acara tersebut membuat semua orang bertanya-tanya, ada hal apa sehingga berlian mengumpulkan mereka, Raka juga yang tadi minta izin keluar dihentikan berlian dan disilah mereka semua sekarang, mereka sudah berkumpul diruang keluarga dan yang lain sejak tadi bertanya kepada Berlian tapi dia hanya menjawab tunggu sebentar lagi sampai tamunya datang.


Tidak lama kemudian datanglah orang yang ditunggu tunggu, semua orang berdiri dan tidak menyangka kalau berlian akan mengundang wanita serta anaknya itu kerumahnya, Raka sendiri merasa syok dan mulai keringatan, dia merasa kalau berlian akan melakukan hal yang tidak bisa dihentikan oleh siapapun, dia menatap berlian dengan penuh tatapan permohonan dan berlian yang memiliki insting pembantai mengerti tatapan itu, dia justru semakin sedih karna merasa kalau Raka memang sangat melindungi kedua orang itu.


''Sekarang semua orang sudah lengkap jadi mari kita mulai pembicaraan ini''

__ADS_1


''Mam...plis..kita bisa bahas ini berdua saja kan? aku akan jelaskan semuanya''


''Dasar anak kurang ajar....kau lebih memilih membela prempuan ja.......ng itu dibanding istri sahmu sendiri......''


Sang ayah merasa marah dan malu, bagaimana bisa Raka lebih memilih masa lalu daripada sang istri sahnya.


''Aku tau ayah marah tapi anak itu adalah anakku cucu ayah''


''Artinya sebelum kau menikahi putriku, kau adalah pria yang bebas melakukan hal terlarang itu dengan wanita?''


Ibu sinta begitu kecewa mengetahui semua ini dia tidak pernah menduga kalau putri satu-satunya akan menjadi wanita yang disakiti oleh pria yang mereka anggap adalah seorang pahlawan tapi ini apa? mereka semua kecewa, ditambah lagi anak itu yang memang sangat mirip dengan Raka ibarat pinang dibelah dua.


''Ibu kau tidak perlu sedih begitu, aku baik-baik saja ok''


''Baik-baik gimana nak, dia bahkan sudah tidak pernah peduli pada kedua anaknya, di bahkan membawa anak haramnya itu jalan jalan, tapi kalian apa dia pernah mengajak kalian jalan-jalan sejak kalian menikah sampai memiliki anak tidak kan?''


''Ibu jaga ucapanmu....dia putraku bukan anak haram''


Raka tanpa sadar membentak ibu mertuanya bahkan menunjuk nunjuk wajah ibu sinta, semua orang tidak percaya Raka bisa melakukan itu, semua orang menatap Raka dan hal itu membuat Raka sadar akan tindakannya, dia menatap berlian dengan penuh penyesalan tapi berlian menatapnya sangat santai, seakan semua itu tidak masalah baginya padahal dalam hati berlian tidak menyangka Raka berani membentak ibunya itu,wanita yang begitu Berlian hormati.


''Baiklah karna semua sudah melihat dan mendengar bagaimana Raka bersikap dan berperilaku padaku dan keluarga ku maka aku sudah memutuskan untuk......


terimakasih atas dukungannya walau hanya dengan lake dan favorit tapi itu membuktikan kalau teman-teman menyukai cerita ini.

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏😍😍😍😍😍💖💖💖💖💖💖💋💋💋💋🤩🤩🌹🌹🌹


__ADS_2