
Rizky melihat sang mama membantu seorang pria untuk membunuh papanya, Tampa pikir panjang dia turun kelantai satu lalu masuk kesebuah ruangan yang pernah dia lihat dimasuki sang papa, dan disana banyak sekali koleksi senjata, dia melihat sekeliling dan mendapati semua orang sudah tergeletak dengan busa dimulut dia yakin jika ini adalah perbuatan sang mama, sambil berusaha membuka pintu kamar itu sambil dia menelpon David juga mengirimkan pesan kalau ada yang berusaha membunuh sang papa.
David yang mendengar itu dia langsung meninggalkan kediamannya dan juga mengajak anggun untuk ikut dengannya, David dan anggun merasa kuatir setelah membaca pesan Rizky yang mengatakan bahwa semua pengawal tewas, sesampainya mereka disana benar saja semua pengawal tewas mereka masuk kedalam dan mendengar suara dari lantai dua, mereka mendobrak pintu dan mendapati Raka yang sedang tergeletak dengan luka tusukan di perutnya, mereka juga melihat kalau bela sedang menahan kedua tangan Raka dengan sebuah tali yang mengikat kedua tangan raka.
Bela dan pria asing itu terkejut melihat keberadaan David dan anggun dirumah itu, tidak lama kemudian......dorr.....
Semua orang melihat kearah pintu dan melihat Rizky yang memegang senjata dan menembak pria asing itu di perutnya, bela yang melihat itu, tidak percaya kalau Rizky berani melakukan itu.
''Rizky apa yang kau lakukan ha?''
''Kenapa? sudah cukup semua ini, selama ini aku selalu diam dengan semua perbuatan mama, tapi sekarang tidak lagi''
''Oh...apa kau mau melawan mamamu,apa kau lupa peringatanku?''
''Aku tidak lupa dan juga aku bukan putramu dan bukan putra Raka, aku ini adiknya, kau sudah terlalu banyak menyakiti orang''
Semua orang kaget mendengar kalau Rizky adalah adik Raka, mereka semua bingung tapi sekarang bukan waktunya untuk itu, sekarang waktunya mengakhiri bela.
Bela semakin kaget karna ternya Rizky sudah tau semuanya, dan dia pasti dalam bahaya sekarang, dia mencari cara untuk melarikan diri, dia melihat jendela terbuka dia berlari kesana dan berusaha melompat, tapi dihalangi Rizky, dorrr....dorrr....dor.....3peluru bersarang ditubuh bela, membuatnya ambruk.
Sementara pria asing itu menggunakan kesempatan untuk menghabisi Raka dan tiba-tiba....dorrr .....dorrr....Semua orang melihat disana Rizky memeluk Raka dengan menggunakan tubuhnya sebagai tameng untuk peluru itu, David langsung mengambil senjatanya dan dorr.....peluru tersebut bersarang di kepala sipria asing itu , dan pagi itu bela dan pria asing itu tewas sementara Raka dan Rizky dilarikan kerumah sakit.
Seminggu kemudian Raka dan Rizky sudah membaik, sekarang mereka semua berada dirumah Rangga menanyakan tentang kembaran Rangga itu, tapi Rangga tidak tau kalau dia punya kembaran dan juga kenapa anaknya masih sangat kecil, bukankah seharusnya kembarannya itu punya anak sebesar Raka atau sebesar
anggun mungkin? itulah yang dipikirkan oleh Rangga.
Rizky yang memang tidak tau apa pun mengenai ayah kandungnya sendiri hanya diam sampai dia ingat kalau dia punya sesuatu tentang sang ayah yang pernah memberikan benda padanya saat masih bersama diapun berlari keluar untuk pulang kerumah Raka , semua orang yang melihat itu kaget dan langsung mengikutinya sesampainya dirumah Raka Rizky berlari kekamarnya benda pemberian sang ayah.
__ADS_1
Setelah menemukannya dia menunjukkannya pada semua orang, tapi anggun langsung berdiri melihat benda itu, karna merasa sangat familiar dengan benda tersebut,dia berjalan dan menelitinya dan benar benda itu benda yang sama dengan milik seseorang yang dia kenal, dia menatap Rizky dengan tatapan nanar, dan langsung memeluknya.
''Izky..... hiks...hiks...''
Semua orang kaget melihat anggun yang memeluk anakny remaja itu, sementara Rizky yang juga merasa familiar dengan panggilan itu menatap anggun dengan tatapan sendu dan berkaca kaca.
''Ka un un..?''
''Ia ini kakak un un dek''
''Huaaaa..kakak un un...''
Anggun dan Rizky menangis bersama, Setelah puas anggun meminta mereka untuk pergi kerumah Berlian, karna disana mereka akan mendapatkan jawabannya, walau berat mereka semua pergi, karna mengingat perlakuan mereka semua dulu termasuk Raka dan Rangga.
setelah setengah jam kemudian, mereka sudah sampai di depan mansion berlian, mereka semua tertegun melihat mansion Berlian yang bagaikan istana itu, dan itu membuat Raka semakin tidak pantas untuk menginjakkan kakinya di rumah berlian apalagi jika meminta untuk mendapatkan maaf.
Mereka langsung disambut oleh Hans yang kebetulan sedang berada di halaman depan mansion.
''Aku ingin bertemu Lian, ada hal penting yang ingin aku sampaikan,tolong izinkan kami masuk ka''
''Uncle biarkan aunty anggun masuk''
Semua orang menatap kearah datangnya suara disana sudah berdiri seorang anak laki-laki yang hampir menginjak usia 7 tahun, dia adalah Luis sang tuan muda.
Luis berdiri dengan tatapan mata yang begitu dingin dan aura penuh seperti pemimpin, ya dia memang sudah diajari sang momi banyak hal, contoh untuk menjadi pemimpin dan juga cara mengeluarkan aura pemimpin y penuh intimidasi, supaya kelak dia bisa menjadi pemimpin tapi harus benar dan dijalan yang benar, tidak boleh menyombongkan kekuatan ataupun kekuasaan, dia harus bisa menjadi adik dan saudara untuk orang-orangnya kelak, itu adalah nasehat sang momi yang selalu dia dengar, maka dari sekarang dia harus memulai menunjukkan kemampuannya untuk mengatasi masalah.
__ADS_1
''Ya baiklah kalau kau sudah berkata begitu siapa yang akan menantangmu''
''Uncle ayolah aku jijik mendengar kelucuan mu itu''
Memang dia selalu kesal dengan pamannya yang satu ini karena sering mengejeknya.
Semua orang masuk dan diruang tamu ada seorang wanita cantik yang sedang bercanda dengan putri tersayangnya.
Raka yang melihat bagaimana wanita itu bergurau dengan putrinya membuat hatinya ngilu, dia semakin merasa tidak memiliki kemampuan untuk melihat apapun, sampai suara gemas tapi tajam itu menusuknya sampai kedalaman hatinya juga jantungnya.
''Wah..mom kita kedatangan tamu tak penting''
''Mendengar ucapan putrinya dia melihat kebelakang dan disana semua orang berdiri dengan diam karna mendengar ucapan sang putri mahkota.
''Oh...ada tuan Rangga dan keluarga besar ternyata, ada apa tuan datang ketempat kami yang kecil ini? apa kita ada urusan kerjasama? aku rasa kita tidak memiliki kerjasama ia kan?''
"Lian aku yang mengajak mereka untuk ikut aku kesini, karna aku ingin menunjukkan sesuatu padamu, dan aku tidak tau apa tanggapan mu setelah melihat ini, tapi aku tetap akan menunjukkannya"
"apa yang ingin kau tunjukkan nona? sampai kau begitu yakin aku akan tertarik?"
"Lihat ini, aku yakin kau pasti masih mengingat benda ini"
Berlian melihat benda yang begitu familiar dimatanya, dia pun meneliti benda itu, dan dia tau itu milik seseorang yang begitu dia kenal, dan orang itu adalah pria paru baya yang pernah membantunya.
trimakasih masih setia dengan cerita Berlian dan Raka ππππππππmulai sekarang aku akan bisa fokus kembali pada karya menulis ku karna acara rewangnya dah selesai jadi tetap setembai okππππ€©π€©π€©π€©ππππππππ
__ADS_1