Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA

Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA
Bab.34#####


__ADS_3

Masih suasana dirumah musuh misterius


Setelah semua sudah siap mereka berangkat menuju kediaman Herman yang memang sudah di renovasi baru dan sepertinya akan melakukan renovasi kembali nanti karna akan ada pertempuran disana.


Dari jarak seratus meter mereka menghentikan kendaraan mereka dan menatap rumah mewah yang baru saja selesai perbaikan, mereka semua turun dan mengikuti sang bos bersama seseorang yang dipastikan akan membuat berlian sedikit kewalahan karna wanita ini memiliki kekuatan yang hampir sama seperti berlian.


Didalam rumah berlian dan yang lainnya sudah mendapat kabar kalau musuh sudah sampai dan membawa hampir ribuan anggota, Hans yang bisa mencium bahaya menatap sang adik, dia menatap wanita itu dengan pandangan sendu , dan Raka menangkap ada yang tidak beres dari tatapan sang kakak ipar karna Rangga sangat mengenal Hans jadi dia tau betapa sayangnya pria itu terhadap sang istri dan sepertinya tatapan itu adalah tatapan ketakutan Hans.


Berlian juga menatap sang kakak dan menghampirinya.


''Kakak... semua pasti baik-baik saja ya, Kakak tenang saja''


''Ia nak percaya pada adikmu, yang terpenting kita harus sama-sama.berjuang hum''


''Tapi yah aku bisa merasakan aura ini, ini seperti aura dalam diri Lian yah''


''Apa yang kau katakan nak? apa ada kekuatan besar melebihi lian?'' ayah Rangga bertanya.


''Ia paman ,dan sepertinya kekuatan itu sangat aneh, Lian kau pergilah ketempat rahasia biar kami yang menangani ini semua y''


Hans yang memang tidak ingin sang adik terluka memintanya pergi, tapi Berlian bukanlah pengecut yang melarikan diri dari masalah dia adalah sang pembantai dan tidak ada yang sanggup mengalahkannya.


''Kakak apa kau sudah tidak mengenal aku? sehingga kakak memintaku lari?''


''Lian tapi sekali beda, sekarang kau memiliki tanggung jawab yang besar yaitu kedua anak kalian jadi kakak mohon''


''Kakak percaya lah aku akan menyelesaikan tugas ku ok''


''Baiklah mari kita sambut mereka''

__ADS_1


Berlian berdiri dan diikuti yang lain untuk menyambut tamu agung yang tak diundang itu, dengan membawa Ratusan anak buah mereka keluar dan melihat seseorang yang sangat berlian kenal, ya orang yang kekuatannya hampir seimbang dengan berlian itu adalah anak didik berlian yang mengenal berlian hanya dengan wujud pembantainya tapi tidak dengan wujud aslinya yang sekarang.


Melihat itu berlian tentu saja tidak percaya, bagaimana bisa anak didiknya mengabdi pada penjahat ini? entah berlian akan memberi dia hukuman apa atas penghianatan ya nanti, hanya berlian yang tau.


Begitu juga Hans yang memang mengenal gadis muda itu kaget, untung saja selama ini mereka selalu memakai penutup wajah dan baju serba hitam jika dalam mode orang pembantai sehingga penghianat itu tidak mengenali mereka.


Dan sekarang Hans sudah tidak kuatir lagi karna sudah tau siapa lawan sang adik.


''Apa kabar herman? wah ternyata kau menyambut ku dengan sangat baik, aku tersanjung sungguh, tapi kebencian ku kepadamu tidak akan pernah bisa berakhir hanya karna sambutan semacam ini''


''Apakah kau punya pendidikan pak tua? sehingga kau buta untuk melihat sambutan baik atau tidak?''


''Hei..kau jaga ucapanmu pada tuanku, kalau kau masih ingin melihat matahari esok hari''


Gadis muda itu berteriak lantang pada Berliana karna merasa tidak menghormati tuannya.


''Kau ini, sudah berhianat pada orang yang menolong dan mengajarimu sebuah kekuatan bicara tentang cara berbicara pada seseorang?''


''Kau tidak tau siapa aku dan hidupku jadi kau jangan sembarangan bicara, kau mungkin tidak tau sang pembantai dia adalah tangan kanan dan kepercayaan tuan ANTON''


Gadis yang tidak tau apa apa itu semakin berkoar koar bahkan mengatakan kalau sang pembantai adalah tangan kanan sang Tuan, dan berlian yang mendengar itu tiba-tiba tertawa terbahak-bahak karna merasa tidak percaya dirinya dikatakan tangan kanan sang musuh sungguh hal itu membuat semua orang juga cengengesan, yang memancing kemarahan musuh yaitu ANTON sang kakak tiri ibu sinta.


''kalian sungguh membuatku marah......''


Anton menyuruh orang orannya untuk menyerang tapi tiba-tiba dia berhenti melihat seseorang yang sangat dia kenal, dan benar orang itu adalah orang yang dia tau sangat membenci Herman, lalu kenapa ada dirumah Herman dan dia juga baru menyadari kalau bukan cuma orang itu, tapi dia juga melihat sang raja hutan yang ditakuti di dunia bawah.


''Rangga kau disini? bukankah kau sangat membenci herman? lalu tuan Raka anda juga ada disini ? kenapa apa kalian sudah dibayar oleh Herman? kalau ia? BBM aku bisa membayar kalian puluhan kali lipat jadi lebih baik kita bekerja sama.


''Apa kau tidak mencari tau sesuatu dulu sebelum melakukan penyerangan''

__ADS_1


''Apa maksud mu apa kau tidak tahu bahwa aku dan dan pembantai ada dikelompok yang sama? jadi lebih baik pikirkan tawaran ku sebelum kalian menyesal''


''serang mereka''


Serrrrrrrrrr...........suara sesuatu saat berlian mengayunkan tangannya, dan puluhan orang langsung tewas seketika.


Melihat hal itu Anton mulai ciut tapi tidak menampakkannya, dan menatap gadis muda yang dia bawa yaitu gadis yang adalah anak didik berlian.


Gadis itu menatap berlian dengan nb remeh karna merasa


wanita itu adalah orang baru yang belajar ilmu dalam tubuh, itu sehingga dia maju dan menyerang berlian dengan jurus baru yang dia pelajari tanpa sepengetahuan berlian dan itu membuat berlian terlika.


Dukkk.....suara pukulan dari arah punggung berlian dan itu membuat berlian langsung memuntahkan darah,. hukkk........darah segar keluar dari tubuhnya.


Berlian menyadari perubahan kekuatan gadis yang dulu dia didik untuk menjadi penggantinya sebagai pemimpin itu, dia sangat bersyukur belum menyerahkan kepemimpinan pada gadis itu, karna kalau tidak semua bisa hancur karna dijadikan an.....Ng pembunuh oleh orang yang salah.


Berlian berdiri dia melawan dengan kekuatan biasa untuk mempelajari kekuatan musuhnya begitu juga yang lain mereka sudah melakukan pertarungan yang tak seimbang karna ratusan melawan ribuan tapi tidak ada kata memerah bagi mereka.


buk.......buk......duk.......tak.......buk.....kretak......dor.....dor.....begitu sengitnya pertarungan yang terjadi dihalaman luas milik Herman semakin lama semakin terasa ketidak seimbangan pertarungan, Sinta dan anggun terpaksa turun kedalam are pertarungan membantu dan itu membuat mata ANTON tidak percaya, wanita anggun dan bersahaja juga manja yang dulu dia kenal sekarang sudah menjadi kuat dan bringas bahkan dia dengan mudahnya menghentikan musuh.


Anton mencoba mendekati sinta tapi Hans sang putra tidak akan membiarkan sang ibu berada didekat bajingan itu pak....... Hans langsung menampar wajah Anton dan membuat Anton tersungkur.


''Apa kau pikir aku akan membiarkan bajingan seperti dirimu mendekati ibuku?''


Anton tidak percaya kalau pria gagah dan dewasa dihadapannya adalah putra Herman dan Sinta.


sabar menanti bab selanjutnya, kasih komentar kalian untuk karya saya ini y pembaca yang Budiman supaya saya semakin semangat lagi.


Dan juga saya bisa melihat jika mungkin banyak kalimat atau kata yang membuat pembaca kurang faham gitu.

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏😜😜😜😜👌👌👌👌🌹🌹🌹💓💓💓💓👋👋👋👋👋🤭🤭🤭🤭


__ADS_2