
Sekarang mereka semua hanya bisa berdoa supaya Luis baik-baik saja, dengan begitu hukuman untuk Raka cukup sampai disini.
Setengah kekalutan pikiran mereka, mereka kembali kesal karna bela yang sudah sadar datang menghampiri mereka dengan wajah lebam-lebam dan juga tangannya yang digips, dia datang dengan wanita paru baya yang menjemputnya didepan mansion berlian, dengan tidak tau malunya dia datang dan bertanya sok akrab dengan semua keluarga Raka.
Rangga yang memang sedang kesal dan juga sedih dengan kondisi putranya melampiaskan semua kekesalan dan kemarahannya kepada wanita tidak tau malu itu.
''Untuk apa kau datang kemari hah.....''
Rangga membentak bela dengan sangat kuat membuat David dan anggun yang memang tidak bisa mendengar ayah meninggikan suaranya terkaget, mereka tidak menyangka ayah bisa seperti itu.
''Ayah aku datang untuk melihat keadaan Raka?''
''Ayah?...sejak kapan aku jadi ayahmu heh...kau bahkan tidak pantas memanggilku dengan sebutan itu karna aku tidak Sudi mendengarnya, kau menerti?''
''Tapi aku ibu dari cucumu, jadi aku juga berhak memanggilmu ayah bukan cuma wanita pisiko itu''
Anggun yang mendengar sahabatnya disebut pisiko oleh bela jadi berang dia mendekati bela dan menjambak rambutnya juga menyeretnya sekuat tenaga sehingga membuat Bela berteriak kesakitan.
''Ahhhhhhkk....lepaskan rambutku sialan.....kenapa kau menjambakku?''
Bela terus berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman tangan anggun, dia juga memaki maki anggun yang tidak mendengar permintaannya.
Kuat karna marah juga disebabkan hormon kehamilannya yang berubah ubah membuat anggun seakan tidak peduli dengan suara kesakitan Bela, dia terus menarik dan memutar mutar rambut panjang kepirang piranha bela dengan semangat 45, David yang melihat itu merasa ngilu sendiri, bagaimana tidak dengan perut besar dan badan yang semakin seksi juga wajah tombomnya yang sedikit bergoyang membuat kita yang melihatnya merasa gimana gitu.
Setelah acara Jambak menjambak rambut yang anggun lakukan selesai karna dokter yang keluar dan mengatakan operasi berjalan baik dan juga Raka akan dipindahkan keruang rawat VVIP karna memang itu adalah rumah sakit milik RAKA.
__ADS_1
Rangga, David dan anggun menemui Dokter untuk bertanya keadaan Raka, tapi sebelum itu David meminta penjagaan diperketat diseluruh sudut rumah sakit bahkan dipintu toilet pun dijaga ketat juga meminta mereka untuk tidak mengijinkan Bela dan siapun menjenguk Raka selain orang yang mereka kenal.
saat ini Rangga,David dan anggun sudah duduk dihadapan dokter, mereka semua tidak sabar mendengar penjelasan dokter, Dokterpun menarik nafas dan menghembuskanya perlahan dan mulai bicara.
''Tuan Raka memang berhasil menjalani operasi tapi......''
Dokter terlihat sulit melanjutkan ucapannya dan itu membuat mereka semua semakin gelisah.
''Tapi tuan Raka akan mengalami kelumpuhan dibeberapa bagian, juga beliau pun tidak akan bisa memiliki keturunan lagi, atau dia akan mandul.
Mendengar itu mereka sangat kaget dan syok, mereka tidak bisa membayangkan apa reaksi Raka jika tau masalah ini, dokter kembali melanjutkan ucapannya.
Tuan Sean juga akan sulit mengontrol emosi mulai dari sekarang kalau ada yang menuju kemarahannya, karna ada banyak saraf yang rusak diotaknya akibat benturan yang dia alami, jadi mulai sekarang kalian harus berusaha membuat keadaan moodnya baik-baik saja supaya tidak berakibat fatal nantinya.
Rangga pergi menemui Berlian dikediamannya,dia ingin berlian memberi bantuan dokter yang ada disana,karna Rangga sudah pernah melihat bagaimana semua dokter disana sangat luar biasa, karna itulah Rangga akan meminta pertanggung jawaban dari berlian dengan memberikan satu orang dokter saja untuk mengobati Raka, Rangga bahkan lupa jika kesalahan ini adalah perbuatan Raka, dia malah meminta tanggung jawab berlian Tampa memikirkan perasaan berlian yang saat ini sedang ketakutan karna Luis masih belum ada perubahan.
Rangga tiba dikediaman Berlian dan langsung mencari berlian, sampai dia melihat berlian yang sedang menatap kosong ke pintu dimana sang putra sedang ditangani.
''Berlian, aku ingin bicara''
Berlian yang mendengar gaya bicara dan sikap Rangga yang berubah tidak mengubah pandangannya, dia tetap menatap pintu didepannya.
''Berkian apa kau mendengar aku bicara?''
''Tuan Rangga apa yang anda ingin bicarakan?''
__ADS_1
Berlian menjawab pertanyaan Rangga dengan pertanyaan yang terlihat kalau mereka sekarang seperti orang asing, ayah herman dan ibu Sinta yang tidak sengaja mendengar Rangga bicara seperti itu pada putri mereka sangat kecewa, mereka jadi merasa kalau Rangga lebih memikirkan Raka saja Tampa peduli kondisi cucunya yang sedang berjuang antara hidup dan mati didalam sana.
''Aku ingin kau bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Raka sekarang ini, dia sedang butuh dokter jadi sebagai tanggung jawab berikan satu doktermu untuk menembuhkannya''
Berlian berbalik badan dan menatap Rangga dengan tatapan yang begitu sulit diartikan.
''Anda meminta pertanggung jawaban dari saya Tuan? lalu kalau begitu saya minta pertanggung jawaban pada siap untuk keadaan Luis sekarang ini?''
''Lius itu masih kecil bahkan dua tahun belum genap, sementara Raka dia sudah dewasa, jika sekarang dia tidak ditangani dokter terbaik maka kedepannya dia tidak bisa memiliki keturunan dan juga masa depannya akan berakhir''
''Herman yang mendengar Jawaban Rangga sangat marah dia berteriak dan memukul Rangga sampai tersungkur, sementara Berlian dia tidak menyangka bahwa Rangga lebih mementingkan Raka yang tidak bisa memiliki keturunan lagi dibanding Lius yang masih kecil.
''Tuan Rangga apa kau sadar dengan kata-katamu? dari kalimatmu mengatakan kalau kau seperti tidak peduli dengan luis, kau seakan tidak peduli kalau dia hidup atau mati?''
''Aku bukan tidak peduli tapi kita tidak tau apakah Lius bisa bertahan hidup, sementara Raka dia hanya butuh dokter untuk menyembuhkan alat V.....nya supaya dia bisa memiliki anak untuk menjadi penerusnya itu saja''
''Lalu kalau Raka sembuh dan Luis tidak, maka Raka bisa memiliki penerus dari bela begitu tuan Rangga?''
''Maka baiklah aku bersumpah tidak akan pernah memberi bantuan apapun pada raka, jika dia mau sembuh maka kalian carilah dokter diluar sana dan mulai sekarang aku memutuskan hubungan kalian dengan kedua anakku, dan mulai saat ini kita adalah orang asing, sekarang pergi dari rumahku dan jangan pernah kembali apalagi dengan alasan yang membuatku marah, kau dan kedua anakmu beserta menantumu tidak memiliki tempat dirumah kami juga dalam hati kami''
Setelah mengatakan itu berlian meminta pengawal mengusir Rangga, dan tanpa sepengetahuan mereka David dan anggun mendengar semua pembicaraan antara Rangga dan berlian, mereka berdua tidak menyangka kalau Rangga bisa mengorbankan bocah kecil yang sedang berjuang hidup didalam sana, David dan anggun sangat sedih dan dan tak berdaya mendengar keputusan Berlian, mereka juga tidak bisa menghentikan berlian, mereka hanya menerima walau itu sulit dan sakit.
Anggun diam sepanjang perjalanan dia mengingat kenangan-kenangannya yang konyol , bar-bar dan aneh bersama sang sahabat yang sudah bersama sejak mereka kecil mengingat itu membuat anggun menangis, dia tidak menyangka persahabatan mereka berakhir karna ulah sang kakak dan ayahnya.
trimakasih masih setia dengan cerita Berlian dan Raka πππππππ tetap dukung karya aku denga komen juga lake dan favorit juga votenya, juga jangan sungkan sungkan memberi komen karna dengan komen kalian semua aku semakin tau apa dan dimana saja yang kadang kurang menarik,ok juga bisa beri masukan masukan ok ditunggu y teman teman semua ππππππππ€©π€©ππππkalau nanti telat update mohon maklum ok karna aku masih rewangan tapi aku usahain mungkin walau tengah malam y seperti sekarang ini, semua demi teman teman semua yang aku cayangiπππππ
__ADS_1