Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA

Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA
Bab.37#####


__ADS_3

Beberapa hari berikutnya Raka mendengar kabar dari orang yang dia suruh mengawasi Alex mengabarkan kalau Alex baru saja melakukan pertemuan rahasia dengan Mafia yang dia ajak bekerja sama dengannya, dan disana mereka membahas trategi penyerangan.


Raka yang mendengar itu langsung tersenyum karena merasa Alex benar-benar mencari masalah dengan dirinya


dan Raka akan meladeninya dengan baik.


Raka sudah tau kalau hari ini Alex akan mencegatnya dijalanan sepi didekat hutan, dan disana mereka akan menghadapi Raka, Tampa mereka tau kalau Raka sudah menanti peperangan ini dengan baik.


Berliana juga yang sudah tau tentang semua itu langsung


terjun kearea dia akan melihat bagaimana pertarungan itu,


dan kali ini dia ingin melawan mereka dengan kekuatan ilmu beladiri yang dia punya.


Beberapa saat kemudian ia melihat ada banyak mobil yang sengaja dibuat berbaris menyilang untuk menutup akses lewat buat mobil Raka yang mereka pikir hanya satu mobil, tapi dari jauh orang orang yang sudah menghalangi jalan melihat ada banyak mobil yang mengikuti Raka dan itu membuat mereka jadi harus serba waspada, karena mereka tau Raka bukanlah orang yang mudah ditaklukkan.


melihat Raka yang hanya membawa sekitar beberapa ratus orang membuat mereka merasa kemenangan pasti milik mereka karna, mereka semua sekitar dua ribuan orang karna masih banyak dibelakang, dan tadi berlian yang bermaksud tidak menggunakan tenaga dalamnya jadi mengubah rencananya menggunakan kekuatan dalamnya.


Setelah dekat dengan mobil orang orang alex, Raka dan kawan kawan nya keluar disertai sang ayah mertua ayah Rangga juga ada ibu Sinta serta anggun, melihat itu berlian jadi kesal karna merasa tidak diikut sertakan tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi dan itu dari sang suami.


Belum sempat dia menjawab tapi Raka langsung bilang.


''Sudahlah sayang ga usah kesal begitu aku tau, walau tidak ada yang memberitahumu pasti kau sudah tau kan makanya kami diam saja dan juga tidak perlu bersembunyi disana''


Setelah mengatakan itu Raka langsung mematikan telponnya, sedangkan berlian hanya nyengir dan garut-garut kepala yang tidak gatal sama sekali karena a Ter yata sang suami sudah tau keberadaannya.


Tapi walau begitu dia tidak menunjukkan kalau dia sudah tidak marah tapi justru menampilkan wajah kesalnya biar tidak gengsi.


''Apa kabar Raka? kau semakin hari semakin sukses y? bagaimana kau sudah menyampaikan kata-kata terakhirmu untuk keluargamu?''

__ADS_1


Mendengar pertanyaan alex Berlian pun keluar dari tempat dia duduk dari tadi, dan semua orang yang disana melihat kearah datangnya suara karna berlian tertawa karna merasa lucu, kenapa juga Raka menyampaikan kata-kata terakhir pada mereka.


''Hahahaha.......hei kau kenapa juga kau menyuruh dia seperti itu? ia kan ded?''


''Sayang dari tadi aku menyuruhmu keluar tapi kau masih saja betah dengan rajukmu itu''


''Tentu saja aku kesal karena kalian tidak mengajakku''


Mengajakmu? sementara kakak mu yang bilang Tampa diajak dia pasti datang begitu katanya mami''


''Ha...kakak..tapi dia tidak ada disini?''


''Kau mencariku?''


Semua orang melihat kearah suara yang datang dan semua orang langsung tertawa terbahak-bahak karna melihat keadaan Hans yang sungguh menggelikan, dengan rambut yang belum selesai dicukur dan juga alas kaki dengan sendal sebelah kanan dan sepatu sebelah kiri , entah dia habis dari mana juga semua tidak tau.


''Berhentilah tertawa ini semua karna ada yang bilang kalau Raka sedang diserang ditengah jalan makanya aku lari dari salon pribadi dirumah''


''Kenapa kau melihatku begitu?''


Rangga bertanya dengan polosnya karna Hans menatap nya dengan sengit, ya orang yang mengabari Hans itu adalah ayah Rangga.


''Paman apa paman sama sekali tidak merasa bersalah?''


Hans bertanya sambil berteriak karna merasa kesal.


''Kenapa aku merasa bersalah? kan Raka memang dihadang, tuh liat disana''


Sambil menunjuk kearah Alex dan sekutunya, Hans pun mengikuti arah tunjuk sang paman dan benar saja disana ada banyak sekali musuh yang sudah mengajukanjukkan senjata kearah mereka.

__ADS_1


''Hei...apa kalian tidak bisa menungguku selesai bercukur dulu hah?''


''Kamu pikir aku kurang kerjaan menunggu musuh makan enak sebelum tiada?''. Alex menjawab Hans dengan jawabannya dan membuat Hans seperti berpikir lalu garut-garut kepala, karna merasa pertanyaannya itu bo.....h.


Raka kau sudah membuatku muak dengan acara kelucuan keluarga kalian itu, jadi sekarang bersiaplah untuk tiada''


Berlian langsung memasang kuda-kuda siap bertempur.



berlian dengan serius menghadapi mereka dengan kemampuan bertarungnya Tampa menggunakan ilmu ajaibnya, dia ingin bermain main terlebih dahulu sebelum menghabisi mereka dengan sekali kibasan.


Raka yang melihat sang istri yang begitu serius jadi kesal karna sang istri justru terlihat sangat cantik, dan membuat rasa cemburunya muncul diwaktu yang salah, dan Hans yang melihat itu mengode David,Randi dan Samuel mereka hanya bisa tepuk jidat karna kelakuan Raka yang sangat pencemburu itu,karna tak pernah melihat tempat.


''Habisi mereka semua......''


''hiaaaaaaat.......berlian dengan semangat 45 dia meladeni mereka semua yang ada di sana, dia menghadapi sekitar 70 orang dengan kecepatan yang dia miliki dia bisa menghadang setiap serangan yang dilancarkan terhadapnya, dan itu membuat semua orang langsung tambah semangat karna mereka juga tidak mau kalah.


Raka juga langsung kemode Raja hutan yang siap membabat habis tikus-tikus kecil yang mencoba menggerogoti lahannya, dia seakan tak pernah kenyang dengan pertempuran yang membuat dia sangat marah, karna ketenangannya selalu diganggu para orang-orang yang haus akan kekuasaan.


buk......buk....tak.....brak......kretak.......srek.....'suara pertarungan yang sengit terdengar sampai ke pemukiman warga yang ada didekat tempat pertarungan, sehingga semua orang bersembunyi tidak ada yang berani keluar dari rumah, karna takut akan terkena imbas pertarungan atau bisa jadi digunakan tameng oleh para penjahat.


sementara pertarungan terus berlanjut dengan posisi kemenangan yang belum terlihat ada dipihak siapapun, Raka terus menghajar dan menghajar lawannya, ibu Sinta juga anggun tak mau kalah mereka terus berusaha untuk mendapatkan kemenangan sampai tidak ada yang memperhatikan bahaya yang mengincar sang pembantai, Berlian terus menerus bergerak dan mengalahkan lawannya tapi tiba-tiba saja ia merasa ada bahaya, dia mencari asal bahaya itu tapi terlambat.


Dor....dor......dor...... Tiga peluru bersarang dipunggung dan semua orang mencari siapa yang tertembak sampai mata Raka melihat sang istri yang memegang darah ditangannya, membuat dia berteriak.


''Sayang.............''


semua orang melihat kearah berlian dan mereka terpaku tidak menyangka semua itu akan terjadi pada wanita kuat mereka.

__ADS_1


Trimakasih 😜😜😜😜😜maaf bila mungkin untuk satu Minggu ini aku akan sedikit terlambat abdet karena aku sedang rewangan dia cara nikahan ponakan jadi aku harap kalian sabar menungguπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ tetap dukung karya aku dan jangan lupa tinggalkan jejak dan komentarnya πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


__ADS_2