Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA

Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA
Bab.21#####


__ADS_3

setelah mendengar semua perkataan ibu Sinta ,ibu berlian Raka tidak jadi berangkat kekantor dia pulang kerumah papa Max bersama dengan sang istri yang setia menggenggam tangan Suaminya iti untuk memberi ketenangan karna sepanjang perjalanan menuju kediaman Max, Raka sama sekali tidak mengeluarkan suara dia hanya fokus pada jalanan dengan tatapan yang kosong dia tidak bisa menjabarkan seperti apa kisah sebenarnya dan apa yang terjadi sampai rahasia sebesar itu disembunyikan darinya, semua itu tidak bisa dia pikirkan karna hanya bisa bertanya dan bertanya dalam hati tanpa ada Jawaban yang dia dapatkan, tiiiiiiiiiiiiit....dia membunyikan klakson panjang sehingga mengundang semua orang berhamburan keluar karna penasaran kenapa Raka membunyikan klakson mobil seperti itu.


''Raka ada apa nak kenapa kamu membunyikan klakson mobil seperti itu?''


suci bertanya karna dia benar-benar kaget, seingatnya sebesar apapun kekesalan dan kemarahan Raka dia tidak pernah sampai seperti ini.


Tapi sekarang apa yang membuat Raka sampai seperti itu dan juga kenapa tatapan mata raka sangat mengerikan suci sampai mundur kebelakang karna dia sangat takut melihat tatapan Raka kali ini, bukan hanya suci, Max pun baru kali ini melihat kemarahan yang ada pada Raka dia tidak tau apa penyebabnya tapi yang pasti itu bukan hal sepele.


''Raka ada apa ini kenapa kau datang-datang sudah membuat keributan apa kau tidak tau sopan santun?''


Max bertanya dengan nada suara yang tinggi, dia merasa kalo Raka harus disadarkan dari perbuatannya tanpa tau bahwa Raka membawa kemarahan terhadap dirinya, atau sang papa yang selama ini dihormatinya.


''Kau berbicara tentang cara bersopan santun Tuan MAX?''


Raka berbicara begitu dingin dan juga menekankan kalimat terakhirnya yaitu menyebut nama sang papa, mendengar bagaimana Raka bersikap pada sang suami membuat suci semakin kaget, dia sedang berpikir apa sebenarnya yang terjadi pada Raka, kenapa tiba-tiba bersikap begitu kasar dan apa katanya TUAN.


''Nak ada apa kenapa kau begitu marah pada papamu? kalau memang ada masalah bicarakan baik-baik nak jangan seperti ini''


sang mama mencoba berbicara dengan lembut berharap bisa meredakan emosi dalam hati Raka.


''Dimana ayah dan ibu kandungku nyonya?..dan kenapa selama ini kalian diam saja, bukan hanya itu bahkan kalian tidak pernah mencari adik kandungku, apa dan siapa kalian sehingga membiarkan kami tercerai berai apa kalian bisa bisa menjawab pertanyaan ku ini?''


Raka bertanya dan itu membuat suci tidak percaya bagaimana bisa rahasia lama mereka bisa diketahui oleh Raka, siapa yang memberitahukan hal itu, itulah yang saat ini terlintas dipikiran suci.


sementara papa max dia sudah menduga kalau Raka akan mengetahui rahasia besar nya cepat atau lambat.

__ADS_1


''kita bicarakan ini didalam jangan diluar atau kau ingin seluruh komplek mengetahui pertengkaran kita? jadi masukk lah dan kita bicara baik baik.''


Tanpa sepengetahuan siapapun Berlian menyuruh anak buahnya menyelidiki tentang rahasia keluarga suaminya dan dia begitu tidak percaya dengan apa yang nb dia dapatkan, sungguh menurutnya ini adalah kejahatan yang sangat besar dan tak termaafkan. Tapi dia ingin melihat dan mendengar seperti apa cerita dari papa max, apakah mereka akan Jujur atau mengarang cerita baru.


sementara mama suci dia sudah ketakutan bahkan keringat mulai membasahi keningnya, dan dia rasanya sangat sulit untuk menggerakkan badannya untuk mengikuti Raka dan berlian yang sudah duduk di ruang keluarga, berlian bergerak cepat untuk mencari bukti bukti perbuatan mereka terhadap ayah kandung Raka sang suami, dia tidak mau menunda nundanya lagi karna dia ingin segera menghukum orang yang bersalah.


Max menuntun mama suci kedalam dan mendudukkannya


dengan hati-hati Berlian yang melihat hal itu rasanya sangat muak, rasa hormat yang dulu dia miliki pada dua orang tua itu hilang tergantikan dengan kebencian dan rasa jijik, bukan hanya kepada papa max dan mama suci dia juga sangat kecewa terhadap kedua orang tuanya yang selama ini mengajarinya hal-hal yang baik justru berdiam diri melihat perbuatan sang sahabat, memikirkan itu berlian juga sudah memutuskan akan memberi hukuman yang setimpal kepada mereka, bukan tidak hormat tapi paling tidak supaya mereka menyesali semua perbuatan mereka.


*kembali ke situasi menegangkan dirumah Raka*


''sekarang jelaskan dan jawab pertanyaanku dimana ayah kandungku juga ibu kandungku?''


''Kenapa kalian diam saja bukankah tadi anda bilang untuk membicarakannya didalam lalu sekarang anda mau mengatakan apa tuan?''


''Nak dengar ada banyak hal yang kadang tidak perlu kita bahas lagi nak.''


Suci mencoba memberikan pendapatnya, karna dia sendiri ga tau harus mengatakan apa, karna semua itu adalah masa lalu dan dia sangat sadar bahwa apa yang


mereka perbuat dulu begitu kejam dan tak manusiawi.


tapi itu dulu karna sekarang mereka sedang mencoba menebus kesalahan mereka itulah yang dipikirkan mama suci tanpa memikirkan bagaimana dengan Raka sendiri beserta adiknya.


''Benarkah bahkan aku tidak berhak untuk tau siapa diriku sebenarnya yang terpenting kalian mendapatkan kehidupan yang tenang , damai dan bergelimang harta juga aku akan jadi mesin pencetak uang untuk kalian begitu kah, nyonya?''

__ADS_1


Raka merasa kalau sekarang ini dia memang benar-benar dianggap bodoh oleh Papa max dan mama suci, sehingga dia semakin yakin bahwa ayah kandungnya memang tidak


pernah dianggap oleh semua orang.


''Maaf boleh aku bicara?''


Berlian ingin langsung menanyakan apa yang sejak tadi ingin sekali dia tanyakan karna melihat sepertinya papa dan mama memang tidak berniat memberitahukan yang BBdan sebenarnya dan dia tidak suka itu, dia ingin keadilan bagi sang suami, jadi dia akan langsung pada intinya saja.


''Apa yang ingin kau tanyakan nak?''...jawab mama.


''Aku ingin bertanya siapa yang membunuh ayah mertuaku?''


Mendengar pertanyaan sang istri Raka yakin kalau sang istri telah mendapatkan informasi penting dan itu pasti pekerjaan anak buah sang istri yang memang tidak bisa diragukan lagi dan sekarang dia sudah tau kalo sang ayah


tiada karna dibunuh bukan karna sakit atau semacamnya , dan kini dia juga ingin tau siapa pelaku pembunuhan itu, dan kenapa ayahnya sampai dibunuh.


''Nak kau bi..bi...bicara apa sih..?''


mendengar pertanyaan berlian sang mama menjawab dengan tergagap gagap, dan itu mengundang kecurigaan Raka.


''Aku bertanya siapa yang membunuh ayah mertuaku, apa itu kurang jelas mam, karna mama dan papa tau kan aku bisa mendapatkan informasi yang aku mau kapanpun tapi aku tetap ingin dengar jawabannya langsung dari kalian apakah kalian akan jujur atau kalian akan berbohong itu saja sih,


jadi jika kalian menjawab dengan jujur mungkin resikonya sedikit longgar hukuman tapi kalau kalian mengarang cerita baru ya mama dan papa tanggung akibatnya.''


terimakasih masih tetap setia tunggu di bab selanjutnya 👌👌👌👌🙏🙏🙏🙏🙏🙏😜😜😜😜😜

__ADS_1


__ADS_2