
''Darimana kalian mendapatkan ini?''
''Rizky yang memilikinya dan juga kau pasti mengenalnya''
Berlian menatap anggun dengan tatapan yang seakan bertanya siapa? dan anggun pun memberitahu kalau anak remaja itu adalah isky kecil.
''Lian dia isky kecil yang kita kenal''
Lalu Berlian mengingat wanita paruh baya yang dulu menjemput bela dan anak kecilnya bela, dia ingat betul siapa wanita itu,dia adalah istri dari pria paruh baya yang dulu pernah membantunya, membuat Berlian berpikir apa hubungan wanita itu dengan bela.
''Dimana istri tuan Raka? kenapa dia juga tidak ikut?''
''Dia sudah tiada, Rizky yang membunuhnya tadi pagi bersama seorang pria''
Mendengar anak remaja itu bisa membunuh membuat berlian berpikir kalau anak itu bukan anak sembarabgan,
''lalu dimana wanita paruh baya yang dulu bersama denganmu anak kecil?''
''Dia biasanya ada dirumah papa, dan dia hanya datang minta uang pada mama bela, mereka akan bertengkar kalau mama bela tidak bisa memberi uang banyak''
''oh....Lala dari mana kau tau kalau mereka bertengkar?''
''Karna setiap nenek itu datang, mama bela selalu keluar dari rumah dengan sembunyi sembunyi dan aku mengikutinya diam diam''
__ADS_1
''Dimana mereka sering bertemu?''
''Di rumah yang ada di depan rumah kaca Raka, itu rumah tempat tinggal pria yang membantu mama bela membunuh ka Raka tadi pagi''
Berlian terus mengorek informasi dari anak remaja itu dan menemukan bahwa semua yang diceritakan oleh anak remaja tersebut membantu orang-orang yang telah Berlian suruh untuk menyelidiki tempat yang dikatakan , anak remaja itu,dan ternyata benar dirumah itu bukan hanya ada pria yang membantu bela tadi pagi, tapi juga ada wanita paruh baya yang sedang menjaga seseorang yang sedang tidak berdaya dan yang paling mengejutkan pria itu adalah pria yang dicari berlian.
Orang-orang yang Berlian suruh membawa mereka ke dalam mansion Berlian dengan mata tertutup,dan sekarang semua orang melihat langsung kondisi pria yang sedikit memiliki kemiripan dengan Rangga itu hanya duduk diatas kursi roda dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, dimana sepertinya dia sama sekali tidak bisa bergerak karna struk atau karna sesuatu, Berlian berjalan dan melihat dengan teliti kondisi pria itu dan menemukan sesuatu yang sangat mengejutkan.
Berlian menatap wanita paruh baya itu dengan tatapan matanya yang seakan bisa membelah tubuh wanita paruh baya itu,dan melihat itu, wanita itu ketakutan bukan main, dia merasa bahwa dia akan berakhir saat ini, berlian meminta sikembar untuk mengikuti pengasuh mereka,dan dengan patuh kedua anaknya mengikuti pengasuhnya, karena mereka tau ini bukan ranah mereka.
''Apa kau yang melakukan ini padanya?''
berlian bertanya sambil berjalan mendekati wanita paruh baya itu.
''Jawab.........''
Berlian benar-benar marah melihat bagaimana seorang istri memperlakukan suaminya sendiri yang tidak berdaya sebagai sumber untuk menghasilkan uang, sungguh hal itu sangat membuat berlian tidak habis pikir.
''Berlian yang sudah dikuasai kemarahan yang besar dan luar biasa langsung memberikan wanita itu hukuman dengan cara yang sangat sadis dimana didepan semua orang, Berlian langsung melempar tubuh wanita itu dan brukk.......tubuh itu langsung tergeletak setelah menghantam tembok kokoh yang ada diruang tamu itu.
Semua orang tidak heran lagi dengan cara berlian,karna ini sudah biasa, bukan dia tidak punya hati atau tidak bisa meminta baik-baik supaya seseorang itu berubah menjadi manusia yang berguna bagi siapa pun bukan, tapi Berlian bisa melihat bagaimana karakter seseorang yang bisa berubah dan tidak, jadi karena itulah berlian , selalu memberi hukuman yang setimpal karna dengan begitu kejahatan mereka tidak berimbas pada orang lain.
Berlian mendekati pria yang saat ini hanya bisa meneteskan air matanya Tampa bisa mengeluarkan suaranya, berlian tau kalau pria itu begitu tersiksa diperlakukan seperti itu oleh istrinya sendiri, ya pria itu dijadikan sebagai ladang uang oleh sang istri b......p nya dengan menjadikan suaminya yang duduk di kursi roda sebagai pemuas n.......u. B........p para orang-orang yang tidak memiliki hati dan pikiran sehat, wanita paruh baya itu menjual sang suami bukan hanya pada para wanita tapi juga laki-laki h.........o.
__ADS_1
Berlian saat ini tidak habis pikir, seharusnya saat sang suami sakit kita rawat, dan juga kita bawa berobat semampu kita disertai dengan doa, bukan malah mencari sesuatu yang tidak berguna dengan cara menambah dosa itulah yang ada dipikiran Berlian.
Memikirkan itu dia menatap pria yang berstatus mantan suaminya itu dengan pandangan mata yang sulit di artikan,dulu dia berpikir kalau pria itu adalah orang yang akan menemaninya sampai dia tua dan menutup mata tapi semua itu hanya harapan semata yang mungkin tidak akan terjadi,karna saat ini mereka sudah menjadi sepasang mantan, memang kisah mereka adalah sesuatu yang TAK TERDUGA JATUH CINTA pada sesama MAFIA.
tapi bagaimana lagi mungkin ini sudah tertulis dalam takdir mereka sehingga mereka diikat dalam hubungan yang begitu indah tapi berakhir dengan cara tragis karna diantara mereka ada hati yang tak bisa dijaga,juga tidak memiliki dasar pondasi yang kuat sehingga begitu mudahnya roboh diterpa badai.
Tidak lama kemudian turun lah dua kembar karena mereka tau semua sudah beres dan memang sejak tadi kondisi diruang tamu sudah aman juga wanita paruh baya itu sudah diurus dengan baik.
''Mom.....apa aku boleh minta sesuatu?''
Luis anak yang belum genap 7tahun itu bertanya, yang membuat semua orang menatapnya, tapi Luis yang sudah memiliki sifat cuek dan dingin itu tidak peduli dengan tatapan mata semua orang,karna dia hanya memikirkan sesuatu yang mungkin sulit menurutnya.
''Ada boy? kenapa wajahmu seperti itu hum?''
''Mom bolehkah Dedy tinggal bersama kita?''
Luis meminta sambil menundukkan kepala juga suara yang hampir tak terdengar, tapi karna kondisi semua orang diam jadi mereka bisa mendengar dengan jelas dan
Deg.......Raka yang mendengar hal itu merasa sangat sakit, karna dia sadar selama ini walaupun bertemu diluar dia begitu tidak pernah menganggap keduanya ada, tapi sekarang sang sang anak meminta dengan cara seperti mengemis kepada sang momi, karna jujur Luis dan Lusi begitu sangat merindukan dan sangat ingin merasakan seperti apa itu memiliki ayah.
Berlian yang mendengar permintaan sang putra begitu teriris hatinya, karna dia juga sering melihat kedua anaknya selalu memandang anak-anak seusia mereka yang dimanja oleh ayahnya tapi mereka, mereka hanya bisa menatap dengan tatapan mata sendu dan sedih karna sang ayah bahkan tidak pernah menganggap mereka.
selamat malam dan semoga diesok hari teman teman semua bisa membaca kelanjutan cerita ini dan memberi komen dan dukungan serta memberi semangat buat aku dalam berkarya 👍😜😜😜😜😜😜😍😍😍😍🤩🤩🤩🤩🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1