
Luis mengajak Ana duduk diruang keluarga dan Ana hanya melihat sekeliling, dia sangat takjub dengan desain rumah tersebut, selain barang barang mahal,disana juga dia melihat lukisan lukisan yang indah dan menarik perhatiannya,dia juga melihat banyak orang berlalu lalang di setiap ruangan, dan mereka tidak memanggil tuan atau nyonya tapi Aden dan nona,juga Aa dan teteh dia begitu salut dengan semua orang yang ada di sana.
Tidak lama kemudian ia melihat berlian turun bersama Raka dan menghampiri mereka, berlian sudah tersenyum manis sejak masih ditangga,Ana juga tersenyum sambil Salim pada berlian juga Raka, berlian dengan tidak berperasaan mendorong Luis menjauh dari Ana sampai terjatuh dari sofa.
Ana yang melihat kelakuan wanita paru baya itu hanya melongo menatap Luis yang terduduk dilantai sambil merintih, tetapi berlian merasa bodo amat yang dia utamakan sekarang hanya calon menantunya,bukan yang lain,Lusi yang sudah harum pun turun menemui semua orang,dan dia juga dengan teganya mendorong sang kakak yang duduk disebelah lain disamping Ana dan kini lagi-lagi Luis terusir.
Lusi dan berlian asik mengobrol dengan Ana sambil tertawa, sementara Raka dan Luis hanya jadi penonton setia,para wanita kesayangan mereka,Hans yang datang bersama yang lain juga keluarga mereka menatap Luis dan Raka yang duduk berdua dengan tatapan mata yang seperti meminta perhatian tapi tidak ada yang memerhatikan mereka,Hans dan yang lain mengikuti arah tatapan mata kedua orang itu dan melihat disana ada gadis cantik yang sedang tertawa dengan diapit Lusi dan berlian.
Melihat ada yang baru para ibu-ibu langsung menyerahkan tas juga bawaan mereka kepada suami suami mereka dan teng....te...teng... semua suami yang ditinggal, sudah seperti tempat penitipan barang, Raka dan Luis hanya menarik nafas karna melihat sekarang jumlah orang yang terbuang dan terabaikan bertambah.
Sementara para ibu-ibu sudah asik nimbrung dengan Lusi dan berlian, mereka semua tertawa bahagia diatas nasip para suami yang terabaikan, setelah lama mengobrol diruang tamu para wanita itu pindah ke dapur untuk memasak makan siang dan para pria dengan manut mengikuti mereka dan disuruh duduk di kursi meja makan,dan lagi-lagi mereka diabaikan sampai sajian sudah siap dimeja.
Melihat semua itu para suami dengan senyum yang penuh kebahagiaan melihat istri mereka, karena mereka semua sudah tau kalau saat makan mereka akan dilayani dengan baik oleh istri mereka, mereka semua mengangkat piring mereka dan menyodorkan kehadapan istri mereka, tapi senyuman yang tadi begitu manis perlahan-lahan memudar menjadi pahit, karena istri mereka malah sibuk menawarkan berbagai macam jenis makanan enak itu kepada sang calon menantu.
Dengan tidak rasa bersalah berlian menyuruh semua pria pria itu untuk mengambil makanan mereka dan menyuruh makan, semua para pria mengambil makanan mereka dengan lesu karna kehilangan perhatian para istri.
Ana yang terlalu bahagia karna diterima tidak menyadari kondisi, dia dengan santainya menawarkan pada Luis.
"Ka Luis sini piringnya biar aku isi, .... kakak mau lauk yang mana?"
Luis tersenyum dan dengan senang hati dia menerima tawaran sang kekasih dan menunjuk menu yang dia inginkan, semua para suami yang terabaikan melihat Ana dan Luis bergantian lalu melihat istri mereka yang tersenyum melihat perhatian Ana pada luis.
Para suami yang terabaikan itu kembali makan dengan diam karna melihat istri mereka masih cuek pada mereka, setelah selesai makan semua pria yang terabaikan itu,menyeret Luis kebelakang mansion dan mengadilinya disana, mereka semua tidak terima diabaikan istri mereka, sementara Luis dilayani dengan penuh cinta oleh wanitanya,karna itu mereka ingin meminta Luis supaya segera memulangkan wanitanya itu.
Luis hanya diam, tak menanggapi omongan mereka membuat semua pria itu semakin kesal.
__ADS_1
"Luis....tolonglah bawa pulang sana calon mantu kami itu,kami yakin ayahnya pasti mencarinya ia kan"
Samuel memulai pembicaraan,dan diangguki semua orang.
"Mana mungkin dicariin,aku kan tadi udah izin Ama ayahnya ko"
Luis dengan polosnya menjawab dengan santai,karna memang dia sudah izin untuk membawa Ana kediamannya.
"Ia tapi ini udah siang boy.... sudah lama calon mantu disini,dia juga pasti bosan"
Raka ikut ikutan membujuk Luis, tapi tidak juga mempan.
"Ah begini saja gimana kalau kau ajak calon mantu jalan jalan kepantai,atau ke mall untuk belanja iakan.
"Semua orang sudah mulai kesal ga ketulungan karna ga berhasil merayu Luis, mereka semua semakin lesu, tapi tidak lama kemudian mereka tersenyum karna Mendengar ucapan calon mantu mereka.
"Ka....antar aku pulang y,.... ayah bilang dia ada penerbangan hari ini ke Paris,jadi aku harus mengantarkannya ke bandara"
"Nah benar tu,sebagai anak yang penurut dan berbakti memang harus seperti itu, ayo...ayo...antarkan dia boy,kasihan ayahnya pasti menunggunya,..dan nak Ana salam untuk ayahmu y, bilang saat melakukan tugas jangan lupa dia y"
"Ia om.. terimakasih"
"Eh...ko om...panggil dedy ok...",
"Ia d...de...dedy"
__ADS_1
Ana me jawab dengan canggung.
Setelah Luis dan Ana pamit dan pergi semua pria yang terabaikan tadi pergi menemui istri mereka masing masing,dan meminta keadilan atas penderitaan yang mereka alami.
Sementara itu, diperjalanan Luis sesekali menatap kekasihnya sambil pokus mengemudi, dengan sebelah tangannya menggenggam tangan kekasihnya,dia begitu beruntung dipertemukan dengan gadis mungilnya ini, dia merasa dunia memang sudah menyatukan mereka seperti Tuhan yang sudah mengikat mereka sejak masih belum lahir ke dunia ini.
Mereka menikmati perjalanan dengan tenang, dan Luis hanya tersenyum melihat sang kekasih yang menatap jalanan yang sudah sering dia lewati jika saat mengantarkan sang ayah, Luis mencoba membuka obrolan karna melihat sang kekasih yang hanya fokus pada jalanan.
"Sayang, apa jalanan itu begitu penting sehingga kau mengabaikan aku?"
"Ana yang mendengar pertanyaan luis,pun menatap pria yang kini menunjukkan wajahnya yang lesu,karna dia sedang berpura pura merajuk.
"Maaf ka, aku hanya sedang berpikir, ayah akan pergi terbang keluar negri,biasanya akan pulang setelah berbulan-bulan, yang artinya aku akan tinggal sendiri di rumah"
"Kan ada pelayan sayang?"
"Tapi mereka akan datang pagi dan pulang sore harinya"
"Gimana kalau nanti kita izin kau tinggal di apartemen milikku,eh tenang aku tidak tidur disana, aku tetap tidur dimansion, cuma kalau disana kau bisa tinggal dengan bibi Ros,gimana mau?"
"Mau ka"
Ana senang setelah ditawari tinggal di apartemen karna dia sudah sering kesana.
Kinanti uluran tangan kalian untuk karya ku teman teman 🙏🙏🙏🙏😍😍😍🤩🤩🤩😜😜😜😜🤲🤲🤲🤲🤲
__ADS_1