
Raka berlari untuk menghentikan Berlian tapi Hans menghalanginya, Raka yang melihat bela seperti itu merasa terpancing emosinya sehingga dia pun melawan hans, Berlian yang melihat itu semakin tak segan lagi pada bela.
Sementara Raka yang telah diliputi kemarahan tidak menyadari kalau luis menghampirinya karna melihatsang Dedy yang memukuli pamannya ingin menghentikannya dengankaki kecilnya dia berjalan Tampa disadari siapapun Luis mengakap kaki dedynya, Raka yang berpikir seseorang inginmenghentikannya mengibaskan kakinya menyebabkan tubuh kecil Luis terlempar dan mengenai meja disamping pot bunga besar didepan teras.
Ibu Sinta yangmendengar suara pecahan kaca melihat sumber pecahan itu dan berteriak karna melihat Luis yangsudah bersimbah darah disana.
''Luiiiiiiiiiisssss.........''
Semua orang melihat kearah luis, deg.......Raka terpaku melihat putranya yang sudah bersimbah darah itu.
''Ey yayat....huaaaa''
Berlian menatap Lusi yang menangis dan menghampirinya.
''Sayang siapa yang buat Kakak seperti itu?''
Berlian bertanya pada sang putri karna dia yakin putrinya melihat kejadian itu.
''Ey...mom....''sambil menunjuk Raka dan semua orang menatap Raka dengan kemarahan yang sudah meluap keubun ubun.
''Dedy..? kapan sayang?''
''Ai....ey...enyang-enyang kia''....(tadi Dedy tendang -tendang kakinya)
Deg.....Raka ingat ada yang memegang kakinya dan dia mengibaskan kakinya, dan sekarang dia melihat seseorang yang dia kibasan itu adalah putranya sendiri yang bahkan belum genap 2 tahun itu,dan sekarang bocah kecil itu berjuang hidup dan mati karna perbuatannya.
Berlian tanpa pikir panjang dia menghampiri Raka dan brakkkk......tubuh Raka terlempar sejauh 100m dan menghantam tembok pagar yang terbuat dari besi baca itu, dan Raka langsung memuntahkan darah karna tubuhnya menghantam tembok dengan sangat kuat, bela yang melihat berlian seperti itu tidak menyangka memiliki kekuatan sebesar itu, bahkan Raka yang pernah menjadi pria yang dia cintai dia perlakukan dengan begitu.
__ADS_1
Bela semakin ketakutan karna merasa kalau Raka tidak akan bisa menolongnya lagi dari amukan sang pembantai itu,
berlian sama sekali tidak memiliki belas kasih kepada Raka, dia tetap seakan melihat tubuh putranya yang bersimbah darah itu, sehingga memicu jiwa pembunuhnya, Raka yang terlempar jauh tidak dibiarkan begitu saja secepat kilat berlian sudah ada dihadapan Raka yang sudah tidak sanggup berdiri lagi, Raka menatap mata berlian tetapi dia tidak lagi melihat cinta di sana tapi kemarahan dan kebencian lah yang dia lihat Dimata wanita yang dia cintai itu.
Berlian mengangkat tubuh Raka dan menendangnya keatas sehingga membuat tubuh Raka melambung di udara, berlian melompat keatas pagar dan menyikut dada Raka dengan lututnya dan buk.......
Tubuh Raka terjatuh ketanah dan kembali mulut Raka mengeluarkan darah, berlian tidak memberi ampun sama sekali pada Raka, dia terus menendang dan membanting tubuh Raka sampai beberapa badan mobil yang berjejer dihalaman menjadi korban.
Hans yang sudah meminta dokter kepercayaan dikelompok yang saat ini berstatus kekasih Rendi dan dokter pribadi berlian untuk menangani Luis kembali kedepan,dan dia melihat disana bahwa semua orang melihat bagaimana keganasan berlian yang telah menyiksa Raka, bahkan saat ini Raka sudah pingsan atau mati tidak ada yang tau karena mereka tidak berani mendekati berlian yang sedang menggila karna sang putra yang sedang berjuang hidup dan mati saat ini.
Hans mencoba mendekati berlian tapi belom sempet bicara tubuh Hans sudah terpental dan menghantam tempat duduk yang ada disana, dia berdiri dan menghampiri Berlian dia mencoba menahan tubuh berlian yang sedang menggila itu sambil membisikkan sebuah kata.
''Adikku..tenang lah Luis masih membutuhkanmu''
Mendengar nama putranya berlian tiba-tiba diam dan terduduk sambil menangis, dia tidak pernah menyangka bahwa Raka bisa seperti itu pada putranya sendiri.
Sementara diluar Rangga sebagai seorang ayah tidak tega melihat putranya dalam kondisi seperti ini begitu juga anggun walau dia begitu kecewa dan marah dia juga tidak rela melihat kondisi sang kakak, tapi mereka kembali sadar saat mengingat tubuh kecil Luis yang bersimbah darah membuat mereka kesal juga dongkol tapi bagaimana pun darah lebih kental dengan air, Rangga menghampiri herman dan meminta izin membawa Raka kerumah sakit dan herman juga ibu Sinta hanya mengangguk.
Rangga dan anggun juga David membawa Raka kemobil untuk dilarikan kerumah sakit , melihat itu bela berusaha untuk meminta bantuan supaya dia juga ikut, hal itu membuat Anggun marah.
''Kau .......apa kau tidak sadar karna ulahmu kakak ku jadi begini hah?''
Anggun berteriak karna dia juga ingin sekali membunuh wanita iblis itu.
''Sayang sudah .... tidak perlu kau pedulikan dia lebih baik kita bawa Raka kerumah sakit dulu ya''
Setelah itu mereka pergi Tampa mempedulikan Bela dan anak kecil bersamanya yang sedang menangis memangku kepala sang ibu.
__ADS_1
Tidak lama kemudian datang lah sebuah mobil hitam berhenti diluar pagar,dan keluarlah seorang pria dan wanita paruh baya, pengawal yang melihat itu bertanya dan ternyata mereka datang untuk menjemput bela dan anaknya, semua pengawal memang terlihat diam tapi bukan berarti mereka tidak akan menyelidiki siapa yang datang itu.
sementara itu Luis tiba-tiba kejang kejang membuat semua orang yang panik dan Berlian dia sudah tidak bisa berhenti menangis dia tidak sanggup melihat putranya seperti itu,membuat dia semakin membenci mantan suaminya itu.
Dirumah sakit Raka langsung dibawa keruang operasi karna ternyata dia mengalami patah tulang dipunggung, tangan juga lehernya bahkan terjadi keretakan dikepalanya, Rangga yang mendengar itu merasa sangat sakit, dia tidak menyangka kalau Berlian akan bertindak sekejam itu terhadap Rangga yang baru menjadi mantan suaminya beberapa jam lalu itu.
''Halo ren...ada apa?''
...........
''Apa.....kau serius.....''
Brukk.....
David tidak menyangka bahwa Luis akan mengalami semua itu, dia hanya bisa diam sambil menatap lantai rumah sakit, anggun yang melihat David seperti itu mendekatinya juga diikuti Ayah Rangga mereka penasaran apa yang membuat David seperti itu.
''Beb...kamu kenapa? kenapa kamu terlihat sedang memikirkan sesuatu?''
''Luis...... hiks....Luis jantungnya rusak juga ada gumpalan darah didalam otaknya, saat ini dokter disana sedang berusaha untuk menyelamatkan luis''
Darrrrrrrr......... Ayah Rangga dan anggun seperti disambar petir disiang hari mendengar kabar tersebut, mereka tidak menyangka akan separah itu.
''Berlian bilang bila Luis tidak bisa diselamatkan maka Raka juga akan berakhir ditangannya''
Lagi-lagi mereka semua tidak bisa berhenti ketakutan karena mereka sangat tau seperti apa Berlian itu, membayangkan kematian mengerikan yang akan berlian berikan pada Raka membuat mereka semua hanya bisa pasrah.
trimakasih masih setia dengan cerita Berlian dan Raka sabar menanti kisah selanjutnya 🙏🙏🙏🙏🙏😜😜😜😜😜👌👌👌👌😍😍😍😍👌🌹🌹🌹💓💓💓
__ADS_1